Raphael Maitimo Makin Dekat Ke Persib Bandung?

Sedangkan mengenai striker asing, Djanur masih menunggu regulasi pemain dari PSSI.


LIPUTAN   PANDU PERSADA     DARI   BANDUNG   

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengungkapkan, satu dari dua gelandang naturalisasi makin dekat bergabung dengan Pangeran Biru di Liga 1 2017, mengingat negosiasi mendekati tahap akhir.

Umuh mengatakan, kedua pemain yang menjadi bidikan adalah Stefano Lilipaly dan Maitimo. Namun peluang untuk mendapatkan Lilipaly sangat tipis, karena sedang bersinar bersama SC Cambuur di Eerste Divisie Belanda. Apalagi Cambuur juga berpeluang promosi ke Eredivisie, kasta tertinggi di Belanda.

“Ya ada dari pemain naturalisasi, tapi salah satu saja yang masuk. Saya senang kalau Lilipaly masuk‎, tapi kan dia juga masih di klub lain. Maitimo? Ya, dia juga jadi salah satu yang kami incar juga. Tapi, saya serahkan semuanya kepada pelatih,” jelas Umuh.

Sedangkan pelatih Djadjang Nurdjaman mengakui Maitimo menjadi bidikan Persib. Sementara itu, Djadjang tetap menginginkan striker asing untuk mendampingi Sergio van Dijk di lini depan.

“Untuk Lilipaly dan [Raphael] Maitimo dalam tahap akhir negosiasi. Meski bidikannya ada dua, kemungkinan hanya salah satu saja yang gabung. Di posisi striker, kami masih menunggu regulasi dari PSSI. Mudah-mudahan menjadi 3+1, sehingga kami bisa dengan leluasa cari pemain lagi,” bebernya.

Sementara itu, direktur keuangan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahyono mengatakan, perekrutan Michael Essien tak bisa dilepaskan dari unsur ekonomis. Menurutnya, sepakbola di Indonesia bisa berkembang layaknya di Tiongkok, Thailand, dan Brasil.

“Ujung-ujungnya kami tahu pemerintah sangat perhatian kepada industri sepakbola. Artinya, sebagai pelaku kami sama-sama membangun bersama dengan stakeholder lainnya untuk memajukan sepakbola nasional. Mudah-mudahan Indonesia dalam 15-20 tahun lagi bisa masuk ke Piala Dunia,” tutur Teddy.

Teddy juga mengungkapkan kesulitan mendatangkan pemain asing kelas dunia ke Indonesia. Teddy mengatakan, mereka nyaris menemui jalan buntu ketika ingin merekrut Essien. Hal itu disebabkan adanya insiden bom panci beberapa waktu lalu.

“Kami pelan-pelan kasih edukasi Indonesia ini seperti apa. Kami yakinkan Indonesia tidak seseram yang dibayangkan. Ada kejadian bom meledak di Bandung yang sempat memutuskan negoisasi. Di indonesia mungkin sudah biasa, tapi di luar kan beritanya 'wah',” jelasnya (gk-68)

 

Topics