PREVIEW Piala Dunia U-20 2015: Ajang Unjuk Gigi Para Bakat Muda

Mari lupakan sejenak karut-marut politik sepakbola di sana-sini dan melempar pandangan ke ajang unjuk gigi para darah muda: Piala Dunia U-20!

Mari tinggalkan sejenak karut-marut skandal FIFA, ancaman bom di kongres FIFA, maupun perselisihan antara PSSI dan Menpora. Pasalnya mulai hari ini (30/5), ada ajang unjuk gigi para pemain muda di seluruh dunia di Piala Dunia U-20 di Selandia Baru. Sudah saatnya melupakan hal-hal tidak penting dan kembali pada keindahan sepakbola itu sendiri.

Semua orang tentu sangat antusias menyaksikan next big thing yang mencuat ke permukaan. Rasanya mendebarkan ketika melihat sosok muda penuh potensi menyajikan optimisme dan harapan pada masa depan yang belum pasti. Yah, mau tak mau tentu kita bakal terseret ke euforia darah muda itu. Menantikan dengan gugup kehadiran the next Diego Maradona, Lionel Messi, Luis Suarez, maupun Paul Pogba.

Itulah Piala Dunia U-20 secara singkat dan Goal Indonesia menyajikan tinjauan soal ajang unjuk gigi darah muda tersebut.

 

GRUP A
MYANMAR, SELANDIA BARU, UKRAINA, AMERIKA SERIKAT

Amerika Serikat tentu jadi unggulan di Grup A. Bisa dibilang, Negeri Paman Sam memiliki tim nasional U-20 terbaik dalam sejarah mereka. Rentetan darah muda yang dipersenjatai dengan teknik tinggi, terangkum dalam gelandang Emerson Hyndman dan Gedion Zelalem. AS punya banyak kreator yang bisa memberi asupan “bergizi” pada Rubio Rubin.

Tapi Ukraina siap mengganjal pasukan Tab Ramos. Favorit kedua Grup A ini tak kalah cemerlang dari AS dan pertemuan keduanya di fase grup tentu bakal jadi hal yang dinantikan oleh penikmat sepakbola. Memang belum ada nama yang sementereng Andriy Shevchenko, tapi segalanya bisa terjadi di fase grup Piala Dunia U-20.

Dan jangan lupakan Myanmar yang menjadi kuda hitam kompetisi ini. Negara Asia Tenggara itu sama sekali tidak diunggulkan di kualifikasi, tapi mereka berhasil lolos ke semi-final menyingkirkan Uni Emirat Arab yang menyingkirkan Indonesia di AFC U-19.

GRUP B
 ARGENTINA, AUSTRIA, PANAMA, GHANA

Argentina sudah pasti jadi unggulan, tapi Austria merupakan negara yang paling dinantikan penampilannya di Grup B. Lini belakang menjadi kekuatan utama mereka setelah hanya kebobolan tiga kali di fase kualifikasi. Skenario terbaiknya, Austria bisa saja mengejutkan Argentina, Ghana, dan Panama dengan memuncaki grup.

Laga yang dinantikan, tentu saja Argentina melawan Austria. Negara Diego Maradona tersebut digadang-gadang memiliki daya gedor terbaik di turnamen ini, tapi mereka bakal dihadapkan dengan lini belakang terkokoh.

Nama-nama seperti Konrad Laimer, Godfred Donsah, Angel Correa, dan Giovanni Simeone mewarnai Grup B ini. Ketiga nama tersebut bakal jadi kunci masing-masing negaranya. Sorotan khusus tentu terarah pada Correa, yang dibandingkan dengan Sergio Aguero, tapi sempat absen enam bulan karena serangan tumor jantung.

 

GRUP C
KOLOMBIA, PORTUGAL, QATAR, SENEGAL

Portugal dikaruniai banyak bakat tahun ini. Mereka bisa saja meraih hasil sempurna di Grup C jika segalanya berjalan lancar. Dipimpin oleh Andre Silva (Porto) dan Marcos Lopes (Manchester City), lini serang Portugal disebut sebagai salah satu yang terkuat dan siap memberikan pergerakan dinamis dan peluang kreatif.

Terutama untuk Lopes, ia bakal diwaspadai karena penampilan impresifnya bersama Lille musim ini.

Di belakang Portugal, bakal ada Kolombia dan Qatar yang siap menusuk – atau mungkin berebut tempat kedua. Kolombia memang lebih difavoritkan, tapi Qatar merupakan lulusan terbaik dari Asia. Bisa dibilang, Qatar merupakan kuda hitam di kompetisi darah muda ini.

Banyaknya pemain Eropa yang pindah ke Qatar di hari tuanya sedikit-banyak berpengaruh terhadap perkembangan sepakbola mereka hingga sekarang.

GRUP D
 MALI, MEKSIKO, SERBIA, URUGUAY

Meksiko terus menerus memproduksi tim muda yang dahsyat, tak terkecuali tahun ini. Hirving Lozano mendapat tempat spesial karena ketajamannya bersama Pachuca dan penampilannya begitu menjanjikan. Adapun di musim ini El Tri mendapat sokongan lebih di lini belakang, hanya kebobolan tiga gol di kualifikasi.

Di sudut lain, Uruguay bakal jadi pesaing terkuat Meksiko. Keduanya sama-sama produsen bakat muda yang konsisten dan Uruguay kembali menelurkan bintang muda dalam diri Diego Poyet. Putra Gus Poyet tersebut jadi sosok sentral di lini tengah dan siap memukau para penikmat di Selandia Baru walau baru mencatatkan sedikit penampilan di West Ham United.

Dan jangan lupakan Serbia dengan Andrij Zivkovic-nya dan Mali yang siap memberikan kejutan di Grup D walau sama sekali tak diunggulkan. Perlu dicatat, segalanya mungkin terjadi di PD U-20.

GRUP E
 BRASIL, HONGARIA, KOREA UTARA, NIGERIA

Brasil sudah tak perlu diragukan lagi dengan produksi pemain fantastis mereka, begitu pula dengan Nigeria. Kedua negara tersebut rajin menciptakan pemain muda berbakat dan di tahun ini keduanya berada di grup yang sama untuk bersaing.

Brasil tentu bakal mengandalkan Andreas Pereira. Gelandang Manchester United tersebut belum lama ini mencatatkan debut profesionalnya dan tak diikutsertakan dalam kualifikasi. Adapun sejenak penampilannya musim ini sudah menunjukkan optimisme dan ia bisa memberikan opsi kreasi bagi Selecao di turnamen tahun ini.

Namun pasukan Nigeria sedikit lebih berpengalaman. Ada nama Kelechi Iheacnacho yang meraih Golden Ball di Piala Dunia U-17 dua tahun silam dan Isaac Success yang mulai mencuat bersama Granada. Taiwo Awoniyi juga bakal diandalkan oleh Nigeria untuk mencetak banyak gol dan lolos ke fase gugur.

GRUP F
FIJI, JERMAN, HONDURAS, UZBEKISTAN

Jerman sepertinya berniat mereplika kesuksesan timnas seniornya. Beramunisikan Hany Mukhtar, Julian Brandt, dan Marc Stendera di lini depan, Der Panzer jadi unggulan di Grup F. Lawan mereka juga tak ada yang dihujani bintang, tapi mereka tetap perlu waspada pada keberadaan Honduras dan kuda hitam lainnya.

Honduras secara khusus memang kesulitan lolos dari kualifikasi CONCACAF dan harus melewati playoff untuk masuk ke putaran final. Namun mereka memiliki nama-nama yang patut diwaspadai seperti Bryan Rochez dan Alberth Ellis. Seandainya Niklas Stark dkk tak waspada, Jerman bisa kecolongan uleh kuda hitam benua Amerika ini.

Uzbekistan dan Fiji turut meramaikan Grup F walau tak menjadi unggulan utama di Selandia Baru tahun ini.

 

Topics