PS TNI Rileksasi Pakai Tank

Enam pemain lainnya ikut pengambilan gambar film dokumenter yang diproduksi Puspen Mabes TNI AD.

Demi menghilangkan rasa tegang menghadapi laga pamungkas Grup D delapan besar Piala Jenderal Sudirman kontra Mitra Kukar akhir pekan ini, penggawa PS TNI melakukan rileksasi dengan menaiki tank usai latihan kemarin.

Penggawa PS TNI terlihat ceria saat menaiki empat tank mengelilingi markas Brigif 413 Kostrad di Mojolaban, Sukoharjo. Mereka duduk di atas tank melihat isi Brigif Kostrad 413 mulai dari lapangan tembak, halang rintang, hingga barak tentara.

Kesempatan ini dijadikan momen bagi pasukan PS TNI untuk berfoto bersama. Wakil kapten tim Manahati Lestusen mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk rileksasi para pemain setelah lelah menjalani sesi latihan.

“Di tim ini, kami sudah seperti keluarga besar. Naik tank sebenarnya pengalaman baru bagi pemain,” ujar mantan pemain timnas Indonesia U-23 tersebut.

“Anggap saja kita naik di atas mobil,” timpal striker Dimas Drajat dengan tertawa lebar.

Pelatih PS TNI Suharto awalnya sempat jaga image ketika diajak naik ke atas tank, namun akhirnya ia bergabung bersama pemain. Bagi Suharto, kendaraan tempur sudah tak asing lagi bagi dirinya yang menghabiskan waktu selama 30 tahun sebagai anggota TNI.

“Naik tank ini sekadar penyegaran untuk anak-anak. Laga terakhir sangat menentukan dan membuat tegang, biar pemain lebih fresh,” ucap Suharto.

Sebelumnya, enam pemain harus mengikuti rangkaian pengambilan gambar film dokumenter produksi pusat penerangan (Puspen) Mabes TNI AD. Keenam pemain itu adalah Erwin Ramdani, Dhika Bhayangkara, Hendri Aprilianto, Guntur Trijati, Khoirul Hidayat, dan Suhandi.

Para pemain melakukan aktivitas seperti saat prajurit TNI berada di markas, seperti makan, tidur, dan aktivitas olahraga bersama. Kepala bidang informasi dan internet pusat penerangan (Puspen) Mabes TNI Kolonel Inf Bernardus Robert mengatakan, kegiatan itu sebagai gambaran perpaduan antara prajurit dan olahragawan.

“Meski bermain sepak bola, mereka tak lepas dari kehidupan di kesatuan. Film ini menunjukkan profil seorang prajurit sejati,” kata Robert kepada Goal Indonesia.  (gk-18)

Topics