PREVIEW Serie A Musim 2014/15: AS Roma

Setelah kompetisi yang mengesankan di musim lalu, AS Roma tak bisa dimungkiri menjadi salah satu kekuatan baru tapi lama di Serie A Italia.

OLEH TAUFIK BAGUS

Setelah kompetisi yang mengesankan di musim lalu, AS Roma tak bisa dimungkiri menjadi salah satu kekuatan baru tapi lama di Serie A Italia. Tapi, tuntutan baru dan sejumlah variabel yang belum teruji, membuat Scudetto mungkin terlalu berat untuk dipenuhi.
Masihkah Anda meragukan kekuatan AS Roma setelah melihat performa Francesco Totti dkk di musim lalu? Apakah kans juara skuat asuhan Rudi Garcia itu kemudian terbuka sedemikian lebar di musim ini?

Dengan panjangnya durasi kompetisi berjalan dan beragam lawan yang harus dihadapi, ditambah sejumlah variabel faktor tak terduga yang mungkin terjadi, menegaskan AS Roma akan meraih scudetto di musim depan adalah sesuatu yang berlebihan.

Tapi bukan berarti Romanisti tak memiliki alasan untuk tidak optimistis. Bagaimana tidak, skuat yang dimiliki Rudi Garcia bisa dikatakan memiliki kualitas yang lebih baik dibanding musim lalu, meski hanya ada beberapa pemain saja yang didatangkan musim panas ini, setidaknya hingga berita ini diturunkan.

Adalah Juan Iturbe dan Ashley Cole sebagai dua penggawa baru AS Roma di musim ini yang bisa dipastikan menjadi starter. Keduanya menjadikan skuat AS Roma lebih memiliki kedalaman dibanding sebelumnya.

Sementara Davide Astori memberikan opsi lain untuk menambah kualitas lini belakang AS Roma, dan Urby Emanuelson menambah pilihan di sektor bek sayap, yang berarti lini belakang AS Roma tak lagi kekurangan pemain.

Yang sedikit mencemaskan adalah kondisi di lini tengah dan depan. Tak banyak pilihan bagus yang dimiliki Rudi Garcia di sektor ini. Alessandro Florenzi mungkin menjadi satu-satunya opsi yang menjanjikan yang dimiliki AS Roma di ranah pemain pengganti, selain barisan gelandang strater seperti Daniel De Rossi.

Sementara di lini depan, Marco Borriello dan Mattia Destro mungkin tak cukup untuk menjadikan Roma lebih kompetitif di musim depan, termasuk dengan keberadaan Francesco Totti sekali pun.

Tapi, Rudi Garcia memiliki segudang rencana. Ia memiliki versi upgrade strategi dari tim yang sama kita saksikan di musim lalu. Dengan mempertahankan gaya menyerang, Garcia memiliki sejumlah formasi dan taktik turunan untuk memaksimalkan potensi pemainnya. Hal ini bukanlah sesuatu yang buruk, tapi jangan juga terlalu optimistis. Mungkin Juventus, pesaing utama di musim lalu, tak lagi sekuat sebelumnya, yang memungkinkan AS Roma lebih mampu bersaing di papan atas. Tapi faktanya, segala sesuatunya sudah berbeda dibanding tahun lalu. Setidaknya ada dua faktor yang harus diperhitungkan.

Yang pertama, AS Roma akan ambil bagian di kompetisi Liga Champions, turnamen yang membutuhkan ekstra tenaga dan konsentrasi dari siapa pun yang terlibat di dalamnya. Bagi sejumlah pemain, bermain di Liga Champions adalah pengalaman baru buat mereka. Bahkan pelatih Rudi Garcia selalu gagal membawa timnya lolos dari fase grup.

Yang kedua, sukses AS Roma musim lalu tak bisa dilepaskan dari penurunan performa tim dari kota Milan. AC Milan dan FC Internazionale di musim depan siap memposisikan diri sebagai salah satu kandidat scudetto. Belum lagi Napoli dan Fiorentina yang bakal ikut meramaikan persaingan.

Karena itulah, bila bisa menyudahi musim depan, minimal, dengan menyamai rekor di musim sebelumnya, ditambah keberhasilan Totti cs menembus fase gugur Liga Champions, bisa dikatakan AS Roma sudah mencapai level sukses yang lebih tinggi. Sementara target jangka panjang adalah dengan menjaga konsistensi mereka untuk terus terlibat dalam persaingan tiga besar dan Liga Champions harus bisa diwujudkan, yang mana langkah awal sudah diambil sejak musim lalu.

PELATIH Rudi Garcia

Usianya masih terbilang muda, tapi berbicara pengalaman yang dimilikinya, Rudi Garcia pantas disejajarkan pelatih top generasi baru di Eropa.

Gaya dan strategi yang dimainkannya terus berkembang seiring berjalannya waktu, yang semakin menunjukkan jiwa mudanya sebagai sosok yang terus berkembang.

Taktik yang dimainkannya juga tidak konvensional. Jika banyak tim Serie A memainkan gaya 4-4-2, Rudi Garcia lebih memilih 4-3-3 dengan sejumlah turunannya, bahkan kerap melakukan perubahan dramatis menjadi 3-4-3.

Tapi dari strategi yang diusungnya itu, sudah jelas bahwa Rudi Garcia menginginkan permainan menyerang dari timnya. Tapi tak hanya sekadar menyerang, skuatnya juga diminta bermain dengan cerdik, kreatif, berdeterminasi dan tak kenal menyerah. Karena alasan itu juga dirinya mendatangkan pemain dengan karakter yang kurang lebih sama, seperti Seydou Keita, Arario dan Iturbe.

Tapi masih harus ditunggu kemampuannya mengatur semua yang dimilikinya, termasuk manajemen sumber daya manusia dengan AS Roma ambil bagian di tiga kompetisi untuk musim ini.

TIGA PEMAIN ANDALAN AS ROMA 2014/15

Mehdi Benatia

Dengan pertimbangan Benatia masih bertahan hingga berakhirnya bursa transfer musim panas ini, maka lini belakang AS Roma akan memiliki salah satu bek terbaik di Eropa saat ini.

Pemain asal Maroko itu menunjukkan kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi bek andalan AS Roma. Karena faktor itu juga Benatia begitu banyak diburu oleh raksasa Eropa, sebutlah Barcelona dan Manchester United.

Miralem Pjanic

Seperti halnya musim lalu, Pjanic akan jadi andalan di sektor tengah karena kecerdasan dan kecerdikan yang dimilikinya. Rudi Garcia tahu potensi yang dimiliki pemain ini dalam hal mengirim umpan.

Tapi tak hanya itu saja, kapabilitasnya mengatur tempo bermain dan memberikan kejuta dari lini kedua yang membuat Pjanic pantas masuk dalam susunan skuat terbaik Serie A Italia musim lalu.

Mattia Destro

Mattia Destro akan menjadi penentu dan penuntas serangan AS Roma. Kondisinya saat ini sangat fit dan bagus, hal yang langka dimilikinya di musim lalu.

Dengan bantuan Gervinho dan Juan Iturbe, bukan tidak mungkin AS Roma menjadi salah satu tim terbaik di Italia dalam hal serangan di musim depan.

PREDIKSI Musim 2014/15

Persaingan bakal alot di papan atas dan dengan kembalinya AC Milan dan FC Internazionale dalam persaingan papan atas, AS Roma mungkin harus puas terlempar dari tiga besar, meski masih akan berlaga di Eropa musim depan.

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics