Profil Klub Indonesia Super League 2015: Persiba Balikpapan

Tim Beruang Madu tetap realistis hanya menargetkan papan tengah.

LIPUTAN ABRAHAM JOHAN DARI BALIKPAPAN
Seperti musim 2014, musim ini Persiba Balikpapan kembali tanpa dihuni pemain bintang. Kondisi itu membuat manajemen tim Beruang Madu pun mencoba realistis. Tim kebanggaan masyarakat Kota Balikpapan itu tak memasang target tinggi.
"Kami tidak ingin muluk-muluk musim ini, cukup saja papan tengah di akhir klasemen. Kami tidak target juara. Bisa papan atas saja kita syukur. Kendala kami hanya soal stadion," kata Syahril MH Taher, Ketua Umum Persiba.
Menurut Syahril, Persiba baru akan memasang target juara ketika stadion baru yang saat ini sedang dalam pembangunan. Saat ini, Antonio Teles dan kawan-kawan masih menggunakan Stadion Parikesit milik PT. Pertamina.
"Persiba akan sulit menjadi juara kalau stadion belum selesai. Nanti kalau stadion kita sudah jadi, baru kita targetkan juara. Dan kita memang harus juara. Tapi kita berterima kasih karena Pertamina selama ini telah meminjamkan stadion," terangnya.
Soal materi pemain, Syahril tidak khawatir karena dianggap lebih baik dari musim sebelumnya, meski tanpa pemain bintang. Bahkan, pria yang juga menjabat Presiden Direktur PT Liga Indonesia itu cukup optimistis, Persiba yang musim ini 70 persen muka baru akan mampu menyulitkan tim-tim besar.
"Tim kami cukup baik, tidak kalah dengan tim lain. Kita lihat hasil waktu di Padang, kita mampu tampil baik. Artinya skuat ini cukup baik, tapi memang kita tidak target juara," bebernya.

Pecinta sepakbola di Kota Balikpapan sempat kaget saat mengetahui manajemen Persiba mempercayakan Eddy Simon Badawi menukangi tim kesayangannya. Karena sebelumnya, beberapa nama pelatih top seperti Stefan Hansson, Peter Butler, Timo Scheunemann, Yudi Suryata, maupun Amir Yusuf Pohan disebut-sebut berminat menjadi pelatih Persiba.
Apalagi dilihat dari pengalamannya, mantan libero Persisam Samarinda era 80-an itu belum pernah menukangi klub ISL. Namun manajemen Persiba memiliki alasan sendiri mengapa menunjuk pelatih berlisensi A AFC itu.
"Dia punya jejak rekam yang bagus. Apalagi dia juga pelatih lokal dan putra daerah. Tentu menjadi kebanggaan putra daerah mendapat kepercayaan menjadi pelatih Persiba. Dia punya kualitas bagus sebagai pelatih," ucap Syahril MH Taher, Ketua Umum Persiba.
Syahril mengungkapkan, manajemen Persiba berkaca pada keberhasilan Djadjang Nurdjaman pelatih lokal yang sukses membawa Persib Bandung menjuarai ISL 2014. Pelatih lokal dianggap memiliki motivasi tinggi untuk membayar kepercayaan yang diberikan kepadanya.

"seperti Eddy Simon tentu punya motivasi lebih," tuturnya.
Eddy Simon pun langsung menjawab keoercayaan yang diberikan manajemen Persiba dengan membawa Persiba ke final turnamen pramusim Piala Wali Kota Padang 2015. Persiba bahkan mempermalukan tuan rumah Semen Padang dan tim asal Malaysia Sarawak FA.
"Saya tentu bangga bisa menjadi bagian dari Persiba. Tentu dengan kerja keras tim dan manajemen serta dukungan suporter maupun masyarakat Balikpapan, kita akan menjadi tim yang kuat, karena saya akan mmberikan yang terbaik," ucapnya.
Mengenai kekuatan Persiba musim ini, Eddy Simon merasa diuntungkan karena skuat asuhannya bukan tim yang dijagokan merebut juara ISL musim ini. Kata dia, menjadi tim yang diunggulkan justru akan menjadi beban bagi tim maupun pemain.
"Kami di Padang tidak diunggulkan, tapi justru kami tampil bagus. Hasil yang kami raih di Padang cukup bagus. Saya cukup optimistis dengan tim ini, dan memang sebagai pelatih saya harus optimistis. Skuat kami tidak kalah dengan tim lain," ujar pelatih kelahiran 10 November 1956 itu.

Sosok Antonio Teles merupakan pemain penting di lini tengah Persiba. Pemain bernomor punggung 28 ini merupakan jenderal lapangan tengah. Serangan Persiba selalu dimulai dari kaki pemain berdarah Brasil ini.
Pemain yang kenyang bermain di kasta kedua Liga Indonesia ini (Divisi Utama) memiliki umpan dan passing yang sangat akurat dan nyaris sempurna. Dia juga sangat berbahaya jika mendapat kesempatan melakukan tendangan bebas dari luar kotak penalti.
Eddy Simon pun memang sengaja membawa pemain yang sudah delapan tahun bermain di kompetisi Divisi Utama ini untuk bergabung bersama Persiba dari Persepar Palangkaraya. Eddy Simon mengakui sangat mengenal dan paham dengan kualitas Teles.
Bahkan, Eddy Simon tak ragu mempercayakan pemain kelahiran 2 September 1982 itu menjabat ban kapten Persiba musim ini. Karena dianggap mampu memimpin rekan-rekannya di atas lapangan maupun di luar lapangan.
"Selain karena sangat berpengalaman, dia punya rasa kepemimpinan yang baik di atas lapangan. Antonio Teles sudah bermain cukup lama di kompetisi Indonesia, sehingga sudah sangat paham," ucapnya.
Setelah resmi menjadi bagian dari skuat Persiba, Teles berjanji akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk mengangkat prestasi tim Selicin Minyak itu. Bahkan, dia yakin Persiba akan jadi tim kuat.
"Saya ingin membawa Persiba lebih baik dari musim sebelumnya. Saya percaya Persiba bisa menjadi tim hebat, asal kita semua kerja keras. Semua selalu mungkin dalam sepakbola, asalkan kita kerja keras," pungkasnya.

//

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.