PSM Makassar Tegaskan Tak Lepas Marc Klok

Munafri menyatakan, kedatangan Klok ke kediaman bos Persija merupakan hal biasa.

Manajemen PSM Makassar menegaskan tetap mempertahankan Marc Klok sebagai bagian Juku Eja di Liga 1 2019, meski pemain asal Belanda itu melakukan pertemuan dengan petinggi Persija Jakarta.

Klok sebelumnya diwartakan melakukan pertemuan dengan Gede Widiade di kediaman direktur utama Persija tersebut. Pertemuan ini mengencangkan rumor yang menyebutkan Klok akan memakai jersey Persija di musim 2019.

Namun hal itu dibantah CEO PSM Munafri Arifuddin. Munafri menganggap hal wajar seorang pemain menyambangi salah satu pelaku sepakbola nasional. Menurutnya, Klok tetap masuk ke dalam rencana PSM musim depan.

“Tentunya ini wajar-wajar saja, tak ada yang spesial, namanya juga orang mau silaturahmi, tidak ada masalah. Untuk musim depan saya tegaskan dan saya jamin Klok tetap bermain untuk PSM,” kata Munafri diwartakan laman Tribun Timur.

Klok menjadi bagian penting PSM pada musim 2018. Pemain asal Belanda ini menjadi pilihan utama pelatih Robert Rene Alberts di 29 pertandingan, dan melesakkan enam gol.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mabes Polri Bentuk Satgas Untuk Berantas Mafia Sepakbola Indonesia Pemberantasan mafia di sepakbola tanah air benar-benar digaungkan. Terbukti Mabes Polri sampai membentuk satuan tugas (satgas) untuk memberantas adanya aksi pengaturan skor yang mencederai persepakbolaan nasional. Satgas tersebut bakal berada di bawah naungan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri yang bekerjasama dengan PSSI. Hal ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. "Nanti didalami oleh Dittipidum apakah pidana, apa penipuan atau masalah menyangkut undang-undang di bidang keolahragaan atau perbuatan curang. Nanti akan didalami bersama dengan PSSI yang tahu bola dan mekanismenya," kata Dedi. Selain itu, Dedi menyatakan para mafia tersebut harus berantas, karena membuat sepakbola Indonesia tidak maju. Ia pun berharap seluruh pihak yang mengetahui adanya indikasi pengaturan skor dalam sebuah pertandingan tak ragu melaporkan kepada pihaknya. "Setiap pertandingan ada manajemen wasitnya yang ada di luar masternya bisa menilai itu. Menilai ada suatu pertandingan curang yang dilakukan oknum tertentu, bisa dilaporkan kepolisian. Di PSSI ada komite disiplin yang harusnya dikedepankan betul-betul memantau setiap event pertandingan," ujarnya. Isu pengaturan skor kembali menyeruak ke permukaan publik. Setelah manajer Madura FC Januar Hermanto, menyebut timnya diminta mengalahkan dari PSS Sleman ketika bersua di Liga 2 oleh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Hidayat. Pernyataan tersebut pun membuat Hidayat mengundurkan diri jabatannya di PSSI. Meski sudah mundur pria yang juga menjabat sebagai dosen tersebut tetap diberi hukuman komite disiplin PSSI yakni larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun, denda sebesar Rp150 juta dan tidak boleh masuk stadion selama dua tahun.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persija Tunggu Orang Gila Tambahkan Bonus Pemain
2. Respons Cristiano Ronaldo Soal Selebrasi Kontroversialnya
3. Barcelona Diklaim Bersedia Lepas Messi, Inter Berpeluang Merekrut
4. Jose Mourinho Tutup Peluang Juara Man United
5. Semua Transfer Top Klub Liga 1 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1

Topics
, Persija, PSM,