PSS Sleman Tatap Indonesia Super Competition 2016

Arif mengatakan, PSS akan menghadiri pertemuan klub Divisi Utama, dan sudah mempersiapkan tim untuk jangka panjang.

Setelah tersingkir dari perebutan gelar juara Bali Island Cup 2016, manajemen PSS Sleman kini mengalihkan fokus mereka menghadapi turnamen jangka panjang Indonesia Super Competition (ISC) 2016.

Manajer PSS Arif Yuli Wibowo mengatakan, tim Super Elang Jawa mendapat pelajaran berharga dari Bali Island Cup. Kesalahan yang masih ada di dalam tim akan diperbaiki, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi ISC 2016.

“Dari segi juara kita tertutup. Tapi bukan berarti kita berhenti di sini. Kita akan terus main lagi. Kesalahan akan kita perbaiki di pertandingan berikutnya. Tanggal 26 nanti di Ciamis ada pertemuan Divisi Utama. Kita akan mempersiapkan tim untuk jangka panjang,” ujar Arif.

Sedangkan bek Waluyo menginginkan kompetisi bisa digulirkan kembali. Ia berharap menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan PSSI bisa duduk satu meja mengakhiri konflik.

“Kalau untuk setelah ini, saya masih belum tahu akan ke mana. Tetapi semoga kompetisi segera bergulir. Ego keduanya sama-sama besar. Sulit sekali jika terus turnamen tanpa kompetisi, pemain hanya menerima imbasnya,” kata Waluyo.

Sementara itu, mengenai kekalahan dari Arema, penggawa PSS Rasmoyo menilai dua tim yang mereka hadapi memiliki keunggulan materi pemain. Rasmoyo menegaskan, PSS tetap serius menghadapi Bali United di laga terakhir.

“Arema lebih siap secara tim, materi, fisik, organisasi dan lainnya. Kendala kita rotasi pemain yang lama dan yang baru bergabung. Adaptasi masih sulit,” ucap Rasmoyo.

“Kita terus fight sampai terakhir. Kita ingin memberikan hasil yang terbaik, terutama kepada fans.”

“Baik Persib yang kami hadapi kemarin, ataupun Arema sekarang memiliki pemain yang setara. Sementara pemain PSS Sleman masih muda-muda. Tetapi ini bagus untuk menambah pengalaman mereka,” timpal Waluyo.

“Kalau untuk pertandingan terakhir, kita tetap akan memberikan yang maksimal sampai peluit terakhir, demi mereka yang telah hadir ke sini.” (gk-62/gk-67)