Program Djadjang Nurdjaman Di FC Internazionale Tetap Berjalan

Meski Erick Thohir tak lagi memiliki saham mayoritas di Internazionale, dan Djanur dijadwalkan berguru ke DC United.

Eks pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, ditawarkan untuk menimba ilmu di klub Amerika Serikat, DC United. Seperti diketahui, klub itu juga dimiliki pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir.

Sebelumnya, Djanur sekitar tiga bulan sudah berguru di klub Italia, FC Internazionale, yang sahamnya juga dimiliki Erick. Namun, sejak kembali lagi ke Bandung untuk urusan memperpanjang visanya, Djanur tak kunjung kembali ke Italia. 

Padahal, rencananya pelatih yang membawa Persib juara Indonesia Super League (ISL) 2014 itu bakal magang di Internazionale selama setahun. Teddy Tjahyono, dari manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), menegaskan, program Djanur di Internazionale tetap berjalan. Meski, Erick saat ini tak lagi memiliki saham mayoritas di I Nerazzurri.

Djanur mendapatkan kemudahan untuk menimba ilmu kepelatihan di dua klub itu, tak terlepas dari Erick yang juga menjabat wakil komisaris di PT. PBB.

"Pak Erick [Thohir] masih memiliki saham 31 persen (di Internazionale) dan dia tetap masih diminta menjadi CEO. Jadi program tidak berubah, masih dijalankan," kata Teddy.

Teddy menjelaskan, yang membuat Djanur kesulitan mendapat perpanjangan izin tinggal di Italia tak terlepas dari adanya teror bom yang melanda di beberapa negara Eropa. "Ada ancaman bom di Prancis dan bom di Belgia jadi perizinannya susah. Perizinan tetap kami proses tapi kan lama nih. Jadi sambil menunggu, kami tawarkan pak Djadjang untuk magang di DC [United]," jelas Teddy.

"Beliau setuju dan DC United juga menerima, jadi selanjutnya akan kami urus. Undangan DC United sedang kami tunggu untuk diproses dalam pengurusan visa ke AS (Amerika Serikat). Begitu selesai, pak Djadjang akan langsung ke DC," ungkapnya.

"Kami juga urus yang di Inter, tetap dua-duanya diurus. Ya siapa yang duluan dapat izin saja. Intinya, pak Djadjang akan tetap magang apakah itu di Inter atau di DC. Kenapa di DC kan karena DC masih dimiliki Erick," tambahnya.

Sementara itu, Teddy juga mengungkapkan kesulitan mendapat visa juga dialami tiga penggawa muda Persib, yakni Gian Zola Nasrulloh, Febri Hariyadi dan Jujun Saepulloh. Ketiganya memang sebelumnya dijadwalkan trial di Internazionale selama sebulan.

"Ada beberapa orang lagi yang nggak dapat izin, siapapun itu. Ini bukan hanya di Italia tapi juga di Eropa," terangnya.(gk-68)

Topics