PROFIL: Miroslav Klose, Sang Pemecah Rekor

Mari kita sambut raja gol baru Piala Dunia: Miroslav Klose.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Miroslav Klose mengukir sejarah baru setelah sukses mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Status itu didapatkannya setelah menceploskan satu gol ke gawang Brasil dalam kemenangan mencolok 7-1 di semi-final Piala Dunia 2014, Rabu (9/7) dini hari WIB.

Dengan torehan satu gol tersebut, jumlah gol Klose di Piala Dunia kini sudah menembus angka 16 gol, mengalahkan mantan penyerang Selecao Ronaldo yang menjadi pemegang topskor sebelumnya dengan 15 gol yang sudah bertahan selama delapan tahun.

Momen penahbisan “raja gol” Klose terjadi di menit 23. Dalam situasi unggul 1-0, Jerman terus menggedor pertahanan Brasil dan ketika momennya tiba, Klose berhasil mengambil umpan cerdik hasil kreasi Toni Kroos dan Thomas Muller di dalam kotak penalti. Tembakan pertamanya berhasil ditangkis Julio Cesar, namun bola kembali arahnya dan langsung ia ceploskan untuk menggandakan keunggulan.

Tak ada selebrasi salto yang menjadi ciri khasnya selama ini dan Klose menjelaskan alasannya, "Saya tidak melakukan salto [usai mencetak gol] karena seseorang menendang kaki saya ketika saya melakukan tembakan sebelumnya."

Apa pun itu, Klose sekarang sudah mencapai target yang ia canangkan sebelum turnamen dimulai. “Tentunya rekor gol sangat berarti buat saya, tapi akan lebih penting jika kami sebagai tim berada di performa terbaik," ujarnya.

Kini, Klose sangat layak dipandang sebagai seorang legenda Piala Dunia. Sudah empat kali ia berlaga di turnamen terakbar itu. Klose langsung mencuri perhatian dalam debut Piala Dunia pada 2002 silam dengan torehan lima gol, termasuk hat-trick memorable melawan Arab Saudi.

Empat tahun berikutnya, ia meraih Sepatu Emas di kandang sendiri lewat torehan lima gol, empat di antaranya ia cetak di fase grup sebelum menambah satu gol lagi versus Argentina di perempat-final. Sayang, Die Mannschaft gagal berkutik di semi-final dari Italia dan harus mengakhiri turnamen di urutan ketiga.

Di Afrika Selatan 2010, empat gol tambahan berhasil ia gelontorkan, termasuk tiga golnya di babak knock-out melawan Inggris dan Argentina. Kembali, Jerman tersingkir di semi-final dan lagi-lagi harus puas duduk di posisi ketiga.

Dan di Brasil 2014 ini, sebagai satu-satunya striker murni dalam 23 nama yang dibawa Joachim Low, Klose mampu menambah dua gol lagi. Di usianya yang sudah mencapai 36 tahun, ia masih sanggup merobek gawang Ghana dan Brasil.

Ini adalah catatan mengesankan kedua yang diraih Klose pada tahun 2014 ini. Sebelumnya, pada awal Juni lalu dalam laga persahabatan jelang Piala Dunia, Klose mampu mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Jerman berkat satu golnya ke gawang Armenia dalam kemenangan 6-1. Saat itu, ia mencetak gol ke-69 dan secara resmi mengambil alih posisi Gerd Muller (68 gol).

Semua raihan Klose ini akan terasa semakin manis jika Der Panzer mampu mengecup gelar Piala Dunia keempat pada 13 Juli mendatang. Ya, menjadi juara di Maracana akan menjadi penutup sempurna bagi karier super cemerlang Klose bersama negaranya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics