PREVIEW Liga Europa: Juventus - Benfica

Hasrat besar untuk tampil di J Stadium pada partai puncak Liga Europa, membuat Juventus bakal ngotot menghempaskan Benfica, pada leg kedua semi-final LE, Jumat (2/5) dini hari WIB

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Juventus segera menjamu Benfica sebagai hadangan terakhir mereka menuju final Liga Europa di Juventus Stadium, pada leg kedua babak semi-final Liga Europa, Jumat (2/5) dini hari WIB.

Ya, jarak Juve ke partai puncak di J Stadium hanya satu gol tanpa boleh kebobolan, menyusul kekalahan 2-1 di Estadio da Luz pada leg pertama. Satu gol tandang yang dicetak Carlos Tevez bisa jadi pembeda penentuan kelolosan salah satu klub ke final.

Di pertemuan pertama I Bianconeri mampu mendominasi jalannya pertandingan. Mereka nyaris unggul segalanya di Lisbon. Sorotan terletak pada fokus dan konsistensi lini belakang yang lemah terhadap situasi set piece dan serangan balik. Dual hal yang membuat mereka kebobolan.

Di J Stadium, kehadiran para Juventini di venue pertandingan bakal membantu lini belakang Juve lebih fokus dan konsisten. Hal itu sudah terbukti di partai-partai sebelumnya, karena Si Nyonya Tua tak pernah kalah sekalipun di kandang musim ini! Menang 21 kali dan hanya tiga kali seri, itulah catatan Juve di kandang pada semua kompetisi yang mereka ikuti musim ini.

Skema tak jauh beda dengan leg pertama tampak kuat kembali diterapkan Antonio Conte. Namun 3-5-2 di J Stadium akan dimainkan dengan defensif line yang sangat tinggi, sehingga para penggawa Benfica bakal dipaksa menguras staminanya lebih banyak dalam duel krusial ini.

Andrea Barzagli sudah kembali untuk memperkuat lini pertahanan, Claudio Marchisio selalu siap sedia menggantikan Arturo Vidal yang diragukan, sementara Fernando Llorente sedang dalam performa puncak dengan torehan empat gol dalam empat partai terakhirnya.

"Si Singa" Fernando Llorente bakal mengaum untuk memimpin Juventus ke partai puncak

Sementara Benfica dalam posisi di atas angin akibat keunggulan 2-1 di Estadio da Luz pada pertemuan pertama. Satu gol yang mereka berikan pada Juve di partai kandang bisa jadi bumerang saat bertandang ke J Stadium nanti.

Jika kalah 1-0 saja As Aguias bakal gagal ke final karena kalah gol tandang dalam agregat skor 2-2. Permainan bertahan sepertinya akan diterapkan tim asuhan Jorge Jesus, meski hal itu bertentangan degan filosofi sepakbola juara Portugal tersebut.

Tapi omong kosong, skema itulah yang justru memberikan mereka kemenangan di leg pertama. Dikepung habis-habisan oleh Juve setelah unggul cepat pada menit kedua, Benfica tampil kokoh di belakang dan cerdik dalam memanfaatkan peluang. Gol kemenangan yang dicetak oleh Lima lahir berkat taktik tersebut.

Sulit untuk diulangi di Turin, namun tak ada cara lain mengingat komposisi pemain berkualitas mereka yang terbatas. Encarnados masih belum bisa diperkuat sang gelandang kreatif Nicolas Gaitan dan Lubomir Fejsa karena cedera. Lazar Markovic dan Miralem Sulejmani diharapkan bisa tampil impresif layaknya di pertemuan pertama.

Situasi nyaris sama pernah terjadi di perempat-final Piala UEFA musim 1992/93. Ketika itu Benfica unggul 2-1 di Lisbon, namun kalah telak 3-0 kala melakoni leg kedua di Turin. Sebuah fakta sejarah yang bukan tak mungkin kembali terjadi dini hari nanti, menilik euforia skuat La Fidanzata d'Italia yang pekan depat bersiap merayakan hat-trick scudetto!

Prediksi Goal Indonesia: Juventus 3-0 Benfica
Update: Winger Juventus, Stephan Lichtsteiner, yakin bisa kalahkan Benfica untuk tampil di final liga Europa.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics