RADAR TRANSFER: Juan Cuadrado, Si 'Robinho Kolombia'

Juan Cuadrado tampil memikat di Piala Dunia 2014 dan beberapa klub besar Eropa mulai mengincar jasanya.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter
Juan Cuadrado menjadi salah satu pemain yang paling bersinar di tim nasional Kolombia pada Piala Dunia 2014. Ia mengantarkan timnya menembus babak perempat-final untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen empat tahunan tersebut.
Pemain yang kini membela Fiorentina itu menjadi andalan sejak pertandingan pertama dan langsung memikat banyak pihak. Kecepatan dan kemampuannya melewati hadangan pemain lawan membuat ia terus mendapatkan sorotan ketika berada di atas lapangan. Ia juga turut menyumbangkan gol ketika Kolombia mengalahkan Jepang dengan skor 4-1. Cuadrado mencetak gol pembuka melalui titik putih saat itu. Berkat hasil atas tim Samurai Biru tersebut, Kolombia dengan perkasa duduk di posisi puncak grup C dengan mengemas poin sempurna, yaitu sembilan angka dari tiga kemenangan.

Di babak gugur, ia turut mengantar Kolombia mengempaskan Uruguay di babak 16 Besar sebelum akhirnya skuat asuhan Jose Pekerman ditumbangkan oleh Brasil di laga perempat-final yang berjalan dengan sangat sengit.

Total satu gol dan empat assist dalam lima pertandingan di Piala Dunia tentu sudah menunjukkan seberapa impresif performanya bersama Kolombia. Kini, ia menjadi buruan dari klub-klub besar, terutama dari Liga Primer Inggris yaitu Manchester United, Arsenal dan Liverpool.

Dengan namanya yang melambung tinggi, hengkang dari Fiorentina ke klub yang lebih besar tampaknya akan menjadi opsi masuk akal bagi Cuadrado di bursa transfer musim panas ini, meski La Viola baru saja membeli kepemilikan penuh dirinya dari Udinese.

Profil
Lahir di Necocli pada 1988 silam, Cuadrado mengawali karirnya di tim akademi Atletico Uraba sebagai penyerang. Namun, ia akhirnya dipindah ke posisi gelandang sayap oleh pemilik klub, Nelson Gallego. Dari sanalah, kemampuannya sebagai penyisir lapangan terus berkembang, hingga ia juga bisa beradaptasi bermain sebagai bek sayap.
Performa impresifnya memikat klub Independiente Medellin dan mendapatkan laga debut profesionalnya di divisi pertama Kolombia pada tahun 2008, melawan Boyaca Chico, di mana ia juga mencetak gol pertamanya. Ia hanya bertahan selama satu tahun di sana setelah klub Serie A Italia, Udinese, datang meminangnya.
Dengan banderol yang dirahasiakan, ia mendarat ke Friuli dengan kontrak berdurasi empat tahun. Ia melakoni laga debutnya pada 1 November 2009. Namun, karirnya di Italia tidak berjalan mulus, Cuadrado gagal mengeluarkan kemampuan terbaik hingga jarang mendapatkan kesempatan bermain.
Ia kemudian dipinjamkan ke Lecce dan mampu tampil memikat. Ia dinobatkan menjadi pemain yang paling banyak melakukan dribbling selama satu musim penuh, namun sayang prestasi itu tidak dapat menyelamatkan Lecce dari degradasi, sehingga ia kembali ke Udinese.
Namun, keberuntungannya berubah sejak ia berlabuh ke Fiorentina. Cuadrado mampu menampilkan permainan khasnya dengan kecepatan ditambah skill mengolah bola yang mengagumkan, kemampuannya tersebut membuat publik Italia menjulukinya sebagai La Vespa.

Cuadrado mengatakan, gaya bermainnya yang atraktif karena inspirasi dari sosok pemain asal Brasil, Robinho: "Saya selalu menyukai sepakbola Brasil dan terutama Robinho. Saya telah dibandingkan dengan Robinho sejak usia 13 tahun. Saya sangat cepat dan senang menggiring bola."
Musim 2013/14 menjadi musim terbaik Cuadrado, di mana ia berhasil mencetak total 15 gol untuk La Viola. Padahal musim-musim sebelumnya, ia tidak pernah mencetak lebih dari lima gol dalam satu musim.

Pada level internasional, Cuadrado mencicipi caps pertamanya pada 2010, ketika Jose Pekerman datang menangani timnas Kolombia. Pelatih Argentina itu langsung terpikat dan menjadikannya sebagai pemain andalan di tim. Dan kepercayaan tersebut tampak membuahkan hasil, terutama pada Piala Dunia 2014.
Kemampuan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Cuadrado dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan dan teknik yang sangat bagus untuk bisa melewati penjagaan lawan. Ia kerap melakukan tusukan yang berujung dengan umpan matang, hal yang kerap terlihat di Piala Dunia 2014, di mana ia mengoleksi empat assist dalam lima pertandingan.

Tidak hanya menjadi 'pelayan' Cuadrado juga mulai piawai dalam mencetak gol, total 11 gol ia ciptakan ketika membela Fiorentina di ajang Serie A Italia. Itu tidak lepas dari keberaniannya untuk melakukan tembakan ke gawang lawan dan juga kemampuannya untuk mencari posisi. Ketenangannya dalam mengeksekusi juga telah ditampilkannya ketika mencetak gol penalti ke gawang Jepang.

Kontribusi Cuadrado dalam melakukan serangan memang tidak diragukan lagi, namun salah satu hal yang mengagumkan dari dia adalah kemampuannya yang serba bisa. Selain berperan sebagai gelandang sayap, pemain Kolombia itu juga sudah tidak canggung lagi menempati posisi bek sayap.

Kemampuannya dalam membantu pertahanan juga tidak buruk, ia cukup lihai dalam melakukan tekel dan tidak jarang ia melakukan intersep yang menghentikan alur serangan lawan.
Prediksi
Fiorentina baru saja membeli secara penuh hak kepemilikan Cuadrado dari Udinese, hal tersebut tentu akan membuat proses transfer ke klub lain semakin kecil. Namun, peluang itu tetap ada apabila ada klub yang bersedia menggelontorkan banyak dana untuknya.

Dan, ternyata memang sudah banyak klub yang mengantri untuk memboyongnya. Manchester United, Arsenal, Liverpool, Barcelona dan Bayern Munich diyakini siap mengeluarkan kocek tebal untuk mendapatkan tanda tangan Cuadrado.

Dari perkembangan terakhir, United yang paling terdepan untuk mendapatkan Cuadrado. Pelatih Louis van Gaal dinilai memang membutuhkan pemain serba bisa seperti dia, mengingat pelatih asal Belanda itu tampak mulai mengandalkan formasi 5-3-2 daripada 4-3-3 seperti yang diterapkan di timnas Oranje, di mana Cuadrado akan mampu beradaptasi dengan kedua formasi tersebut.
Namun, United harus bersaing keras dengan Barcelona, karena pelatih Kolombia, Jose Pekerman, sepertinya lebih senang melihat anak buahnya itu bergabung dengan Blaugrana.

"Dia siap bergabung dengan klub besar. Sungguh memuaskan memilikinya bersama Kolombia, dan saya yakin dia akan terus berkembang menjadi salah satu pemain besar, terlebih lagi apabila dia bergabung dengan klub sebesar Barcelona," ujar Pekerman.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics