Profil Klub Indonesia Super League 2015: Gresik United

Laskar Joko Samudro yakin bisa menembus persaingan papan atas.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK
Hampir kembali terdegradasi di musim lalu, membuat manajemen Gresik United berbenah dalam menyongsong Indonesia Super League (ISL) 2015. Secara besar-besaran komposisi tim dirombak, dengan banyak mendatangkan pemain baru.
Tidak hanya sisi pemain, sektor pelatih juga menjadi perhatian utama tim yang dimanajeri Bagoes Cahyo Yuwono ini. Dengan mendatangkan sosok Liestiadi, yang berjasa mengantar Persiba Balikpapan tampil trengginas musim lalu, manajamen Laskar Joko Samudro berharap timnya bisa mencontoh kiprah Persiba untuk bisa bersaing di papan atas.
Untuk komposisi skuat, Liestiadi tidak terlalu mempermasalahkan keluarnya Otavio Dutra yang memilih gabung bersama Persebaya Surabaya. Sebagai gantinya, Sasa Zecevic yang pernah membela tim di musim 2012/13 kembali dipanggil memperkuat tim.
Sementara di lini tengah, Matsunaga Shohei tetap dipercaya sebagai motor serangan dalam mengatur ritme permainan. Terlebih, ia akan ditunjang oleh Diego Gama de Oliviera di posisi ujung tombak, yang digadang bakal menjadi mesin gol tim di musim depan.
Namun di posisi penjaga gawang, Gresik United hanya menyisakan nama Aji Saka sebagai bagian tim di musim lalu, setelah kontrak Hery Prasetyo dan Sukasto Effendi tidak lagi diperpanjang. Ini yang sempat menimbulkan keraguan di kalangan suporter setia mereka Ultrasmania, karena M Ridwan dan Bayu Anggara, dianggap kurang sepadan menjadi pelapis bagi Aji Saka.
"Itu wajar saja, karena M Ridwan dan Bayu, sebelumnya hanya bermain di pentas Divisi Utama (DU). Tapi saya tetap optimistis, mereka berdua bakal bisa memenuhi harapan jika dipercaya tampil di kompetisi nanti," tutur Liestiadi.
Selain tiga kiper tersebut, Gresik United bakal diperkuat oleh Supriyono, M Ikhwani, Rommy Agustiawan, Rendy Siregar, Wismoyo Widhistio, Lan Bastian, Rony Fatahillah, Agus Nova, serta M Rifky, di barisan pertahanan untuk musim depan.
Sementara di posisi gelandang, ada Fitra Ridwan, Bima Sakti Tukiman, Kacung Khoirul Munif, Donny Siregar, Dian Irawan, Khabib Syukron, M Kamri, Jejen Zainal Abidin, Rico Simanjuntak, serta David Faristian.
Dan di posisi penyerang, terdapat nama Yusuf Efendi, Dimas Drajad, serta Fachrizal Dilla. Dengan tiga penggawa asing seperti yang telah disebutkan sebelumnya yakni, Sasa, Matsunaga, serta Diego Gama.

Moncer bersama Persiba Balikpapan di ISL musim lalu, membuat manajemen Gresik United kepincut memikat sosok Liestiadi sebagai arsitek tim. Dengan kesepakatan yang ada, pelatih kelahiran Medan ini akhirnya mendarat di Gresik, sebagai nahkoda baru skuat Laskar Joko Samudro di kompetisi musim depan.
Lebih dari itu, Liestiadi dipilih manajemen Gresik United untuk menukangi tim di musim depan, karena dirasa cocok dengan visi dan misi dalam mengembangkan tim. Meski pertimbangan prestasinya bersama Persiba tetap menjadi salah satu pertimbangan kuat manajemen dalam mendatangkan mantan asisten Wim Rijsbergen di timnas Indonesia ini.
Sosok Liestiadi memang bisa dibilang sukses mengangkat prestasi Persiba pada ISL 2014. Sebab dari yang semula terjerembab di papan bawah wilayah timur, Persiba kemudian dibawanya finis di urutan kelima klasemen akhir.
"Selain memiliki lisensi A AFC, Pak Lies juga punya program lebih memaksimalkan potensi pemain lokal dan muda. Itu sesuai dengan harapan kami di musim depan," jelas Bagoes Cahyo Yuwono, manajer Gresik United.
Dan pembuktian awal, sudah dilakukan Liestiadi kepada manajemen Gresik United, dengan mengantar Laskar Joko Samudro tampil sebagai finalis Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) 2015. Sayang, pada turnamen pramusim tersebut langkah untuk meraih trofi terhenti, setelah dikalahkan Persik Kediri di partai final.

"Kami memang butuh pelatih muda dengan jam terbang tinggi untuk bersaing di kompetisi musim depan. Dan itu, kami lihat ada dalam diri Pak Lies. Semoga, beliau bisa membawa Gresik lebih berprestasi musim depan," papar Bagoes.
Sementara itu, Liestiadi berjanji akan berusaha maksimal untuk bisa mewujudkan ambisi serta cita-cita Gresik United di kompetisi musim depan. "Dengan materi yang ada, saya akan berusaha maksimal, untuk bisa membawa Gresik bersaing di papan atas," ucap Liestiadi.

Sempat menjalani seleksi bersama Pusamania Borneo FC, Diego Gama de Oliviera akhirnya menjalin kesepakatan dengan Gresik United, untuk melakoni kerasnya Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Karier striker asal Brasil ini membuat manajemen dan tim pelatih Gresik United terpesona untuk merekrutnya sebagai andalan di posisi ujung tombak. Pelatih Gresik United, Liestiadi, pun sudah mengatakan Diego Gama bakal diplot sebagai targetman.
Meski demikian, Diego Gama belum memperlihatkan apa yang didengungkan selama ini sebagai striker mematikan. Pasalnya, dalam beberapa laga uji coba di pra-musim, pemain berusia 31 tahun ini belum sekalipun mempersembahkan gol bagi Laskar Joko Samudro.
"Memang ada perbedaaan antara saat latihan dengan di laga uji coba. Karena saat latihan, ia (Diego Gama) sering mencetak gol, bahkan dari posisi sulit. Tapi pada saat uji coba kemarin, ia belum sekalipun mencetak gol. Semoga, itu akan berubah saat kompetisi resmi dimulai," harap Liestiadi.
Mantan asisten pelatih Wim Rijsbergen di timnas Indonesia ini berharap, Diego Gama bisa segera beradaptasi dengan pola permainan yang akan diusung Laskar Joko Samudro di kompetisi musim depan. Termasuk, Liestiadi akan mengasah barisan gelandangnya untuk lebih mengetahui umpan ‘kesukaan’ Diego Gama.
"Saya akan terus berusaha untuk meningkatkan permainan, agar peak performance bisa keluar saat kompetisi nanti. Saya akan berusaha keras, untuk selalu bisa cetak gol untuk Gresik. Tak perlu harus top skor, tapi yang penting bisa buat tim selalu meraih kemenangan di setiap pertandingan," ujar Diego Gama.(gk-43)

//

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.