PSIS Semarang Fokus Benahi Mental

Yoyok Sukawi menilai penampilan penggawa PSIS masih labil, sehingga perlu diperbaiki sebelum 16 Besar.


GOALLIPUTAN   AURELIUS BALAKOSA     DARI   SEMARANG   

CEO PSIS Semarang AS Sukawijaya menilai mental penggawa Mahesa Jenar masih harus diperbaiki jika mereka ingin tampil bagus di 16 Besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016, dan lolos ke babak berikutnya.

Kemenangan atas PSIR Rembang kemarin membuat PSIS memastikan tiket 16 Besar dengan memuncaki klasemen Grup 4 setelah mengumpulkan 20 poin dari sembilan laga. Sementara peringkat kedua ditempati PSIM Yogyakarta dengan 17 angka dari 11 kali main.

Yoyok, sapaan AS Sukawijaya, mengatakan, tugas jajaran pelatih akan berat, karena mereka harus membenahi mental bertanding, dan menjaga konsistensi di tiap laga. Yoyok menilai performa PSIS hingga saat ini masih labil.


SIMAK JUGA
PSIS Menang Tipis Atas PSIR
Direnovasi, PSIS Tetap Main Di Stadion Jatidiri
Johan Bawa PSIS Bungkam Persijap

“Harus kita akui grafik anak-anak ini naik-turun, belum konsisten. Ini menjadi pekerjaan serius tim pelatih,” ujar Yoyok kepada Goal Indonesia.

“Babak 16 besar jauh lebih berat dengan lawan-lawan yang berbeda karakter. Sekali tergelincir, perjuangan kami akan selesai. Pada awal musim, saya sudah sampaikan ke semua pemain, PSIS tidak main-main di ISC B. Kami ingin berprestasi.”

Yoyok mencontohkan performa pemain ketika mengalahkan PSIR. Penggawa PSIS terlihat meras aterbebani harus menang, sehingga permainan tidak sesuai harapan. PSIS bermain rapi sebelum Hari Nur mencetak gol pada menit ke-12. Selepas itu, permainan justru mengalami penurunan.

“Saya apresiasi kerja keras anak-anak, namun itu bukan permainan atau karakter PSIS di lapangan. Absennya beberapa pemain seharusnya tak berpengaruh. Setiap pemain harus siap dimainkan kapan saja, sesuai dengan skema tim pelatih. Setiap pertandingan adalah final,” kata pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah ini. (gk-18)