PROFIL Wasit Derby D'Italia: Luca Banti

Luca Banti, wasit yang akan memimpin laga Derby D'Italia pernah menghadirkan momen negatif bagi insan Juventus maupun Inter.

OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter
Duel akbar bertajuk Derby D'Italia dalam lanjutan Serie A musim ini akan tersaji pada Giornata ke-17, dengan mempertemukan Juventus dan FC Internazionale di J-Stadium Turin, Rabu (7/1) dini hari WIB.

Secara tradisi, pertandingan antara kedua kesebelasan yang saling mengklaim sebagai yang terbaik di Italia kerap dibumbui dengan momen krusial dan tak jarang pula menjurus ke hal kontroversial. Rekam jejak itu membuat wasit yang bertugas sering menjadi pusat perhatian.

Jelang berlangsungnya partai sarat gengsi tersebut, kini semua sorotan tertuju pada nama Luca Banti. Ya, sosok pengadil sepakbola berusia 41 tahun itu ditunjuk untuk mempimpin laga. Menghadapi laga penting sendiri bukan menjadi hal baru. Pada Oktober 2010 lalu, ia pernah bertugas di laga yang sama di mana saat itu permainan berakhir imbang tanpa gol.

Sebelum menuju ke laga tengah pekan ini, Banti pernah menghadirkan kenangan buruk bagi allenatore Juventus saat ini, Massimiliano Allegri yang kala itu masih membesut AC Milan musim lalu yang berujung kekalahan tipis pasukannya 2-1 dari Napoli.

Di laga tersebut, bukan hasil akhir yang mendapat perhatian khusus, melainkan kejadian diusir keluarnya Mario Balotelli tepat selepas peluit panjang dibunyikan. Sang striker kontroversial mendapat kartu merah lantaran melakukan protes keras terhadap kepemimpinan Banti yang dianggapnya tidak adil.

Tak hanya itu, di sisi lain, Inter pun pernah merasakan pengalaman serupa dengan kepemimpinan Banti. Hal itu terjadi di paruh pertama musim ini, tepatnya pada September 2014, momen di mana Nerazzurri dipermalukan Cagliari 4-1 di hadapan publik sendiri. Saat itu, Yuto Nagatomo menjadi 'tumbal' dengan menerima kartu merah dari saku sang wasit.

Memang kedua momen yang dialami Juventus maupun Inter bersama Banti bukanlah tergolong kontroversial. Hanya saja, bukan berarti sosok pengadil lapangan asal Livorno itu lepas dari sejumlah kejadian yang mengundang perdebatan banyak kalangan.

Pada Februari 2012 silam, kepemimpinan Banti mendapat kritik pedas dari Walter Mazzarri, yang waktu itu masih menangani Napoli. Ia diklaim lalai dalam memberikan hadiah penalti bagi Il Partenopei yang terpaksa melanjutkan tren negatif mereka menyusul hasil imbang tanpa gol melawan Cesena.

Setahun kemudian, 'drama' lainnya juga dihadirkannya kali ini di pentas Eropa, sebuah keputusan akibat miskomunikasi dengan hakim garis dengan menganulir gol Wilfried Bony yang membuat Swansea City gagal memetik angka dalam penyisihan grup Liga Europa dan justru menelan kekalahan 1-0 dari Valencia.

Yang terbaru, kontroversi yang ditimbulkan Banti kembali berlanjut dalam salah satu laga Serie A musim ini. Pertengahan Desember lalu, Presiden Genoa, Enrico Preziosi, mengecam kepemimpinannya yang berujung pada kekalahan 1-0 timnya dari AS Roma. Kemurkaan sang presiden terletak saat Banti memberi penalti pada Roma di menit ke-30, sekaligus mengartu merah Mattia Perin.

Sejauh ini, Banti telah terlibat dalam delapan pertandingan sejak awal kampanye musim ini. Tercatat selain memimpin laga Inter ketika kalah 4-1 dari Cagliari, ia juga sempat menjadi pengadil laga antara Sassuolo dan Juventus yang berakhir imbang 1-1.

Terlepas dari momen kontroversial yang pernah dibawanya dalam atmosfer sepakbola, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) tetap menilai dirinya sebagai salah satu wasit terbaik di Italia dengan bukti penunjukkannya untuk memimpin partai Derby D'Italia tengah pekan ini.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics