PSSI Siap Jelaskan Masalah KITAS Ke Imigrasi & Kemenaker

Pertemuan PSSI dengan Imigrasi dan Kemenaker bakal dilaksanakan pada Jumat (21/4).

PSSI mengaku salah atas keputusannya mengizinkan Michael Essien dan Carlton Cole saat laga Persib Bandung melawan Arema pada partai perdana Liga 1, di Stadion Bandung Lautan Api, akhir pekan lalu. Oleh karena itu, induk sepakbola nasional tersebut berencana menggelar pertemuan dengan Imigrasi dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Upaya ini dilakukan untuk menjelaskan alasan mengapa PSSI memberikan izin kepada Maung Bandung menurunkan kedua pemain tersebut. Padahal, Essien dan Cole belum mempunyai Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), yang akhirnya kini menjadi polemik.

Ini karena Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) telah melayangkan surat kepada Imigrasi dan Kemenaker terkait hal tersebut. Sebab, mereka sudah memberi catatan saat mengeluarkan rekomendasi Liga 1, kalau pemain tanpa KITAS dapat dimainkan.

"Intinya hari Jumat (21/4) akan ada pertemuan dengan Imigrasi, lalu Kemenaker di kantor PSSI jam 2 siang. Ini untuk memfinalisasi sebuah rancangan yang kita sudah usulkan. Kami ingin selesaikan masalah ini sebelum kick-off week kedua," kata direktur status dan transfer pemain PSSI, Marco Paulo di kantor Kemenpora, Selasa (18/4). 

"Pada dasarnya kami sudah sesuai ritme yang sama, tinggal kita pastikan balik ke koridor yang baik karena kita ingin menikmati sepakbola yang baik. Sebenarnya, harus bisa dimengerti juga di sini ada beberapa pihak, ada operator, regulator, Imigrasi, Kemenaker, ini komunikasinya yang masih kurang pakem." 

"Ini yang buru-buru kami selesaikan, karena kemarin operator harus mengambil kebijakan terkait itu [mengasih izin pemain tanpa KITAS]. Tetap kami tidak ingin sengaja melanggar aturan. Intinya kami sudah balik kepemahaman yang sama tinggal mekanisme itu seperti apa," tambahnya.