PROFIL - Saul: Pahlawan Atletico Madrid Yang Mengabaikan Real Madrid

Setelah Gabi, Mario Suarez dan Koke, Saul merupakan salah satu pemain muda menjanjikan yang pernah dilahirkan Calderon.

OLEH BEN HAYWARD PENYUSUN GUNAWAN WIDYANTARA

Mengukuhkan dominasi Atletico Madrid, gol istimewa Saul di derby Madrid bisa jadi seharusnya milik El Real bukan, Atleti.

Musim ini sang gelandang muda kekurangan menit bermain bersama Los Rojiblancos namun kesabaran berbuah manis ketika dia bangkit dari bench menggantikan Koke di Vicente Calderon pekan lalu.

Mestro lini tengah Los Cholchoneros keluar, skor masih imbang artinya tuan rumah di ambang bencana. Tetapi Diego Simeone punya solusi, dan ini bukan kabar baru. Saul dipanggil dan tak mengecewakan dengan mengancam gawang Madrid dua kali dalam tempo tak lama setelah memasuki lapangan. Perhatian kemudian benar-benar beralih ketika Saul mencetak gol kedua dengan tendangan akrobat menawan.

"[Guilherme] Siquerra mencoba mengirimkan bola ke tiang jauh tetapi kurang keras dan terlalu ke belakang. Saya tidak punya pilihan lain kecuali melakukan tendangan itu," ujarnya pada AS.

Hal yang dia ketahui berikutnya adalah gawang Iker Casillas bergetar. Saul bahkan tidak bisa melihat golnya namun satu hal yang dia tahu, Vicente Calderon bergetar oleh teriakan suka-cita fans.

"Episode itu mengangkat status saya di dalam tim," ujarnya berkelakar dan Simeone tidak ragu mengeluarkan sanjungan.

"Cedera Koke adalah tamparan keras tetapi Saul brilian," kata Simeone. "Dia bermain bagus dan sangat penting bagi masa depan tim."

Siapapun sepakat, komentar Simeone adalah pujian setinggi langit yang selama ini ditunggu Saul. Simeone sebelumnya pernah mengatakan pada sang youngster untuk bersabar menunggu kesempatan.

Kesempatan itu datang dan tidak disia-siakan. Baru berusia 20 dan melakukan debutnya bersama Atleti di usia 17, Saul musim lalu dipinjamkan ke Rayo Vallecano. Tetapi Simeone enggan melihanya pergi musim panas tahun lalu dan secara mengejutkan nama Saul berada di daftar starter lawan Real Madrid di Piala Super Spanyol Agustus lalu.

Lima bulan kemudian, Saul sudah bertransformasi jadi pemain jempolan dan Madrid mungkin sekarang sedang menyesali kepergiannya di usia 13 pada 2008 mengikuti pelatih tim muda Pepe Fernandez usai tiga tahun di bawah pengawasan El Real.

Saul adalah yang termuda dari keluarga pesepakbola. Ayahnya Jose Antonio adalah striker untuk beberapa musim bersama Elche sementara kedua saudaranya Jony (29) bermain di Rio Ave, Portugal dan Aaron Niguez merupakan gelandang di Elche dan pernah dipinjamkan pada Rangers 2008 lalu.

Tetapi Saul adalah yang terbaik di antara mereka. Pemain serba bisa yang sanggup memainkan sejumlah peran di lini tengah atau beroperasi di belakang striker. Pemain tim nasional U-21 ini juga tidak jarang turun ke belakang membantu pertahanan bahkan pernah diturunkan sebagai bek tengah.

Meski demikian, masa depannya berada di sektor tengah tim dan setelah Gabi, Mario Suarez dan Koke, Saul merupakan salah satu pemain muda menjanjikan yang pernah dilahirkan Calderon.

"Saya senang mengenakan jersey Atletico," kata Saul mengomentari keputusannya beralih ke Atletico.

"Atletico dan pelatih yang membawa saya ke sini memberi dukungan besar sejak saya kecil, di saat tidak ada seorang pun yang mau melakukannya."

Jadi, meski pernah berpetualang selama tiga tahun bersama Los Blancos, Saul saat ini berdarah Rojiblancos. Kerugian Madrid, keuntungan Atletico.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics