PSSI Cari Dua Posisi Ini Buat Dinaturalisasi

Ini karena Edy merasa pemain lokal mempunyai kualitas yang kurang di dua posisi itu.

Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi mengatakan saat ini pihaknya sedang mencari dua posisi pemain yakni stopper dan bek sayap untuk dinaturalisasi. Ini karena ia merasa kualitas pemain lokal di Indonesia tidak memadai sehingga harus mencari di luar negeri.

Induk sepakbola Indonesia tersebut memang sedang menghidupkan lagi program yang sempat redum beberapa tahun belakangan ini. Langkah menaturalisasi pemain adalah untuk mempercepat timnas Indonesia mendapatkan talenta-talenta bagus yang tersebar di belahan negara lainnya.

Keinginan PSSI pun disambut baik oleh pemerintah. Kementerian pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bahkan sudah mengirimkan surat permohonan pendataan pemain Indonesia yang berada di luar negeri kepada Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. 

Upaya yang dilakukan Kemenpora adalah untuk mencari tahu pemain berdarah Indonesia yang bisa dinaturalisasi. Bahkan dalam waktu dekat ini bintang muda Ajax Amsterdam, Ezra Walian yang memiliki darah keturunan Indonesia dari ayahnya bakal mendapat status Warga Negara Indonesia (WNI).

Saat ini kita perlu stopper. Stoper kita ada tapi perlu ditingkatkan kualitasnya. Kita perlu satu wing back. Berarti ini kurang dua jumlah pemainnya," kata Edy.

Meski begitu, pria yang juga menjabat sebagai Pangkostrad TNI tersebut menegaskan naturalisasi pemain bukanlah prioritas utamanya dalam membangun timnas Indonesia. Program tersebut hanya berlaku sampai dengan perhelatan Asian Games 2018 saja.

"Kita hanya butuh untuk Asian Games. Sampai Asian Games, pelatih membutuhkan kualitas seperti ini, kebetulan kita cari yang seperti ini tidak ada di Indonesia yang kita cari keluar. Tidak ada cara lain," ujarnya.

Topics