PSIS Semarang Waspada, Persis Solo Rotasi Pemain

Dofir menilai kemenangan di kandang wajib diraih, sedangkan Aris Budi menyiapkan skema bertahan.

PSIS Semarang dan Persis Solo memasang target berbeda saat saling bentrok di Stadion Jatidiri, Rabu (3/6), dalam lanjutan turnamen Piala Polda Jateng 2015. PSIS membidik tiga angka, sedangkan Persis hanya mencari hasil imbang.

Pelatih PSIS M Dofir mengungkapkan, ia telah mengingatkan anak asuhnya agar waspada menghadapi Persis. Kemenangan telak 7-1 saat menggilas PSIR Rembang di laga sebelumnya dianggap sebagai kekuatan Persis sesungguhnya.

“PSIR salah satu tim kuat. Di Solo, mereka kemasukan tujuh gol. Ini memperlihatkan lini tengah dan depan Persis sangat tajam. Kami harus waspada,” kata Dofir kepada Goal Indonesia.

Menampilkan skema 4-2-3-1, Dofir yakin mampu meredam agresivitas Rohmad Sabani dkk di Stadion Jatidiri. Hari Nur Yulianto menjadi andalan lini depan, didukung M Yunus.

Kendati demikian, Dofir menegaskan, PSIS tak gentar dengan ketajaman Persis. Dia mengemukakan, lini belakang timnya saat ini sangat solid. Belum ada satu tim pun mempu merobek jala PSIS yang dikawal Syaiful Amar, maupun Ega Rizky.

“Tiga poin pasti menjadi target realistis, karena kami bermain home. Kemenangan semakin memantapkan posisi PSIS di peringkat atas,” tegas Dofir.

Sementara itu, pelatih Persis Aris Budi Sulistyo tidak akan memeragakan skema 4-2-3-1 seperti sebelumnya. Bermain di Semarang, Aris akan lebih bertahan dengan menumpuk pemain di lini tengah. Absennya Anggo Julian tak merisaukan pelatih berusia 45 tahun tersebut. Dia telah menyiapkan Susanto, ataupun Akbar Riansyah.

“Kami akan sedikit rotasi di beberapa pos. Salah satunya Anggo. Peran Anggo memang vital sebagai gelandang bertahan. Tapi kami masih memiliki back-up di posisi yang ditinggalkan Anggo. Skor imbang target sangat realistis. Persis akan lebih bertahan,” tandas Aris.

Panpel PSIS menyediakan tempat duduk di tribun C untuk menyambut kelompok suporter Persis, Pasoepati. Sebelumnya panpel telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait masalah ini. (gk-18)