PREVIEW Serie A Musim 2014/15: FC Internazioanale

Serie A Italia 2014/15 akan segera bergulir, berikut peta kekuatan FC Internazionale yang musim lalu menempati posisi lima besar.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Setelah mengalami keterpurukan pada musim 2012/13 ketika menempati posisi sembilan di klasemen akhir Serie A Italia, FC Internazionale mulai menunjukkan grafik meningkat di musim berikutnya ketika kursi pelatih diberikan kepada Walter Mazzarri dan juga datangnya presiden baru, Erick Thohir.

La Beneamata sukses mengunci posisi lima besar pada musim 2013/14 dan berhak kembali terlibat di pentas Eropa, meski hanya di kompetisi 'kasta kedua', yaitu Liga Europa.

Kebangkitan musim lalu akan berusaha diteruskan oleh Inter di musim ini, ambisi itu terlihat dengan adanya revolusi di tubuh tim. Kapten Javier Zanetti pensiun dan diangkat sebagai wakil presiden agar semangat juang sosok asal Argentina itu tetap mewarnai klub, dan kemudian tiga pemain tim Tango lainnya ikut dilepas, yaitu Walter Samuel, Diego Milito dan Esteban Cambiasso.

Tetapi kepergian pemain-pemain yang berjasa besar dalam keberhasilan Inter meraih Treble Winners pada 2010 itu tidak ingin menjadi hal yang sia-sia. Thohir dan Mazzarri bergerak cepat di bursa transfer untuk mendatangkan pemain-pemain yang mampu menutupi lubang yang ditinggalkan.

Bek Manchester United, Nemanja Vidic, berhasil direkrut dengan status bebas transfer. Meski sudah berusia kepala tiga, eks kapten Setan Merah itu diyakini akan membuat lini belakang Inter lebih solid dengan pengalaman dan juga kepemimpinan yang ia miliki. Hal tersebut memang sangat dibutuhkan mengingat Inter memiliki bek muda seperti Andrea Ranocchia dan Juan Jesus.

"Vidic adalah pemain luar biasa dengan pengalaman yang sangat banyak," ujar Kovacic mengenai pemain asal Serbia tersebut. "Inter benar-benar membutuhkan pemain seperti dia."

Setelah Vidic, beberapa nama kemudian menyusul datang ke Giuseppe Meazza, seperti Dodo yang direkrut dari AS Roma, Rene Krhin dari Bologna, Yann M'Vila yang dipinjam dengan opsi permanen dari Rubin Kazan dan juga Daniel Osvaldo dari Southampton yang harus ditukar dengan Saphir Taider.

Terakhir, Inter sukses mendapatkan tanda tangan gelandang tangguh asal Cili, Gary Medel dari klub Inggris, Cardiff City. Pemain berusia 27 tahun itu diyakini akan menjadi sosok pengganti yang pas untuk Cambiasso, meski sebelumnya Inter telah mendatangkan dua gelandang bertahan yaitu M'Vila dan Krhin.

"Saya senang berada di sini dan siap menjadi penerus Esteban Cambiasso," ujar Medel dengan percaya diri.

Seperti yang diketahui, Medel tampil sebagai starter di semua pertandingan Cardiff pada Liga Primer Inggris musim lalu, dan ia juga tampil menawan di Piala Dunia 2014 bersama timnas Cili sebelum disingkirkan oleh tuan rumah Brasil.

Dengan masuknya bintang-bintang baru tersebut, ditambah dengan pemain-pemain yang sudah ada seperti Rodrigo Palacio yang mampu mengemas 17 gol dan tujuh assist musim lalu, kemudian gelandang kreatif dalam sosok Mateo Kovacic dan Ricky Alvarez, dan juga penjaga gawang tangguh Samir Handanovic, Inter memiliki peluang untuk mengembalikan kejayaan mereka seperti di era Jose Mourinho.

Kepercayaan diri tim sudah dapat terlihat di pramusim ketika mereka mampu mengimbangi tim-tim besar seperti Real Madrid dan Manchester United di Amerika Serikat. Bahkan mereka mampu mengalahkan rival senegara, AS Roma, dengan skor 2-0 di negeri Paman Sam tersebut.

Meski dua pertandingan pramusim terakhir Inter berakhir mengecewakan, yaitu ditumbangkan Eintracht Frankfurt dan ditahan imbang PAOK, potensi yang dimiliki skuat Walter Mazzarri itu sudah membuat Interisti merasa optimistis untuk musim baru.

Mazzarri telah berusaha mematangkan formasi 3-5-2 sejak ia datang pada musim 2013/14, oleh karena itu, tidak ada alasan mengapa ia harus mengubah formasi yang sudah akrab di sebagian besar anak asuhnya untuk kompetisi musim baru nanti.

Penjaga gawang utama dipastikan akan tetap milik Handanovic, dengan didukung Juan Carrizo, Vid Belec dan Tommaso Berni di belakangnya. Kemudian pada sektor tiga bek, Nemanja Vidic dipastikan akan mengisi satu slot dengan didampingi Andrea Ranocchia yang menjadi kapten. Satu tempat lagi diperkirakan akan dihuni oleh Juan Jesus, menyusul kembalinya Rolando ke FC Porto.

Di lini tengah, dua sayap Inter musim lalu, Yuto Nagatomo dan Jonathan diperkirakan akan kembali dipercaya untuk menghuni starter, dengan pemain-pemain seperti Dodo, D'Ambrosio dan lainnya siap menggusur apabila mendapatkan kesempatan.

Di tengah, Medel dan Hernanes kemungkinan akan mengisi posisi dalam, kedua pemain tersebut bisa saling bergantian untuk membantu serangan dengan pemain asal Cili lebih difokuskan untuk bertahan melapisi tiga bek yang ada di belakangnya.

Untuk membantu serangan, bintang muda asal Kroasia, Kovacic bisa menjadi pilihan, di samping Ricky Alvarez atau Fredy Guarin. Namun, nama terakhir masih belum diketahui apakah ia akan tetap berseragam Inter atau tidak, menyusul rumornya dengan Tottenham Hotspur.

Di lini depan, Palacio diperkirakan akan mengisi salah satu slot, mengingat ia sangat rajin dalam mencari bola dan juga cerdik di dalam kotak penalti, ia akan dilapisi oleh Ruben Botta yang sukses mengemas satu gol pada laga pramusim. Sebagai duetnya, eks striker Juventus, Osvaldo, akan bersaing dengan striker muda Icardi.

Walter Mazzarri adalah sosok pelatih yang sangat mengenal sepakbola Italia, karirnya menanjak setelah membawa Sampdoria menembus partai final Coppa Italia pada musim 2008/09, dengan mengalahkan FC Internazionale yang saat itu berstatus juara bertahan, sebelum akhirnya tumbang di partai final.

Kesuksesannya bersama Il Samp membuat ia ditarik oleh Napoli, dan di San Paolo, namanya semakin berkibar di pentas sepakbola Italia.

Ia berhasil meraih gelar juara pertamanya ketika mengantarkan Partenopei menjadi juara Coppa Italia pada musim 2011/12. Namun, itu menjadi satu-satunya trofi Mazzarri hingga sejauh ini, setelah ia gagal merengkuh Piala Super Italia pada tahun 2012.

Pada musim 2013/14, ia berhasil membawa Napoli menduduki peringkat kedua di klasemen akhir Serie A Italia. Prestasinya itu membuat dia dipercaya untuk menangani FC Internazionale di musim berikutnya, menggantikan Andrea Stramaccioni yang gagal memenuhi ekspektasi.

Hasilnya, ia cukup sukses membawa Inter yang berada dalam periode transisi kembali menembus kancah Eropa dengan menempati posisi lima besar. Dan musim ini, Mazzarri tetap diberikan target yang sama, yaitu lolos ke pentas Eropa, mengingat masa transisi Inter masih berjalan.

Dengan pemain-pemain baru yang berkualitas dan semakin akrabnya skuat Inter dengan skema yang ia terapkan, zona Liga Champions tentu berada dalam jangkauan pelatih kelahiran San Vicenzo, 52 tahun silam, tersebut.

"Ini adalah era baru dan setelah menghabiskan satu musim di sini, kali ini saya akan mampu bekerja lebih baik lagi di tim. Mengapa saya antusias? Karena kepercayaan manajemen klub kepada saya sejak awal. Kemudian bagaimana fans menyambut kami di Pinzolo. Para pemain dan saya sudah siap," ujar Mazzarri.

"Saya merasa antusias seperti saat hari pertama di klub. Anda tahu apa tim saya: Mereka memilik semangat juang, jiwa, identitas dan mereka selalu ingin lebih. Itulah yang kami incar dan kami berjalan ke arah sana."

Nemanja Vidic jelas akan menjadi palang pintu yang paling diandalkan oleh FC Internazionale untuk mengarungi tiga kompetisi di musim 2014/15. Kepemimpinan (meski tidak akan mengenakan ban kapten) dan juga pengalamannya akan menjadi modal paling dibutuhkan oleh tim.

Musim lalu, pertahanan Inter termasuk salah satu yang terbaik, dengan menjadi tim nomor tiga yang kemasukan paling sedikit (di bawah Juventus dan AS Roma, setara dengan Napoli). Kehadiran Vidic diyakini akan membuat lini belakang Inter, setidaknya sama kuat dengan musim lalu.

Kemudian di lini tengah, Gary Medel akan menjadi poros kekuatan baru bagi La Beneamata sepeninggal Esteban Cambiasso. Gaya mainnya yang lugas dan etos kerjanya yang tinggi, akan mengangkat semangat juang tim.

Selain itu, ia juga mampu bermain di berbagai posisi selain gelandang bertahan. Ia bisa menempati posisi bek tengah yang membuat kemampuannya dalam bertahan sudah tidak perlu diragukan lagi. Medel juga bisa beroperasi sebagai bek kanan, yang menampakkan kemampuannya dalam membantu serangan, terutama dalam kecepatan dan distribusi bola.

Di lini depan, striker Argentina, Rodrigo Palacio akan kembali menjadi kartu truf bagi La Beneamata. Kehadiran Daniel Osvaldo tentu akan membuatnya lebih memiliki ruang untuk bergerak, dan hal itu bisa ia manfaatkan untuk kembali mendulang gol-gol untuk klubnya.

Prediksi

Kematangan yang diperlihatkan skuat Inter pada ajang International Champions Cup di Amerika Serikat, membuat optimistis untuk kompetisi musim 2014/15 semakin meninggi.

Kehadiran pemain-pemain berpengalaman untuk menggantikan pemain-pemain yang hengkang, dan juga untuk menambah kedalaman skuat, bisa membawa Inter melaju jauh dalam tiga kompetisi yang mereka ikuti musim ini.

Untuk Serie A Italia, zona Liga Europa adalah posisi minimal yang bisa digapai oleh skuat asuhan Walter Mazzarri. Sementara peluang juara di Coppa Italia sangat terbuka bagi Inter, dan di Liga Europa, babak semi-final bisa menjadi target untuk tahun ini.

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics