PREVIEW Piala Presiden 2015: Arema Cronus – Persela Lamongan

Gethuk mewaspadai kejutan yang diberikan Persela, sementara Laskar Joko Tingkir ogah bermain bertahan.

Pelatih Arema Cronus Joko Susilo mengabaikan rekor pertenuan dengan Persela Lamongan saat kedua tim saling bentrok di Stadion Kanjuruhan, Selasa (1/9) malam WIB, dalam laga perdana mereka di Grup B Piala Presiden 2015.

Ini menjadi pertemuan ke-25 kalinya bagi kedua tim. Persela sempat mengalahkan Arema di final Piala Gubernur Jawa Timur pada 2013. Namun selepas itu, Arema mencatatkan empat kemenangan, dan dua kali imbang.

“Situasi dan kekuatan tim selalu berbeda di tiap pertandingan, meski melawan klub yang sama. Arema tetap harus waspada, meski rekornya bagus. Kita selalu kesulitan [melawan Persela],” ujar Joko.

Joko menambahkan, kedatangan Lancine Kone dan Morimakan Koita telah menambah kekuatan anak asuhnya. Meski baru tiba akhir pekan kemarin, Joko tidak ragu menurunkan dua legiun asing tersebut.

“Dua pemain asing membuat Arema bertambah kuat. Tapi melawan Persela, tetap membuat kami harus waspada, karena mereka tetap dikenal sebagai tim yang mengejutkan,” kata Gethuk, sapaan Joko.

Arema dipastikan tidak diperkuat Ahmad Nufiandani yang dibekap cedera ligamen. Sedangkan kondisi Kurnia Meiga, Dendi Santoso, dan Arif Suyono masih menunggu perkembangan terakhir.

Di lain pihak, asisten pelatih Persela Yanuar Hermansyah mengaku tidak akan menerapkan permainan bertahan. Menurut Yanuar, bermain bertahan melawan tim seperti Arema justru memiliki risiko tinggi.

“Sepakbola adalah bertahan dan menyerang. Kami tidak bisa bertahan terus menerus, karena lama-lama Arema bisa membobol gawang kita. Yang jelas, yang Persela targetkan adalah merebut tiga poin,” tegas Yanuar.

“Di Arema semua pemain berbahaya, kami tidak akan memberikan instruksi khusus untuk mengawal para pemain Arema, tidak melihat dia pemain depan, atau pemain belakang. Yang jelas kami sudah siap menyambut laga ini.” (gk-48)

Prakiraan susunan pemain:

Arema: Kadek Wardhana; Ahmad Alfarizi, Benny Wahyudi, Purwaka Yudi, Fabiano Beltrame, Ahmad Bustomi, I Gede Sukadana, Morimakan Koita, Lancine Kone, Samsul Arif, Cristian Gonzales.

Persela: Choirul Huda; Mahyadi Panggabean, Taufik Kasrun, Eki Taufik, Zainal Haq, Dhanu Rosade, Zainal Arifin, Jusmadi, Arif Ariyanto, Mamadou, Bijahil Chalwa.

Topics