PROFIL: Marco Rodriguez, Penentu Nasib Brasil & Jerman

Wasit asal Meksiko itu akan menjadi pengadil lapangan untuk laga krusial Brasil kontra Jerman.

Oleh Taufik Bagus

FIFA akhirnya menunjuk Marco Rodriguez sebagai wasit untuk laga semi-final Piala Dunia 2014 antara Brasil dan Jerman di Belo Horizonte.

Wasit asal Meksiko kelahiran 10 November 1973 tersebut termasuk salah satu wasit veteran yang dimiliki FIFA.

Berkarir di Piala Dunia juga bukan hal baru bagi Rodriguez, termasuk memimpin laga krusial, meski hanya di babak pertama. Sejak 2006, Marco sudah dipercaya FIFA untuk memimpin laga di turnamen empat tahunan itu.

Di kampung halamannya, Marco dikenal sebagai wasit yang tegas dan kolot serta berpegang teguh pada aturan. Apa yang dilihatnya tidak sesuai aturan, maka ia dengan berani meniup peluitnya.

Tak salah bila Marco juga terkenal sebagai wasit yang royal dalam mengeluarkan kartu kuning dan merah saat pertandingan berlangsung. Tercatat secara statistik, Marco sudah mengeluarkan 51 pemain di 79 laga internasional sebelum Piala Dunia 2014 dimulai.

Ketegasannya itu juga dibawa ke Piala Dunia. Di 2006, ia dipercaya memimpin laga Inggris melawan Paraguay di fase grup, yang berlanjut di laga Pantai Gading melawan Serbia dan Montenegro, di mana dia mengeluarkan Cyril Domoraud dan Albert Nad.

Di 2010, wasit yang mendapat julukan Chiquidracula itu juga dua kali memimpin laga di fase grup, antara Australia dan Jerman, yang mana ia mengeluarkan satu kartu merah untuk Tim Cahill, dan duel Cili melawan Spanyol, yang diwarnai diusirnya Marco Estrada.

Pria yang kesehariannya mengabdikan diri sebagai pastur Protestan tersebut juga memiliki sejarah dalam hal membuat keputusan kontroversial. Yang terbaru tentunya ketika dirinya tidak memberikan sanksi dan keputusan apa pun terkait aksi Luis Suarez terhadap Giorgio Chiellini di laga terakhir babak grup Piala Dunia 2014.

Kartu merah untuk Marchisio, momen kontroversial Marco Rodriguez

Di laga yang sama pula, Marco juga sudah mengeluarkan satu kartu merah untuk Claudio Marchisio, yang membuatnya mendapat kritik pedas dari Chiellini.

"Wasit memutuskan pertandingan ini. Jika salah satu di antara kami (Italia dan Uruguay) yang seharusnya lolos, itu adalah kami. Memberikan kartu merah kepada Marchisio dan tidak ada satu kartu pun buat Suarez menentukan pertandingan. Ada perbedaan perlakuan untuk kedua tim dan hal itu menentukan laga dan menentukan siapa yang lolos," kritiknya.

Luis Suarez pada akhirnya disanksi FIFA, tapi itu tak bisa dikatakan sebagai prestasi buat Marco karena ia luput mengetahui insiden tersebut, termasuk koleganya di sisi lapangan.

Di laga semi-final, Brasil dan Jerman tentunya tak berharap insiden seperti ini akan terjadi. Kedua tim berharap Marco menjalankan tugasnya dengan baik dan tak menunjukkan indikasi keberpihakan pada siapa pun.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics