Profil Klub Indonesia Soccer Championship A 2016: Pusamania Borneo FC

PBFC menargetkan tembus papan atas ISC A.

Dua tahun lalu, tak ada yang memperhitungkan Pusamania Borneo FC (PBFC) dalam persaingan memperebutkan tiket menuju Indonesia Super League (ISL) pada Divisi Utama 2014. Saat itu, klub yang mengakuisisi perusahaan yang menaungi Perseba Super Bangkalan ini masih kalah mentereng dengan nama Persikabo Bogor, PSIS Semarang, PSS Sleman, bahkan Persiwa Wamena.

Namun dalam perjalanannya, PBFC mampu mendapatkan tiket ISL setelah menaklukkan PSGC Ciamis di semi-final lewat adu tendangan penalti. Bahkan, menyabet juara Divisi Utama dengan catatan kemenangan sempurna di Stadion Segiri, Samarinda. Sejak saat itulah klub asal kota Samarinda ini mendapatkan julukan Bayi Ajaib.

Sayang, mereka gagal memberikan pembuktian lagi ketika berkiprah di ISL 2015. Pasalnya, ISL 2015 dihentikan oleh PSSI dengan alasan force majeure. Ketika itu, tim Pesut Etam baru mencicipi dua pertandingan di kompetisi level teratas Indonesia.

Di tengah vakumnya kompetisi, PBFC tak pernah absen mengikuti berbagai turnamen level nasional. Lewat berbagai turnamen itu, nama PBFC pun semakin melambung. Di Piala Presiden 2015, mereka berhasil melaju hingga babak perempat-final. Capaian itu diperbaiki pada Piala Jenderal Sudirman dengan berhasil menembus babak semi-final. Puncaknya, mereka mampu meraih juara Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2016.

Tapi, performa mereka menurun drastis di Piala Bhayangkara 2016. Di mana langkah mereka sudah terhenti di babak penyisihan grup dengan menderita tiga kali kalah dan hanya meraih satu kemenangan.

Rentetan hasil tersebut membuat PBFC cukup diperhitungkan di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Dengan materi rata-rata pemain muda yang dipadu pemain senior, pemilik klub H. Nabil Husein Said Amin, memberi target klubnya bisa berbicara di papan atas.

"Saya tidak ingin numpang lewat di ISC, makanya kami rekrut pelatih dan pemain yang tidak main-main juga. Kita lihat saja bagaimana nanti," kata Nabil.

Beberapa rekrutan anyar yang berhasil didatangkan. Di antaranya Dian Agus Prasetyo, Zulkifli Syukur, Alfin Tuasalamony, Pedro Javier Velazquez, hingga Jefri Kurniawan. Mereka akan ditopang wajah lama seperti Diego Michiels, Terens Owang Puhiri, serta Ponaryo Astaman. Nantinya, para pemain itu bakal dipoles pelatih asal Montenegro, Dragan Djukanovic.

PELATIH: Dragan Djukanovic

PBFC kembali menggunakan jasa pelatih asing untuk ISC A nanti. Adalah Dragan Djukanovic, yang mereka datangkan untuk meracik strategi Ponaryo Astaman dan kawan-kawan.

Dalam rekam jejaknya sebagai pelatih, Djukanovic disebut-sebut pernah memoles nama biasa yang kini menjadi bintang papan atas Eropa. Di antaranya bek Chelsea, Branislav Ivanovic, serta Aleksander Kolarov, yang kini memperkuat Manchester City.

Djukanovic yang terakhir melatih klub Montenegro, FK Lovcen, merasa tertantang untuk membuktikan kemampuannya dalam mengasah pemain muda di Indonesia. Ini pertama kalinya pelatih berusia 46 tahun itu menjalani karier di Indonesia.

"Tim ini saya lihat memiliki materi pemain kualitas yang bagus. Namun, saya perlu peningkatan fisik mereka setidaknya sampai 98 persen sebelum kita terjun di ISC," ucap Djukanovic, di awal kedatangannya di PBFC.

PEMAIN ANDALAN: Tarik Michel Kedes Boschetti

Ketampanan memang bukan hal utama bagi pemain sepakbola. Tapi bagi pemain yang satu ini, wajah dan badan yang tegap setidaknya menjadi modal bagus bagi tim untuk menarik penonton wanita dalam pertandingan PBFC di Stadion Segiri.

Apalagi, ia sudah dijuluki "Ivan Rakitic" di Samarinda karena kemiripan permainan dan wajahnya dengan gelandang Barcelona tersebut.

Memiliki dua paspor yaitu Brasil dan Italia, Boschetti memiliki rekam jejak bagus untuk tim yang dibelanya. Sebelum diambil PBFC dalam status bebas transfer dari FC Osaka, ia pernah membela klub besar Brasil, Athletico Paranaense, dan dididik sejak U-17 di klub Internacional.

Di seluruh klub yang dibelanya selama ini, ia selalu menjadi pilihan utama bagi tim pelatih. Kelebihannya, bisa dimainkan di posisi bek tengah dan gelandang bertahan.

Pemain berusia 23 tahun itu, mampu bermain lugas ketika bertahan, tapi juga bisa melepas umpan-umpan memanjakan untuk lini serang PBFC. Bisa dibilang, Boschetti menjadi salah satu kunci permainan di skuat PBFC.