Ralph Hasenhuttl: RB Leipzig Boleh Bangga Meski Kalah

Pelatih Leipzig itu menilai timnya sudah berupaya maksimal untuk menyaingi Bayern sekalipun harus kalah lewat drama adu penalti.


OLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter


Ralph Hasenhuttl selaku pelatih RB Leipzig tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski akhirnya tersingkir dari DFB-Pokal setelah dikalahkan Bayern Munich lewat drama adu tendangan penalti, Kamis (26/10) dini hari WIB.

Di pertandingan yang digelar di Red Bull Arena semalam, Leipzig terpaksa bermain dengan sepuluh pemain menyusul kartu kuning kedua yang menimpa Naby Keita di awal babak kedua, namun tim tuan rumah justru mampu unggul terlebih dahulu setelah Emil Forsberg menceploskan bola dari titik penalti di menit ke-68.

Bayern yang unggul jumlah pemain baru bisa membalas melalui sundulan kepala Thiago Alcantara di 17 menit terakhir waktu normal, dan laga ini pada akhirnya harus ditentukan lewat adu tendangan penalti setelah kedua tim sama-sama gagal mencetak gol hingga digulirkannya babak tambahan.

Di babak krusial tersebut, semua penendang Bayern sukses menceploskan bola ke gawang Peter Gulacsi, sebaliknya Leipzig terpaksa tersingkir setelah tendangan Timo Werner, yang menjadi penendang kelima, bisa ditepis oleh kiper Sven Ulreich.

Menanggapi kekalahan tersebut, Hasenhuttl mengatakan: “Saya pikir kami boleh berbangga. Kami menyajikan perlawanan sengit hari ini,” ujarnya seusai laga.

“Ini benar-benar luar biasa mengenai apa yang terjadi pada kita selama 120 menit. Ini adalah laga yang luar biasa bagi semua pihak yang terlibat. Ini benar-benar duel papan atas.

“Ini juga menjadi laga yang sangat sulit melawan Bayern ketika Anda kehilangan satu pemain.”

Di kesempatan terpisah, Forsberg menambahkan: “Tentu saja ini menyakitkan, kami sejatinya tampil bagus. Kami kehilangan satu pemain sejak menit ke-60. Ini sulit untuk melawan tim seperti Bayern. Kami masih boleh berbangga, kami telah mengerahkan semuanya dan bertarung.

“Hidup terus berjalan. Kami akan kembali berhadapan dengan mereka pada Sabtu mendatang, dan kami ingin mengalahkan mereka.”