PROFIL: Eric Dier, The Next John Terry

Dier melakukan langkah tepat dengan bergabung ke Tottenham Hotspur karena kemampuannya diyakini akan semakin berkembang.

OLEH HAPPY SUSANTO Ikuti di twitter

"Tentu, saya ingin mengetes diri saya lawan yang terbaik dan Liga Primer merupakan kompetisi yang saya mimpikan untuk bermain di dalamnya," ujar Eric Dier pada 2010.
Kini, Dier sudah meninggalkan Sporting Lisbon dan resmi bergabung ke Tottenham Hotspur. Pemain serba bisa itu bakal mendapat kesempatan dari manajer Maurico Pochettino untuk bersinar di Liga Primer.

Dier pernah dipinjamkan ke Everton ketika masih menjalani pendidikan di akademi Sporting, yakni dari Januari hingga Juni 2011, meski terbilang gagal. Namun, ia akhirnya sukses lulus dari akademi klub Portugal tersebut, yang dulu juga pernah dirasakan oleh bintang-bintang dunia sekelas Cristiano Ronaldo dan Luis Figo.

Baru berusia 20 tahun, Tottenham harus membayar €5 juta untuk bisa mendapatkan tanda tangan Dier pada 2 Agustus 2014. Masa pengabdian sang pemain berlaku untuk lima tahun ke depan.

Pochettino akan memasang sang bek di sisi kanan dan gelandang bertahan. Pemain yang lahir pada 15 Januari 1994 itu bahkan bisa memberi ancaman untuk Michael Dawson dan Younes Kaboul untuk perebutan posisi gelandang bertahan, meski usianya masih sangat muda.

Dier mungkin hanya membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi dengan sepakbola Inggris karena ia memiliki pengalaman Eropa. Liga Portugal memang tidak bisa dibandingkan dengan Liga Primer dalam soal kualitas, yang pertama adalah divisi di mana para striker akan membuat kesulitan bagi setiap bek sepanjang 90 menit pertandingan.

Dier mengakui dirinya sudah berkembang menghadapi situasi semacam itu sehingga ia tidak akan terkejut dengan permainan dengan kekuatan fisik seperti yang ditunjukkan Rickie Lambert dan Wilfried Bony.

"Di Inggris, striker akan melompat untuk melakukan sundulan, tapi di Portugal, mereka akan bergerak di sekitar Anda dan berusaha tetap menjaga Anda tetap di bawah, bahkan tidak perlu melihat bola sekalipun," ujar Dier.

Dier pernah merasakan bermain di dua negara - meski karir peminjaman dirinya di Everton terbilang kurang sukses - namun ia yakin pengalamannya di Portugal akan membantu dia dalam meraih masa depan.

Lahir di Cheltenham, Dier kemudian menuju ke Portugal di usia enam tahun dan langsung direkrut Sporting. Ia berhasil promosi ke skuat pertama pada musim lalu dan tampil 15 kali ketika Sporting finis di peringkat kedua Primeira Liga.

Gaya permainan Dier disebut-sebut mirip dengan John Terry, apalagi ia bakal menjadi pemain internasional penuh Inggris karena sudah lima kali tampil di timnas U-21. Ia juga bisa bermain di U-20, 19, dan 18, dan sekarang secara reguler berada di bawah asuhan Gareth Southgate.

Pemain bernama lengkap Eric Jeremy Edgar Dier itu sebenarnya pernah didekati Federasi Sepakbola Portugal untuk bermain di timnas untuk masa depan, namun ia memutuskan bermain di timnas Inggris. Ia memperkuat skuat U-18 pada 2011 dengan satu kali tampil. Sempat membela timnas U-19 delapan kali dan U-20 empat kali. Sejak 2013, ia reguler bermain di skuat U-21.

Pelatih yang berjasa memanggil Dier pertama kali ke skuat Inggris, yakni U-18, adalah Noel Blake, ketika lawan Slovakia. Sang bek bahkan bermain penuh selama 90 menit dengan hasil pertandingan imbang 1-1. Pada 28 Mei 2013, ia masuk ke dalam skuat besutan Peter Taylor untuk ajang Piala Dunia U-20 2013. Debutnya terjadi pada 16 Juni, dengan kemenangan 3-0, dalam sebuah pertandingan persahabatan kontra Uruguay. Sementara itu, debutnya di U-21 terjadi pada 13 Agustus 2013 ketika timnya menang 6-0 atas Skotlandia.

Dier diprediksi bakal semakin kuat di Spurs. Dikenal sebagai remaja yang membumi, ia telah melakukan tahapan penting dalam karirnya sejauh ini, meski harus tetap bertahan di Portugal karena keputusan kedua orang tuanya yang pulang kampung pada 2010.

Berkembang di Portugal, Dier sempat dikait-kaitkan dengan sejumlah klub besar Inggris, yakni Arsenal, Manchester United, dan Liverpool. Namun, ia melakukan pilihan cerdas dengan bergabung ke Spurs. Pochettino tampaknya terpengaruh dengan sebuah mantra, "Kalau Anda cukup bagus, maka Anda cukup tua." Dengan demikian, sang manajer sepertinya akan memberi peluang masuk ke dalam tim pertama di klub London Utara itu.

Dier memang punya talenta bagus, meski belum begitu terbukti jauh karena ia baru sekali menjalani musim penuh. Namun, Spurs akan menjadi tempat yang sangat positif untuk mengembangkan talentanya itu. Terbukti, Gareth Bale, Nabil Bentaleb, dan Harry Kane bisa mendapatkan manfaat dari kesempatan di sana.

Dier sudah memenuhi mimpinya bermain di Liga Primer, dan ia sudah membidik tempat di skuat Inggris besutan Roy Hodgson. "Saya rasa mimpi setiap anak adalah bermain untuk Inggris dan bermain untuk negara Anda," ujarnya.

Hodgson sudah memantau White Hart Lane dalam beberapa musim terakhir, dan kalau Dier impresif, maka bukan mustahil, ia akan segera dipanggil ke skuat The Three Lions.

addCustomPlayer('h5656ygr4rzs1iyo1wbxb8w3g', '', '', 620, 540, 'perfh5656ygr4rzs1iyo1wbxb8w3g', 'eplayer4', {age:1407084032078});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics