PREVIEW Serie A Musim 2014/15: AC Milan

Jelang bergulirnya Serie A musim 2014/15, Milan berambisi bangkit usai menelan hasil terburuk dalam 16 tahun terakhir musim lalu.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter

AC Milan diunggulkan untuk setidaknya finis tiga besar musim lalu, tapi secara mengejutkan mendapat hasil jauh dari memuaskan dengan terlempar hingga ke luar zona Eropa, finis peringkat delapan di klasemen akhir musim 2013/14, yang menjadi hasil terburuk sejak 1998.

Catatan negatif musim lalu juga menelan dua korban sekaligus, pemecatan Massimiliano Allegri setelah klub kalah dari tim promosi Sassuolo, lalu suksesornya, Clarence Seedorf, tak mampu memperbaiki keadaan dan hanya finis dengan 57 poin.

Musim ini, Il Diavolo Rosso bertekad bangkit untuk mengembalikan kejayaan mereka seperti di masa lampau. Penunjukkan Filippo Inzaghi sebagai pelatih anyar membawa angin segar buat tim. Milan juga termasuk cukup sibuk di pasar transfer, salah satunya mengamankan servis Adil Rami secara permanen setelah masa pinjaman di musim lalu.

Setan Merah juga mengakuisisi penggawa Paris Saint-Germain Jeremy Menez serta defender Alex untuk menambah amunisi skuat. Tidak hanya itu, bek kiri Kolombia Pablo Armero ikut masuk anggota tim Inzaghi meski dengan status pinjaman dan mereka telah mengamankan penjaga gawang Real Madrid Diego Lopez.

Di bursa transfer ini I Rossoneri melepas Kevin Constant, Marco Amelia, Urby Emanuelson dan meminjamkan Robinho. Kaka, yang masih menyisakan satu tahun kontrak, mengaktifkan klausul untuk gabung Orlando City.

Seperti kebanyakan klub lainnya, Milan juga menggelar pramusim setelah Piala Dunia di Brasil berakhir bulan lalu. Dimulai pada 9 Juli, mereka mengepak hasil memuaskan dengan menaklukkan Renate dan Monza. Milan juga ambil bagian di turnamen International Champions Cup yang dihelat di Amerika Serikat, tapi mereka tak pernah menang dari tiga laga, termasuk dibantai Manchester City 5-1.

Milan akhirnya mengunci kemenangan perdana dalam rangkaian tur AS dengan membekuk Chivas Guadalajara tiga gol tanpa balas, namun yang teranyar mereka menyerah 2-1 dari tim La Liga Spanyol Valencia.

Kejelian Adriano Galliani memanfaatkan situasi di Real Madrid berbuah manis. Diego Lopez, yang tersingkir di skuat menyusul kedatangan Keylor Navas dari Levante, berhasil didaratkan di San Siro.

Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi Milanisti setelah di musim lalu lini belakang mereka termasuk yang paling rapuh, kebobolan 49 gol. Apalagi di bursa transfer sekarang mereka hanya mendatangkan dua bek yakni Alex dan Armero, sehingga Lopez diharapkan dapat diandalkan sebagai orang terakhir yang menjaga gawang.

Di sektor belakang, duet Adil Rami dan Alex diprediksi mengisi palang pintu Il Diavolo Rosso, dengan pemain muda Mattia De Sciglio dan Armero kemungkinan mendampingi mereka masing-masing di sisi kiri dan kanan. Inzaghi juga memiliki opsi lain seperti Ignazio Abate atau Didac Villa dan Michelangelo Albertazzi yang bisa diberi kesempatan menambah jam terbang mereka sebelum dipercaya mengisi tempat utama.

Milan tidak akan diperkuat Riccardo Montolivo yang mendapat cedera sebelum Piala Dunia hingga Oktober mendatang. Perpaduan pemain muda dan senior bakal memimpin lapangan tengah yang diisi Andrea Poli, Nigel De Jong dan Riccardo Saponara.

Sementara untuk urusan menjebol gawang lawan, Pippo akan mempercayakan kepada trisula Jeremy Menez, Giampaolo Pazzini dan Stephan El Shaarawy. Tanpa kehadiran Balotelli yang dilepas ke Liverpool, Milanisti berharap El Shaarawy kembali menemukan performa terbaik seperti dua musim lalu, sebelum dirinya dihantam rangkaian cedera.

Meski memiliki tim biasa saja, Milan setidaknya tidak perlu mengkhawatirkan kedalaman skuat karena mereka hanya akan tampil di Serie A dan Coppa Italia sepanjang musim. Setidaknya mereka bisa fokus di dua kompetisi tersebut dari awal, tapi Inzaghi tak punya alasan lagi jika hasil yang diraih di akhir musim nanti kembali mengecewakan.

Menggantikan Clarence Seedorf yang didepak sebelum penunjukkannya, Filippo Inzaghi memiliki tugas berat mengangkat prestasi Milan. Setan Merah mencapai titik terendah dalam beberapa musim terakhir dengan finis di peringkat delapan musim lalu, sekaligus memastikan mereka absen di sepakbola Eropa untuk kali pertama dalam 16 tahun.

Pippo memang tak punya jam terbang tinggi di dunia pelatih, tapi dia mengantungi latar belakang cukup bagus sebagai pemain. Sederet trofi dipersembahkan pelatih 41 tahun sepanjang berkarier di lapangan hijau. Dengan seragam Juventus, Inzaghi menyabet Scudetto, Piala Super Italia dan Piala Intertoto. Bersama Milan, catatannya lebih manis: Scudetto dua kali, dua Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub termasuk di antara sederet trofi lainnya.

Selepas gantung sepatu dua tahun lalu, Inzaghi memulai karier pelatih di awal musim 2012/13 dengan menandatangani kontrak dua tahun untuk menangani tim Primavera. Baru pada 9 Juni silam dia resmi ditunjuk sebagai pelatih tim utama, menggantikan Seedorf.

"Saya terhormat dan bangga menjadi pelatih sebuah tim yang begitu lama telah menjadi bagian dari hidup saya dengan sejumlah kenangan indah. Saya akan memberikan segalanya, semangat dan determinasi bagi Milan seperti yang selalu saya perlihatkan sebagai pemain maupun pelatih tim muda,” ucap Pippo saat dinobatkan sebagai pelatih.

Meski minim pengalaman, Milanisti berharap Inzaghi dapat seperti Pep Guardiola yang mengukir prestasi manis di musim perdananya bersama Barcelona setelah diangkat dari tim junior.

Stephan El Shaarawy
Meski dikenal cukup dekat dengan Mario Balotelli, kepergian striker bengal ke Liverpool bisa jadi secara pribadi diamini Stephan El Shaarawy. Tanpa Super Mario, peluang El Shaarawy mencuat sebagai bintang I Rossoneri makin besar, seperti ketika dia menjadi penyelamat klub sebelum kedatangan Balotelli pada Januari tahun lalu.

Pada paruh pertama musim 2012/13, El Shaarawy finis sebagai top skor Serie A dan Milan dengan 16 gol namun dia mengalami kesulitan menemukan performa terbaik di paruh kedua musim. Kini, setelah musim lalu dihantam rangkaian cedera, El Shaarawy bakal bekerja keras mencuri perhatian Inzaghi untuk mendapat kepercayaan memimpin lini depan Setan Merah.

Andrea Poli
Andrea Poli memang baru semusim berseragam Milan, tapi dia bisa diandalkan di lini tengah sebagai pengatur serangan. Dari total 26 kali tampil di Serie A musim lalu, 18 di antaranya dia main sejak menit pertama dan menorehkan dua gol. Minus kapren Montolivo yang masih dibekap cedera hingga Oktober mendatang, Poli bisa menjadi jenderal lapangan tengah Milan.

Mattia De Sciglio
Musim 2013/14 menjadi musim mengecewakan buat Mattia De Sciglio. Dia melewatkan total 20 pertandingan akibat sejumlah cedera yang membatasi dengan hanya 21 penampilan di semua kompetisi.

Meski demikian, Paolo Maldini baru ini tetap masuk salah satu defender terbaik di Italia. Beruntung, usianya baru 21 sehingga dia masih punya banyak waktu untuk mengembangkan penampilannya. Dia juga bisa bermain di sisi kanan atau kiri pertahanan, plus peran sebagai wing-back.

Prediksi
Kembali kehilangan bintang, tidak mudah buat Inzaghi mengembalikan kejayaan I Rossoneri. Tapi di sisi lain, hilangnya Balotelli justru bisa dimanfaatkan eks penyerang ini untuk membuat tim lebih menyatu dan tidak mengandalkan satu pemain. Inzaghi mungkin bisa berkaca pada sukses Jerman di Piala Dunia baru-baru ini yang mengandalkan kolektivitas tim - bukan individu - untuk mengecap sukses.

Target kembali ke jalur Eropa setidaknya harus diraih di musim pertama Inzaghi jika dia tak mau bernasib sama seperti Allegri dan Seedorf.

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics