Profil Klub Indonesia Soccer Championship A 2016: Bhayangkara Surabaya United

Bhayangkara SU berambisi menjadi kekuatan baru dengan menargetkan posisi lima besar pada gelaran ISC tahun ini.

Gelaran kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 dipastikan akan memiliki warna berbeda dengan kehadiran tim pendatang baru bernama Bhayangkara Surabaya United.

Bhayangkara SU sejatinya bukanlah sepenuhnya merupakan kontestan anyar. Dalam beberapa turnamen sebelumnya, mereka berpartisipasi dengan menggunakan nama Bonek FC hingga Surabaya United sebelum akhirnya melakukan proses merger dengan PS Polri untuk kemudian meluncurkan nama baru.

Meski memiliki latar belakang lembaga kepolisian, Bhayangkara SU tak sepenuhnya bermaterikan pemain dari institusi tersebut. Mayoritas skuat tetap akan diisi oleh penggawa lama Surabaya United termasuk bintang tim Evan Dimas, Otavio Dutra hingga Rudi Widodo.

Jelang berbulirnya ISC, Bhayangkara SU sudah melakukan serangkaian persiapan serius termasuk peluncuran tim secara resmi yang diadakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (24/4) sore WIB. Tim secara resmi diperkenalkan kepada publik oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Badrodin Haiti.

"Semoga Polri turut serta membangkitkan persepakbolaan di Indonesia selain juga melalui sepakbola dapat lebih mendekatkan diri kemasyarakat. Seluruh masyarakat diharapkan turut andil dalam memajukan persepakbolaan Indonesia termasuk saya dan jajaran Polri akan bisa memajukan sepak bola ini," demikian harapan Kapolri.

Sementara berbicara mengenai target, tim yang dipimpin oleh mantan manajer tim nasional Indonesia U-23, Gede Widiade ini berambisi menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di kancah sepakbola tanah air. Di ISC sendiri, Bhayangkara SU mematok finis di posisi lima besar menjadi capaian yang harus bisa diwujudkan.

"Kami inginnya masuk lima besar. Semoga dengan adanya tim ini, masyarakat Surabaya bisa memiliki idola baru," tutur Gede.

PELATIH: Ibnu Grahan

Sempat dikabarkan bakal merekrut pelatih baru, Bhayangkara SU kemudian memutuskan untuk mempertahankan posisi Ibnu Grahan sebagai nahkoda tim untuk mengarungi ISC.

"Posisi Ibnu sebagai pelatih tidak berubah untuk ISC. Kami sengaja tak melakukan perubahan terlalu drastis pada tim karena selama ini sudah melakukan persiapan. Hanya ada penambahan pemain saja," ungkap Rahmad Sumanjaya selaku direktur operasional tim.

Nama juru taktik berusia 49 tahun itu sebenarnya tak asing bagi publik Surabaya. Ibnu menghabiskan sebagian besar kariernya baik saat aktif bermain maupun dalam dunia kepelatihan bersama dengan Persebaya.

Usai dipastikan tetap menangani Bhayangkara SU, pelatih kelahiran Surabaya itu langsung menggeber persiapan tim secara maksimal. Catatan positif dibukukan Ibnu dalam proses persiapan menuju turnamen sesungguhnya dengan membawa tim menjadi kampiun Trofeo Bhayangkara 2016 dengan menungguli Madura United dan Deltras Sidoarjo.

"Sampai saat ini, kita belum diberitahu soal target di ISC oleh manajemen. Tapi, dengan bergabungnya kita dengan PS Polri, saya pribadi sebagai pelatih punya target bisa masuk empat besar," tutur Ibnu sembari mengungkapkan ambisi pribadinya.

PEMAIN ANDALAN: Evan Dimas

Beruntung Bhayangkara SU bisa memiliki pemain sekaliber Evan Dimas, yang kerap digadang-gadang sebagai salah satu bintang masa depan Indonesia.

Nama eks kapten timnas Indonesia U-19 tersebut dipastikan akan menjadi bagian skuat Bhayangkara SU untuk tampil di ISC selepas pulang dari kegiatan trialnya di Spanyol bersama Espanyol pada bulan Mei mendatang.

Kendati usianya tergolong masih belia, namun segudang pengalamannya baik dalam pentas domestik maupun internasional seperti saat sukses merengkuh trofi Piala AFF U-19 pada 2013 lalu bakal menjadi tambahan berharga bagi skuat.

Belum lagi ditambah dengan sosok Evan yang punya kreativitas tinggi sebagai pengatur serangan tim serta tak jarang menjadi pemecah kebuntuan tim dari sektor kedua. Tentunya keberadaan gelandang yang pernah mendapatkan ilmu di akademi Barcelona tersebut akan sangat penting bagi Bhayangkara SU.

"Kami bersykur Evan Dimas berarti bisa memperkuat Bhayangkara Surabaya United di Indonesia Soccer Championship atau ISC 2016. Nanti sepulang dari Spanyol, pasti ada sesuatu yang beda dari cari bermain olah bolanya," ujar Rahmad Sumanjaya.