PREVIEW Journée 11 Ligue 1 Prancis: Gengsi Rekor Dalam Duel Olympicos

Persis situasinya seperti periode 1998, Olympique Marseille mengakhiri rentetan delapan kemenangan beruntunnya di Stade de Gerland. Akankah episode itu terulang hari ini?

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Choc des Olympiques, satu laga yang selalu paling dinanti di Ligue 1. Yah, pertarungan Olympicos, Lyon dan Marseille, yang bertemu di journee 11, Minggu ini.

Inilah tes sesungguhnya dari kiprah seorang pelatih Marcelo Bielsa di ranah sepakbola Prancis sejak membesut Les Phoceens pada kampanye 2014/15. Dua klub tradisional ini mampu menjadi bayang-bayang tim terbaik dan pengemas gol tertinggi di Ligue 1 saat ini, Paris Saint-Germain.

Marseille, yang menyambut laga pekan ke-11 ini dengan keunggulan tujuh poin dari rival terdekat PSG & Bordeaux, bertolak ke Stade de Gerland dengan ambisi menciptakan rekor baru, yakni sembilan kemenangan konsekutif di kancah Ligue 1. Akhir pekan kemarin OM menyamai catatan terbaik klub dengan meraih delapan tripoin beruntun dengan mengalahkan Toulouse 2-0 Minggu lalu di depan pendukung sendiri yang hampir mencapai 62.000, sebuah rekor baru di Stade Velodrome, di mana Nicolas Nkoulou membuka skor sebelum Andre-Pierre Gignac menggenapkan torehan sepuluh golnya di edisi 2014/15.

Suasana para pemain OM sedang dalam euforia. Nama Bielsa pun tak berhenti dielu-elukan fans. Meski begitu, bek Nkoulou tetap enggan berbesar kepala membicarakn perebutan juara dengan PSG.

"Paris tetaplah Paris. Kami masih jadi tim yang kecil. Kami tentu saja lebih menawan dari tahun yang lalu, tapi Paris dengan persenjataan mereka, tetaplah favorit," ujar Nkoulou kepada wartawan.

"Memiliki pelatih seperti Bielsa membawa banyak hal ke setiap pemain. Dia memberi perhatian kepada masing-masing dari kita, menunjukkan apa yang mesti kami lakukan."

Marseille saat ini memang sedang di atas angin. Tapi fans mesti ancang-ancang untuk menerima hasil pahit seperti saat kali terakhir episode delapan kemenangan berturut-turut pada periode musim gugur 1998. OM berkunjung ke Stade de Gerland yang berujung rusaknya rentetan positif itu dengan kekalahan 2-1 dari Lyon, yang kala itu diperkuat Steed Malbranque di usia 18 tahun. Kini si pemain veteran ini memiliki kesempatan kedua menatap peluang merusak rantai kemenangan OM. Malbranque turut menyumbang gol dalam kemenangan 5-1 atas Montpellier akhir pekan lalu.

Kemenangan di journee 10 kemarin melanjutkan tren mentereng Lyon belakangan ini. Sejak kalah di tiga pertandingan beruntun pada Agustus, skuat Hubert Fournier melalui enam pertandingan tanpa terkalahkan untuk merangkak dari posisi empat terbawah ke empat teratas. Total 12 gol berhasil dikemas dalam tiga kemenangan kandang terakhir dengan skuat muda nan segar.

"Laga kontra Marseille akan menjadi yang terhebat. Ini tentu saja satu laga yang amat sulit, namun ini penuh gairah. Kami menyambut laga ini dengan kepercayaan diri yang tinggi," tukas Fournier.

Salah satu alasan kebangkitan Lyon karena kembali pulih totalnya playmaker Yoann Gourcuff, yang mencetak sepasang gol pekan lalu, torehan dwigol pertamanya di Ligue 1 sejak Agustus 2009 ketika dia masih di Bordeaux. Dengan para youngster klub sedang bersinar-sinarnya akhir-akhir ini seperti Nabil Fekir dan Alexadre Lacazette yang telah mencetak delapan gol di Ligue 1, Lyon menjadi tim yang berpeluang mengancam catatan Marseille yang hanya kebobolan tiga kali dalam rentetan delapan kemenangan mereka itu.

Selain duel Olympicos, bentrokan antara sang runner-up dan penghuni peringkat ketiga, PSG dan Bordeaux, dipastikan akan menjadi sajian menarik di akhir pekan ini. Dua tim ini sama-sama berambisi terus mendekatkan diri dengan sang pemuncak OM, di mana koleksi poin masing-masing sama, yakni 18.

Kondisi kontradikti sedang dirasakan kedua tim. PSG sudah dalam dua laga terakhir meraup kemenangan, plus kabar baiknya Laurent Blanc sudah bisa memasukkan kapten Thiago Silva di laga ini. Di kubu Bordeaux, meski sempat tancap gas di awal-awal musim, namun kini pasukan Willy Sagnol sedikit menurun setelah hanya menang sekali dalam empat laga terakhir. Kurangnya motivasi dari Les Girondins bisa dimanfaatkan Les Parisiens untuk meraup angka maksimal di tengah absennya duo bomber andalan mereka Zlatan Ibrahimovic dan Edinson Cavani.

Marcelo Bielsa di ambang rekor kemenangan beruntun terbaik di Ligue 1

*Waktu kick-off berdasarkan WIB

Sampaikan pendapat maupun prediksi Anda tentang Journée 11 Ligue 1 Prancis 2014/15 melalui kolom komentar di bawah ini!

//

Topics