Raja Isa: Sepakbola ASEAN Tertinggal Empat Tahun

Metro FC berencana mengirim pemain usia muda untuk menjalani latihan di Spanyol dan Portugal.

Pelatih Persekam Metro FC Raja Isa mengungkapkan, perkembangan sepakbola di kawasan Asia Tenggara telah tertinggal empat tahun dibandingkan Portugal dan Spanyol.

Raja mengatakan, kondisi itu membuat Metro FC bersama Djoko Purwoko Foundation bakal menyeleksi pemain muda usia 12 dan 15 tahun untuk dikirim ke ke Portugal dan Spanyol. Pemain muda ini nantinya diproyeksikan memperkuat Metro FC, sehingga pencarian meliputi empat kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Solo dan Malang.

“Sebenarnya bisa saja kami membina di wilayah kami sendiri di Malang. Tapi, untuk saat ini sepakbola Spanyol dan Portugal seolah menjadi kiblat. Sebagai contoh, saat kami mengirimkan pasukan Malaysia ke sana, ternyata perkembangan sepakbola di kawasan Asia Tenggara ini tertinggal empat tahun,” turut Raja.

“Misalnya, kami kirim pemain usia 18 tahun, ternyata di sana intelegensi pemain itu setara dengan anak usia 14 tahun. Memang skillnya sih sama saja, tetapi perkembangan usia dini ini benar-benar berbeda.”

“Saya pikir kami juga harus memperhatikan pemain muda. Indonesia punya potensi. Apa yang ada pada Metro FC ini merupakan inisiatif untuk membantu sepakbola Indonesia yang punya proyek lolos Piala Dunia. Kami bantu dari Malang, dan semoga nanti akan hadir pesepakbola didikan Metro FC.”

Rencananya 20 pemain yang berkumpul akan diberangkatkan pada 28 Maret. Tetapi Raja Isa menyatakan, keberangkatan bisa berubah menyesuaikan kondisi dan jadwal tim yang dituju.

“Di spanyol, semoga bisa ke La Masia. Meski nanti tidak bisa berlatih, mereka bisa memberikan motivasi, karena pernah melihat tempat pendidikannya Lionel Messi. Sementara untuk Portugal adalah Sporting Lisbon,” beber Raja.

“Mereka sekarang usia 12 dan 15. Sepuluh tahun lagi, jika sukses, mereka akan menjadi pilar Indonesia. Saya pikir untuk lolos Piala Dunia kita memang harus memperbanyak pemain asli Indonesia agar bisa bermain di luar negeri.”

Di sisi lain, Metro FC juga akan mengaktifkan pembinaan sepakbola dari Kecamatan. Saat ini 33 Kecamatan di Malang sudah mempunyai wadah kompetisi Korcam. Namun, yang dibidik Metro adalah pembinaan pelatihnya.

“Akan banyak pemain jika kompetisi rutin digelar. Tapi kami merasa bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan kepada pelatih usia dini di Malang. Harapannya mereka bisa memberikan kepelatihan kepada pemain usia dini dengan baik, sehingga sesuai dengan kurikulum sepakbola modern,” tutupnya. (gk-48)