PSSI Sebut Klub Setuju Kompetisi U-21 Dihapus

Padahal, ada beberapa klub yang sempat kaget dengan penghapusan kompetisi U-21.

Pada musim ini, PSSI memastikan bahwa tidak akan ada lagi kompetisi U-21 dan akan diganti dengan kelompok usia U-19. Hal itu pun dilakukan demi mengejar ketertinggalan bibit pemain muda di Indonesia.

Joko Driyono selaku wakil ketua umum PSSI juga memastikan bahwa tidak ada klub yang protes terkait keputusan tersebut. Dan dapat dipastikan bahwa kompetisi U-19 akan jadi pengganti dari U-21.

"(Klub menyambut) Positif. Jadi U-19, jadi setiap pemain yang sekarang di usia U-21 masuk di senior atau dia tampil di Liga 2 atau Liga 3 Nusantara," beber Joko ketika ditemui di Makostrad, Kamis (30/3).

Sebelumnya, beberapa klub menyatakan kaget dengan penghapusan kompetisi level U-21. Pasalnya, ada tim yang sudah menjaring bibit pemain untuk level usia tersebut seperti pasalnya Sriwijaya FC.

“Ini benar-benar sangatlah tragis, karena kami bingung mau bilang apa kepada anak didik yang sudah dibina selama ini, kemudian juga kepada 542 peserta seleksi SFC U-21 yang baru digelar kemarin," ujar Bambang Supriyanto mewakili Asprov PSSI Sumatera Selatan.

"Seharusnya semakin banyak kompetisi kelompok umur justru semakin baik, dan saling melengkapi. Kami mendukung kewajiban klub yang harus punya tim U-16 dan U-19, tetapi yang U-21 jangan sampai dihilangkan. Apalagi dengan cara dibunuh seperti ini."

Pernyataan tak setuju juga sempat dilontarkan oleh pelatih kepala PSM Makassar Robert Rene Alberts beberapa waktu lalu. Apalagi di negara yang sepakbolanya maju, tim U-21 merupakan tim pelapis senior.

“Bukan kabar baik, semua negara berkembang, kuat terutama karena pembinaan pemain muda," ungkap pelatih asal Belanda yang sudah lama mengenal sepakbola Asia itu.

"Jika bukan U-21 maka mereka dapat menyebutnya tim kedua. Banyak pemain di negara Asia tidak siap dengan pemain U-19 untuk tingkat profesional. Karena itu mengapa kita butuh pemain kompetisi level U-21,” tukasnya.

Topics