PSIS Semarang Tak Remehkan Persis Solo

Dofir tak ingin pemain terlena dengan hasil di dua pertemuan fase grup yang berpihak ke PSIS.

Pelatih PSIS Semarang M Dofir mengingatkan anak asuhnya agar tidak memandang remeh Persis Solo yang akan mereka hadapi di pertandingan final Piala Polda Jateng 2015 pada 4 dan 11 Juli.

Saat babak penyisihan grup, PSIS tidak menelan kekalahan dalam dua pertemuan. Ketika menjamu Persis, PSIS memetik kemenangan 2-1. Sedangkan dalam perjumpaan kedua di Stadion Manahan, Mahesa Jenar menahan Laskar Sambernyawa 1-1.

Menurut Dofir, Persis akan memperlihatkan permainan berbeda saat kedua tim saling bentrok di final nanti. Keberhasilan menggusur PSCS Cilacap di semi-final menunjukkan Persis mengalami kebangkitan.

“Kami sudah saling bertemu sebelumnya. Masing-masing pelatih tahu kelebihan dan kelemahan masing-masing. Namun, skuat Persis sekarang sudah berkembang dan berubah,” kata Dofir kepada Goal Indonesia.

Skema pelatih Persis Aris Budi Sulistyo 4-2-3-1 bisa berubah total saat bertemu PSIS. Kekuatan tim Kota Bengawan terletak pada kolektivitas permainan di semua lini.

“Kondisi terakhir tim Persis dengan menghantam PSCS di kandang. Kekuatan tim ini sudah terlihat, tak terpengaruh berlaga home maupun away. Kami harus lebih waspada,” ucap Dofir.

Kekuatan PSIS saat melawan Persibas Banyumas terletak pada kedua sayapnya Bakori Andreas dan Franky Mahendra. Namun, lini tengah terlihat kosong.

“Ya, kami akui lawan Persibas banyak celah yang kosong. Kami segera evaluasi untuk partai final,” ucap Dofir. (gk-18)