PSMS Medan Terdegradasi, Peter Butler Serang Djadjang Nurdjaman

Peter Butler merasa dirinya hanya melanjutkan skuat PSMS yang tak seimbang, karena manajemen dan pelatih sebelumnya.

PSMS Medan dipastikan hanya numpang lewat di Liga 1, alias mereka harus terdegradasi musim ini setelah finis di posisi buncit klasemen dengan mengumpulkan 37 poin.

Status degradasi dipastikan PSMS pada pekan akhir, ketika mereka kalah 5-1 dari PSM Makassar -- yang juga berusaha untuk jadi juara liga, di Stadion Andi Mattalatta, Mingggu (9/11).

Peter Butler menolak untuk menghadiri sesi jumpa pers setelah pertandingan tersebut, namun ia mengirimkan pesan terakhir kepada awak media setelah menyelesaikan musim ini.

Dalam pesan tersebut, Butler banyak bicara soal kondisi PSMS yang dinilainya kurang stabil. Terlebih karena ia hanya melanjutkan skuat yang awalnya dibentuk Djadjang Nurdjaman.

"Saya merasa perekrutan pemain sangat buruk dan pemain asing yang dibawa sebelumnya, dengan menghabiskan Rp 1 miliar per pemain, tidak begitu bagus, dan pemain lokal ada yang kurang pengalaman dan bahkan terlalu tua."

"Ada beberapa pemain muda bertalenta di skuat, tapi membiarkan mereka untuk berjuang lolos dari degradasi di kasta teratas sangat salah. Saya rasa Djadjang yang merupakan pelatih sebelumnya harus bertanggung jawab atas perekrutan pemain yang buruk untuk musim 2018."

"Skuat tidak seimbang dan tidak ada striker lokal atau pemain yang berpengalaman di Liga 1. Ketika kami mau mengubahnya, tak ada uang atau pemain berkualitas yang tersedia."

Butler pun menilai bahwa tidak pantas dirinya dan tim yang ada saat ini untuk disalahkan atas degradasi PSMS, karena Djadjang hanya mempersembahkan 12 poin ketika ia harus mengambil alih tim.

Impak para pemain asing yang dibawa oleh Butler, yakni Alexandros Tanidis (Yunani), Matsunaga Shohei (Jepang), dan Felipe Martins dari Brasil dinilai memberikan efek yang cukup bagus untuk skuat.

"Pemain tersebut tak sampai 50 persen [kontraknya] dari pemain asing sebelumnya, tapi menurut opini saya, mereka memberikan impak yang instan. Matsunaga mencetak 14 gol pendapatannya lebih sedikit dari pemain lokal, Tanidis membawa karakter dan antusiasme kepada tim, dan Felipe perlahan terus membaik."

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Rahmad Darmawan Ikut Bangga Jika Persija Juara
2. Persib Jumpa Bali United Di Final Liga 1 U-16
3. Vladimir Vujovic Gantung Sepatu
4. Juventus Samai Rekor Paris Saint-Germain
5. 25 Pemain Termahal Derby D'Italia
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1