Qischil Gandrum Minny: Sistem Grup Bikin Laga Jadi Berat

Qischil tetap optimistis Persepam bisa melewati fase grup, dan meraih hasil terbaik.

Striker Persepam Madura Utama Qischil Gandrum Minny menilai pertandingan di sistem grup jauh lebih berat dibandingkan kompetisi penuh. Karena itu, Qischil mengibaratkan seluruh pertandingan di turnamen Piala Kemerdekaan sebagai laga final.

Turnamen yang diselenggarakan Tim Transisi bentukan kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) ini diikuti 24 tim, dan dibagi ke dalam empat grup. Masing-masing grup berisikan enam tim.

Persepam berada di Grup D bersama tuan rumah Madiun Putera, juara Liga Nusantara musim lalu Persatu Tuban, serta Persekap Kota Pasuruan, PSS Sleman, dan Persebo Bondowoso.

“Jika sistem pertandingan seperti ini, semua pertandingan berat. Seluruhnya ibarat partai final. Jauh berbeda dengan sistem kompetisi penuh,” ungkap Qischil kepada Goal Indonesia.

Meski begitu, Qischil tetap optimistis dengan peluang Persepam untuk lolos ke babak selanjutnya. Mantan penggawa Persik Kediri ini menambahkan, rencana pemusatan latihan, serta uji coba di Kediri bisa menjadi ujian terakhir sebelum tampil di turnamen.

“Sangat penting mendapatkan lawan tanding yang selevel sebagai tolak ukur sebelum menghadapi lawan-lawan tangguh nantinya,” tambah Qischil.

Jelang keberangkatan ke Kediri, Persepam sempat melakukan beberapa uji coba. Terakhir, mereka mampu menggebuk tim lokal Pesad Center Pamekasan dengan skor 5-0. Dalam pertandingan tersebut, Jaya Hartono masih melakukan rotasi untuk mencari komposisi tepat bagi skuat asuhannya. (gk-62)

Topics