Rapor & Persiapan Manchester City Menghadapi Liga Primer Inggris 2015/16

Konsistensi penampilan menjadi kunci utama The Citizens untuk dapat mewujudkan ambisi merengkuh gelar Liga Primer musim ini.

Ada banyak pertanyaan yang muncul ketimbang harapan besar menyelimuti suasana tim Manchester City sebagaimana manajer Manuel Pellegrini tengah mempersiapkan pasukannya jelang menghadapi kampanye panjang musim 2015/16 yang tak lama lagi akan segera dimulai.

Pertanyaan yang timbul mengacu pada performa kurang konsisten yang ditampilkan The Citizens selama menjalani pra-musim sejak akhir Mei lalu. Sejumlah kekalahan didapat, memang tak seluruh komponen skuat terbaik mereka dijajal mengingat beberapa bintang seperti Sergio Aguero, Martin Demichelis dan Pablo Zabaleta tak ikut ambil bagian lantaran menjalani masa liburan selepas Copa America.

Bergeser ke aktivitas transfer, pemain baru didatangkan dan beberapa ada yang dilepas. Secara umum, rekrutan baru seperti Raheem Sterling mampu langsung nyetel dengan gaya permainan City, menjadi sebuah nilai positif selama masa persiapan. Mengusung ambisi untuk kembali menyabet gelar Liga Primer Inggris, maka inkonsistensi kinerja seperti yang ditunjukkan musim lalu menjadi hal yang sepatutnya dihindari.

Rapor Pramusim

Performa Manchester City selama melakoni pra-musim boleh dibilang cukup mengecewakan. Diawali dari tur Amerika Serikat pada Mei lalu, The Citizens memetik kemenangan dengan skor kurang meyakinkan 1-0 kala bersua Toronto FC.

HASIL PRAMUSIM MANCHESTER CITY
1-0 Toronto FC
1-0 Melbourne City
2-2 AS Roma (Menang ap 5-4)
1-4 Real Madrid
8-1 Vietnam
2-4 Stuttgart

Tur berlanjut ke benua Australia dan Asia, selepas kembali menang tipis 1-0 atas tuan rumah Melbourne City, kualitas City diuji dengan menghadapi ajang International Champions Cup 2015 [ICC]. Dalam turnamen tersebut, City tampak kewalahan meladeni permainan AS Roma sebelum menang lewat adu penalti. Di laga berikutnya, hasilnya lebih buruk dengan menyerah 4-1 dari Real Madrid.

Memang kemenangan dengan skor telak sempat dibukukan, namun dari lawan yang secara kualitas berbeda yakni saat menghajar Vietnam 8-1. Kembali ke Eropa untuk menutup pra-musim, melawan sesama tim Eropa, lagi-lagi hasil buruk didapat pasukan Manuel Pellegrini usai dihajar VfB Stuttgart 4-2.

Dari serangkaian hasil yang didapat selama menjalani pra-musim, menggambarkan City masih memiliki kelemahan besar. Masalah klasik, soal sisi teknis permainan terutama dalam barisan pertahanan tim, bukan kali pertama karena sejak kampanye musim 2014/15 hal ini merupakan celah yang hendak ditambal. Kini, setidaknya masih tersisa waktu kurang dari sepekan sebelum menghadapi ujian sesungguhnya di pekan perdana musim baru Liga Primer Inggris menghadapi West Bromwich Albion akhir pekan ini.

 

Aktivitas Transfer

Tidak seperti beberapa musim sebelumnya, terutama saat pertama kali diakusisi oleh taipan asal Uni Emirat Arab [UEA] Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, kini Manchester City tak lagi 'menggila' dalam bursa transfer. Musim panas ini, mereka punya prioritas khusus dalam menjalankan aktivitas transfer.

Perekrutan pemain lokal Inggris menjadi kebutuhan utama tim, memang sebenarnya hal tersebut didasarkan pada tuntutan akan pemenuhan jatah minimal pemain dengan status home-grown mengingat skuat The Citizens memiliki komposisi dengan mayoritas dihuni oleh talenta-talenta asing. Menyikapi situasi tersebut, langkah cepat pun dilakukan manajemen.

Dua bintang muda Inggris yang tengah naik daun berhasil diboyong menuju Etihad Stadium. Sempat terlibat dalam proses negosiasi yang rumit, City sukses mendaratkan wonderkid Liverpool, Raheem Sterling meski harus merogoh kocek dalam dengan mengeluarkan dana transfer sebesar £49 juta yang menjadikan sang winger sebagai pembelian pemain lokal termahal dalam sejarah sepakbola Inggris.

Pembelian selanjutnya jatuh pada sosok gelandang andalan Aston Villa - serupa dengan proses transfer Sterling yang sempat memakan waktu dengan adanya tarik ulur - Fabian Delph didatangkan dengan banderol yang relatif 'murah' yakni dengan hanya menebus klausul nilai pada kontrak penggawa internasional Inggris itu senilai £8 juta.

Selain dua rekrutan tersebut, fokus transfer City musim panas ini lebih ke arah pembangunan tim secara jangka panjang. Sepasang bakat muda asli Inggris dan Turki turut didatangkan yakni Patrick Roberts dan Enes Unal. Keduanya bisa jadi akan menjadi andalan City di masa mendatang bersama dengan sejumlah youngster tim Elite Development Squad [U-21] seperti Kelechi Iheanacho, Manu Garcia hingga Jose Angel Pozo.

Kualitas Tim


*Statistik Chelsea di Liga Primer Inggris 2014/15

Tak berlebihan apabila mengatakan bahwa skuat yang dimiliki Manchester City saat ini merupakan kesebelasan yang punya kapasitas untuk menjadi yang terbaik. Pellegrini pun masih membesut separuh dari penggawa tim yang dibawanya menjadi kampiun Liga Primer dua musim silam. Secara kualitas tim, City mempunyai modal kuat untuk kembali berbicara banyak di musim baru.

Hal yang sama ada pada kualitas individu, di barisan skuat The Citizens, terdapat banyak nama-nama yang sanggup menghadirkan perbedaan dalam berbagai situasi krusial. Siapa yang meragukan kapasitas Sergio Aguero yang sukses menyabet gelar top skor musim lalu, ataupun sosok gelandang pekerja keras seperti Yaya Toure, hingga penjaga gawang pilihan utama tim nasional Inggris, Joe Hart.

Dengan fakta tersebut menggambarkan bahwa sebenarnya City tak membutuhkan tambahan frontal ke dalam struktur tim mereka untuk musim ini. Selain menambal celah di lini belang, hal lain yang dibutuhkan Pellegrini dan anak asuhnya adalah penyegaran tim, itu mengacu pada kegagalan mempertahankan gelar liga musim lalu.

Menjalani musim 2015/16, mungkin sudah waktunya bagi Pellegrini untuk menjajal sederet penggawa mudanya yang baru kembali dari masa pinjaman bersama klub lain. Jason Denayer yang berprestasi bersama Celtic bisa menjadi opsi menarik di barisan pertahanan. Youngster asal Portugal, Marcos Lopes punya potensi untuk bersinar, demikian pula dengan Kelechi Iheanacho dan Manu Garcia yang sempat memikat perhatian sejak ambil bagian di ajang pra-musim.

Analisis & Prediksi

Meski mencatatkan hasil kurang memuaskan dalam masa persiapan, Pellegrini sepertinya tetap memiliki optimisme penuh menghadapi musim baru yang bakal segera dimulai dalam hitungan kurang dari sepekan ke depan.

Sepanjang musim lalu, pakem 4-2-3-1 dan 4-4-2 kerap diterapkan juru taktik asal Cili tersebut. Kedatangan Sterling kini memberikan sang manajer pilihan untuk menambah variasi taktik. Selama pra-musim, pola 4-3-3 mulai coba dijalankan dengan eks winger tersebut fasih dalam menjalankan peran sebagai winger maupun penyerang bayangan.

Hadirnya Delph kian menambah kedalaman sektor tengah tim, melengkapi eksistensi gelandang-gelandang berpengalaman seperti Yaya Toure, David Silva, Samir Nasri dan Fernandinho. Lini belakang dituntut untuk melakukan perbaikan dan meningkatan konsistensi, jika masalah tersebut mampu diatasi maka peluang City untuk mengakhiri musim dengan kesuksesan akan semakin terbuka lebar.

Filosofi menyerang masih akan tetap menjadi pilihan Pellegrini dengan ketajaman Aguero diharapkan kembali terulang. Selepas kepergian Stevan Jovetic menuju Internazionale, ditambah dengan belum jelasnya masa depan Edin Dzeko, maka inilah waktunya bagi Wilfried Bony untuk membuktikan kualitasnya yang belum terlihat sejak diboyong dari Swansea City pada musim dingin lalu.

Persaingan Liga Primer memang diyakini bakal lebih sengit, dengan beberapa rival seperti Manchester United, Arsenal hingga juara bertahan Chelsea sudah menunjukkan keseriusan mereka untuk menghadirkan persaingan sengit. Jika City mampu untuk tampil konsisten terlebih sejak awal musim, bukan tidak mungkin gelar liga domestik kelima mampu mereka genggam.