Raphael Maitimo Resmi Tinggalkan PSM Makassar

Maitimo menuturkan salah satu alasannya pergi dari PSM lantaran ada perbedaan visi dengan Robert Alberts.

Gelandang naturalisasi Raphael Maitimo akhirnya secara resmi pamit kepada PSM Makassar. Hal itu diungkapkannya dalam rilis resminya kepada wartawan, Rabu (8/3). Dalam kalimat pembukaan rilisnya, Maitimo lebih dulu memohon maaf atas keterlambatan dirinya dalam memberikan penjelasan terkait situasi yang terjadi antara dirinya dan PSM.

Kemudian, dia memaparkan setelah pamit dari Arema FC, ada beberapa klub yang sangat serius untuk mengontraknya. Bahkan, ada yang menawarkan nilai kontrak yang fantastis. Tapi lantaran PSM adalah klub besar dan mempunyai suporter yang fanatik, serta memiliki ambisi untuk menjadi juara, akhirnya eks penggawa Sriwijaya FC itu memilih untuk bergabung di PSM.

Dia pun mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan bisa bermain di Piala Presiden 2017 bersama tim Juku Eja, meski secara hasil belum maksimal. "Namun setelah sebulan berjalan di PSM, saya berbicara panjang dengan coach (Robert Rene Alberts, pelatih PSM) dan sepertinya ada sedikit perbedaan visi secara teknis dalam bagaimana saya akan dimaksimalkan untuk tim," kata Maitimo. 

"Saya amat menyayangkan situasi ini karena saya sangat menikmati bermain dengan tim PSM dan saya yakin tim ini memiliki materi untuk menjadi kandidat juara tahun ini. Namun saya tidak ingin menjadi beban bagi tim dan saya amat sadar bahwa tidak ada pemain yang lebih besar dari klub," tambahnya.

Maka dari itu, Maitimo bersama manajemen dan pelatih PSM telah bersepakat untuk berpisah secara baik-baik. Mantan penggawa Persija Jakarta itu pun bersedia memenuhi tanggung jawabnya kepada pihak manajemen terkait situasi ini.

"Kepada keluarga besar PSM, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bila tindakan saya dinilai kurang berkenan. Ini merupakan keputusan yang sangat berat, namun karena saya sangat respek dengan PSM, saya merasa lebih baik dituntaskan secepat mungkin supaya tim ini bisa membangun formasi terbaiknya dengan kepastian," tuturnya. 

"Saya menyayangkan tidak bisa menjadi bagian dari PSM, namun saya yakin tim ini pasti bisa membuat kejutan di papan atas Liga Indonesia. Oleh karena itu saya mohon pamit dulu, saya harapkan yang terbaik untuk PSM dan sampai bertemu lagi di lapangan hijau," pungkasnya.

Topics