PSSI Belum Siap Bikin Kompetisi U-19 Dalam Waktu Dekat

Saat ini, piramida kompetisi dimulai dari U-17 yang digenjot melalui Piala Soeratin serta U-21 yang dibina klub kasta atas ISL.

Wakil ketua umum PSSI Joko Driyono menyatakan bahwa saat ini kondisi belum ideal untuk membuat kompetisi untuk kelompok umur U-19. Saat ini, piramida kompetisi dimulai dari U-17 yang digenjot melalui Piala Soeratin.

Sementara kompetisi junior dengan batasan umur lebih tinggi ada di Indonesia Super League (ISL) U-21, yang kontestannya merupakan tim junior dari klub-klub kasta teratas ISL. Joko pun membeberkan alasan mengapa hanya klub ISL yang punya kompetisi U-21.

"Sekarang kalau dilihat, dari U-17 Piala Soeratin didorong ke ISL tidak siap, makanya ada ISL U-21 yang didorong ke klub ISL yang profesional. Karena kalau di klub amatir menjadi tidak efisien biayanya akan terserap di dua kelompok umur itu. Makanya kelompok umur diforsir ke klub-klub ISL," urai dia.

"U-21 sebenarnya di tempat (negara) lain ada yang tidak jadi pilihan, di negara lain itu U-19. Tapi lagi-lagi U-19 di kita anak-anak ketika dilepas ke ISL itu belum ready tampil di liga profesional, maka butuh tahap di U-21," sambung pria yang pernah menjabat sebagai sekjen PSSI tersebut.

Meski begitu, dalam beberapa tahun ke depan, bisa jadi di Indonesia ada ISL U-19 sebelum menuju U-21. Dua tahun lalu sebenarnya PSSI sudah punya rencana untuk bisa menggulirkan kompetisi U-19, tapi hal itu belum terealisasi hingga kini karena kompetisi itu sendiri dihentikan.

"Makanya (sekarang) kita genjot di U-17, dari U-17 ini dalam tiga atau lima tahun ke depan kita harap sudah ready, sehingga U-21 nantinya menjadi tidak penting. Jadi akan ada U-17 kemudian U-19," tandas Joko yang juga direktur utama PT Liga Indonesia itu.