PROFIL: Osvaldo Haay, Selalu Yakin Bisa Hidup Dari Sepakbola

Osvaldo sempat diminta karier di luar sepakbola, hingga kini berpotensi membela timnas U-22 di posisi yang asing baginya.

Nama Osvaldo Ardiles Haay mulai mencuat pada Piala Jenderal Sudirman 2015, ia masuk skuat Persipura Jayapura pada turnamen tersebut dan mulai diberi kepercayaan oleh pelatih Osvaldo Lessa saat Piala Bhayangkara 2016.

Pemain yang baru berusia 18 tahun ini dikenal punya ketenangan sebagai playmaker dan sesekali dimainkan sebagai sayap kiri karena kecepatan dan dribelnya. Namun, sekarang ia mulai dicoba di posisi baru yang berbeda, yakni bek kiri.

Valdo, sapaan Osvaldo, masuk dalam seleksi tahap kedua tim nasional Indonesia U-22 dan pelatih Luis Milla Aspas memproyeksikan dirinya sebagai fullback kiri. "Saya juga tidak tahu, mungkin karena coach (Milla) lihat dari pertandingan terakhir," bukanya.

Pelatih Persipura Angel Alfredo Vera memang terakhir memainkannya sebagai bek kiri karena kebutuhan tim saat Piala Presiden 2017 lalu. Milla pun melihat aksi Osvaldo di posisi yang asing baginya itu. "Waktu itu kakak Ruben (Sanadi) cedera, jadi saya dicoba sebagai bek kiri.

"Bek kiri sebenarnya tidak terlalu nyaman, tapi saya terus berusaha dan terus berlatih. Saya pernah main di wing kiri, wing kanan, playmaker. Dulu pernah juga main sebagai wingback kanan," cerita pemuda kelahiran 1998 tersebut soal posisi yang pernah ia mainkan.

Kurang dari dua tahun sejak ditemukan Persipura dari ajang tarkam (tarikan kampung), Osvaldo terus diberi kepercayaan dan penampilannya jarang mengecewakan. Claudio Barcelos de Jesus punya andil untuk karier Osvaldo karena mengamatinya di tarkam.

"Pertama saya main buat Persipura di Piala Jenderal Sudirman, awalnya hanya tarkam-tarkam saja di Jayapura. Pertama bisa masuk Persipura langsung di Piala Jenderal Sudirman itu. Waktu itu sedang ikut tarkam saja, terus dipantau dari tim Persipura kemudian ikut seleksi dan saya masuk," urainya.

Seperti anak-anak Papua lainnya, sepakbola bisa membawa keyakinan tersendiri untuk Osvaldo. Kakak dari Osvaldo, Jefry Haay, juga berkarier sebagai pesepakbola dan terakhir membela Barito Putera. Namun, orang tua Valdo ternyata sempat ingin anaknya itu memilih profesi lain.

"Kalau perjuangan (untuk bisa seperti sekarang) banyak tentu, dulu pernah orang tua lebih pilih anaknya ini di luar sepakbola. Tapi begitu terus berusaha akhirnya orang tua mendukung," papar Osvaldo.

"Orang tua ingin anaknya punya masa depan yang baik, karena sepakbola tak selamanya punya masa depan untuk naik, ada saatnya turun. Tapi mama tetap selalu mendukung, yang penting kuliah harus jalan," beber pemain yang juga masih aktif sebagai mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Cendrawasih itu.

"Saya optimistis (bisa sukses di sepakbola), apa pun jalannya saya optimis," tambah pengidola gelandang Chelsea Eden Hazard itu.

Bicara targetnya untuk musim ini, Valdo mengisyaratkan bahwa dirinya tak ingin cepat puas sebagai pemain muda. Ketatnya persaingan untuk skuat utama Persipura dan juga sulitnya untuk menembus skuat final timnas U-22 membuatnya harus kerja keras.

"Saya targetnya harus terus konsisten, berusaha lagi dan kalau Tuhan izinkan saya sangat ingin masuk timnas. Kalau untuk main di luar negeri tentu sangat ingin, tapi untuk itu pasti harus punya kualitas. Kalau di Indonesia, saya masih berpikir main di Persipura saja."