PSSI Jalin Kerja Sama Dengan Federasi Korea Selatan Untuk Pengembangan Sepakbola Usia Muda

Berawal dari perbincangan antara Djohar Arifin dan Chung Mong-Gyu, PSSI dan KFA bakal kembangkan grassroots.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter
Federasi sepakbola Korea Selatan (KFA), bakal membantu PSSI untuk mengembangkan pembinaan pemain usia muda di Indonesia.
Hal tersebut dilakukan mengingat minimnya kemajuan sepakbola usia muda di tanah air, dan Korsel sendiri bisa dijadikan contoh negara Asia yang cukup bagus perkembangannya di sepakbola dunia.
Djohar Arifin Husin selaku ketua umum mengatakan langkah ini dilakukan berawal dari kedekatannya dengan presiden KFA, Chung Mong-Gyu, yang dia sebut sebagai kawan dekat. Mong-Gyu sendiri memandang Indonesia sebagai negara Asia yang punya potensi besar akan sepakbola.
"Kunjungan mereka ke sini untuk menanyakan apa yang bisa dibantu. Jadi kami fokus kerja sama soal pengembangan sepakbola usia muda grassroots dan juga peningkatan kualitas pelatih usia muda," ungkap Djohar kepada para wartawan, Senin (25/8) siang, di Stadion Gelora Bung Karno.
Mong-Gyu membocorkan alasan mengapa Korsel terus berkembang dalam sepakbola tak lain adalah karena pembinaan usia muda yang berkesinambungan dan peningkatan mutu dari pelatihnya.
"Pembinaan usia muda memang sangat penting untuk kemajuan sepakbola setiap negara. Kami pun akan mengirim pelatih ke Indonesia, karena negara ini salah satu dengan potensi sepakbola yang besar di Asia," urai pria berusia 52 tahun itu.
Ditambahkan Djohar, bawha pelatih usia muda di Indonesia sangat minim untuk jumlah anak-anak Indonesia yang begitu banyak tersebar di berbagai pulau. "Pelatih di sini hanya sekitar kurang dari 800, sedangkan usia remaja saja bisa sampai jutaan."
"Di Korea Selatan ada ribuan pelatih, saya tidak tahu pasti jumlahnya, tapi sangat banyak," timpal Mong-Gyu yang juga wakil presiden federasi sepakbola Asia Timur.
Soal apakah akan ada pemain Indonesia yang bisa merumput di Liga Korsel (K-League), Mong-Gyu tak menutup kemungkinan akan itu. "Bisa saja. Tapi yang terpenting perbaikan dari sisi pelatih dan pembinaan. Karena Indonesia masih berkembang pesat," tukas pria yang juga pengusaha itu.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.