Profil Klub Indonesia Super League 2015: Semen Padang

Semen Padang bertekad lebih baik dari musim lalu.

LIPUTAN RIZAL MARAJO DARI PADANG
Tahun pertama comeback ke Indonesia Super League 2014, Semen Padang tak cukup diperhitungkan, bahkan nyaris dipandang sebelah mata. Tapi dalam perjalanannya, tim Kabau Sirah mampu memberi warna tersendiri pada kompetisi.
Walaupun langkah Hengki Ardiles dan kawan-kawan harus terhenti di babak delapan besar, tapi secara kualitas permainan, tim yang saat itu dibesut Jafri Sastra tidak kalah dengan tim-tim papan atas. Bahkan Semen Padang tercatat sebagai satu-satunya tim yang mampu mempecundangi sang juara Persib Bandung, baik dalam laga kandang maupun tandang.
Menyongsong musim 2015, Semen Padang justru mengalami masa pramusim yang agak buram dan tim sedikit kehilangan gairah. Gagal di dua turnamen pramusim yang digelar di kandang sendiri, agaknya membuat manajemen tim gerah, dan berbuntut pada pemecatan Jafri.
Dipanggilnya kembali Nilmaizar mengisi kursi pelatih, diharapkan bisa mengembalikan gairah yang surut. Kedatangan sang nakhoda baru juga diharapkan bisa memberikan hasil lebih bagus.
Para suporter pun menyambut Nil dengan antusias. Bayangan tim yang bagus dan membanggakan semasa ditangani Nil musim 2010-2012, tampaknya belum hilang dari memori pendukung tim. Meskipun ada juga sebagian suporter yang menyayangkan pemecatan Jafri.
CEO baru PT Kabau Sirah Semen Padang, Daconi, menyebut alasan pihak manajemen menyerahkan tim pada Nil, karena diharapkan bisa memberi warna baru pada tim.
Ditambah pengalaman dan prestasi Nil, Semen Padang menitipkan harapan di pundak mantan pelatih timnas Indonesia itu. "Memang tahun ini kami berjalan dengan sedikit perubahan di jajaran manajemen dan tim pelatih. Harapan kami tentu saja dengan pengelolaan tim yang terus ditingkatkan, bisa memberi hasil yang lebih baik," ucap Daconi, yang menggantikan Erizal Anwar sebagai CEO.
Tentunya tugas yang tak ringan bagi Nil untuk menjawab ekspektasi yang cukup tinggi dari manajemen dan suporter. Apalagi kompetisi musim 2015 dipastikan akan berlangsung lebih ketat, berat, dan melelahkan dengan format satu wilayah.
Nil pun tak menjanjikan yang muluk-muluk, kecuali kesiapan bekerja keras untuk membuat timnya mampu bersaing dan mampu meraih hasil semaksimal mungkin di ISL 2015.
"Apresiasi saya yang tinggi untuk pelatih sebelumnya, karena pada prinsipnya saya hanya melanjutkan tugas-tugasnya. Apa yang dicapai tim musim lalu, tentunya akan menjadi tantangan sekaligus motivasi saya untuk mencatat hasil lebih baik lagi," ucapnya.
Selain itu, Nil juga hanya meminta dukungan semua pihak, termasuk manajemen dan suporter untuk saling mendukung dan punya komitmen yang sama untuk tim.
"Prestasi hanya bisa diraih, jika semua pihak yang terkait dengan tim bersatu dan saling mendukung. Sisanya, saya, tim pelatih, dan pemain akan bekerja keras di lapangan," tutupnya.

"Terima kasih untuk semua warga Kota Padang dan Sumbar, khususnya para supporter. Terima kasih atas dukungannya. Juga untuk Semen Padang, sebuah kehormatan yang luar biasa saya diberi kesempatan melatih tim ini. Insha Allah, saya akan kembali suatu saat nanti."
"Hanya itu yang bisa terucap dari saya, untuk membalas apreasiasi yang begitu tinggi dari publik. Diiringi aplaus panjang, saya membawa pemain berkeliling stadion menemui para penonton dan fans club seperti Spartacks dan The Kmer’s. Dua syal saya dapatkan masing-masing dari fans club itu, saya anggap itu sebagai tanda cinta dari mereka."

"Entahlah, apakah saya akan mendapatkan hal-hal seperti itu lagi suatu saat nanti. Di stadion ini, melatih Semen Padang FC lagi, dan menerima penghormatan seperti ini lagi, hanya perjalanan waktu yang bisa menjawabnya."
Itulah sedikit kutipan dari BAB V sub 5 buku "Autobiografi Nilmaizar" dengan judul sub "Saya Akan Kembali". Sebuah kisah sentimentil saat Nil meninggalkan Semen Padang untuk melatih timnas Indonesia, usai melaksanakan laga perpisahan Sabtu, 29 April 2012, ketika Semen Padang menghadapi Persebaya 1927 di Stadion H. Agus Salim, Padang.
Kini janji untuk kembali dipenuhi Nil, ketika dia dipanggil manajemen tim untuk kembali membesut Semen Padang untuk ISL 2015, usai pelatih Jafri Sastra diberhentikan manajemen tim. Kembali ke klub yang membesarkan namanya itu, tak ubahnya pulang ke rumah bagi lelaki kelahiran 2 Januari 1970 itu.
Namun begitu, Nil menyebut kepulangan ini bukan untuk bernostalgia, tapi dia sudah ditunggu pekerjaan yang maha berat. Membawa tim Kabau Sirah berprestasi lebih baik dari kompetisi musim sebelumnya. .
"Saya hanya akan bekerja keras, saya ingin tim ini mencatat hasil lebih baik musim ini. Saya ingin tim ini disegani dan bisa meraih hasil semaksimal mungkin di kompetisi. Saya optimistis, karena saya dan semua pemain, punya motivasi yang sama," ucapnya.
Diakui Nil, tak akan mudah bertarung di kompetisi yang semakin ketat dan para pesaing yang juga sudah mempersiapkan diri dengan baik. Tetapi jika semua komponen tim bersatu untuk satu tujuan, mulai dari manajemen, tim pelatih, pemain, sampai suporter, Nil yakin timnya akan mampu berbuat banyak.
Soal skuat? Nil menyebut materi pemainya sudah lebih dari cukup untuk bertarung di ISL 2015. "Secara umum kita siap berkompetisi, saya hanya minta para pemain menunjukan komitmen 100 persen untuk tim. Itu saja," ujarnya.

Memasuki pramusim 2015, salah satu masalah terbesar Semen Padang FC adalah buruknya lini pertahanan. Kegagalan di dua turnamen pramusim, salah satunya karena terlalu mudahnya pertahanan tim Kabau Sirah diacak-acak lawan.
Ketika Nilmaizar masuk sebagai pelatih, pekerjaan pertamanya adalah mencari jendral lini belakang. Syarat yang diajukan Nil adalah bek tengah asing yang berpengalaman.
Gancev beruntung, dari tiga bek tengah yang trial, dia yang akhirnya dipilih Nil dan langsung diikat kontrak semusim. "Di samping sangat berpengalaman, dia punya visi bermain yang bagus sebagai bek. Dia penuh bersemangat dan sangat disiplin. Dia pemain yang komplet. Itu alasan kami merekrutnya," ucap Nil.
Gancev sendiri mengaku siap membantu Semen Padang meraih target, demi mebayar kepercayaan manajemen, pelatih, juga suporter yang ikut "berperan" memilihnya ramai-ramai di media sosial.
Pemain asal Makedonia ini menyebut tim barunya ini layak bersaing di papan atas ISL 2015. Dengan gamblang dia menyebut, pesaing terberat Semen Padang adalah Persipura Jayapura, Arema Cronus, Persib Bandung, dan Sriwijaya FC.
Sinyal bagus sudah diberikan, ketika dalam uji coba melawan PS.Citramas, Gancev yang dijuluki suporter "Mak Anjang" atau bisa diartikan "Paman Jangkung" ini mampu mencetak satu gol berkelas dari tendangan jarak jauh.
Setidaknya hal ini membuktikan, selain tangguh di belakang dia juga tahu cara mencetak gol. "Goal in my debut,thanks God ,Thanks Spartacks and Bonek for support us today," kicau Gancev di akun twitternya @gancevgoran·(gk-33)

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.