PSMS Medan Bertahan Di Cilodong, Martapura FC Lega Ke Semi-Final

Penggawa PSMS sudah merasa nyaman di Cilodong, sedangkan Frans semringah Martapura ke semi-final.


OLEH   DONNY AFRONI & AURELIUS BALAKOSA

Manajemen PSMS Medan memilih tidak memulangkan tim, dan tetap bertahan di Cilodong untuk persiapan menghadapi semi-final Liga 2 2017 pekan depan, sementara Martapura FC lega berhasil melaju ke empat besar setelah menundukkan Kalteng Putra 2-1 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Kamis (16/11) sore WIB.

Kekalahan 1-0 dari Persis Solo di Stadion Patriot Candhabraga kemarin sore tidak memengaruhi posisi PSMS di klasemen akhir Grup X. Tim Ayam Kinantan memuncaki klasemen dengan nilai enam, diikuti Martapura FC.

PSMS dan Martapura FC masih menunggu hasil di Grup Y yang baru menjalani satu pertandingan. Babak semi-final rencananya digelar, Rabu (22/11). Kondisi itu membuat PSMS memilih bertahan di Cilodong demi menghemat biaya transportasi dan tenaga pemain.

“Para pemain tidak keberatan kalau harus bertahan di sekitar mes yang sekarang di Cilodong. Mereka sudah terbiasa dan nyaman dengan suasana di sini,” kata manajer PSMS Januari Siregar.

Dalam pertandingan melawan Persis, pelatih PSMS Djadjang Nurdjaman menurunkan pemain lapis kedua. Djadjang kembali menegaskan, putusannya itu agar pemain inti bisa bugar saat menjalani laga semi-final, karena bakal menentukan nasib mereka promosi ke Liga 1.

“Jika skuat utama diturunkan, saya khawatir ada pemain cedera atau terkena kartu. Saya lebih fokus ke semi-final, dan memberikan jam terbang pemain yang minim jam terbang,” kata Djadjang.

Sedangkan pelatih Persis Freddy Muli mensyukuri kemenangan atas PSMS, walau tidak memberikan pengaruh apapun bagi Laskar Sambernyawa. Menurut Freddy, permainan kedua tim tidak berkembang akibat lapangan tergenang air.

Sementara pelatih Martapura FC Frans Sinatra Huwae lega bisa melaju ke semi-final di saat tim tampil dengan kondisi tidak bagus. Sejumlah pilar Martapura FC masih dilanda demam, dan akumulasi kartu.

“Saya mensyukuri kemenangan ini, karena anak-anak bisa bermain dengan nyaman, walau kondisi mereka sedang tidak bagus. Kami juga suka dengan lapangan di sini [Singaperbangsa],” ujar Frans. (gk-18)

 

Footer Goal Indonesia Instagram