Rapor & Persiapan Milan Menghadapi Serie A Italia 2015/16

Dengan performa yang jauh di bawah ekspektasi di musim lalu, lumrah bila Milan melakukan investasi besar-besaran untuk kompetisi 2015/16. Jadi, bersiaplah untuk Milan yang baru.

Apa yang Anda harapkan pada Milan di musim ini? Meraih scudetto? Menembus tiga besar? Atau sekadar bermain di Eropa untuk musim berikutnya?

Untuk Milanisti sejati, jawabannya mungkin satu, melihat Rossoneri kembali juara. Tapi apakah hal itu menjadi sesuatu yang realistis untuk diwujudkan, itu perkara lain.

Milan yang sekarang tak bisa dipisahkan dengan Milan musim lalu, atau Milan dua musim lalu atau yang sebelum-sebelumnya. Milan yang sekarang kini kenal adalah Milan yang terbentuk oleh sejarah panjang yang berliku, naik turun dan penuh cerita. Ada perjalanan penuh kesuksesan, juga kekecewaan dan air mata. Tapi apa pun itu, semua itu menjadikan Milan yang kita kenal sekarang ini.

Dan untuk bisa melihat potensi yang diraih Milan pada musi 2015/16, melihat tim ini secara keseluruhan adalah hal yang penting, mulai dari persiapan, aktivitas transfer dan rencana manajemen dalam menunjang setiap kegiatan untuk tim. Apakah Milan dalam posisi siap berkompetisi?
 

Rapor Pramusim

Persiapan Milan di pramusim bisa dikatakan menarik, tapi kurang menjanjikan. Di tangan Sinisa Mihajlovic, pengganti Filippo Inzaghi di kursi allenatore, Milan berubah menjadi tim yang atraktif dan ofensif dalam hal gaya bermain.

HASIL PRA-MUSIM MILAN
5-1 Alcione
5-1 Legnano
1-2 Olympique Lyon
1-0 Internazionale
0-0 Real Madrid
0-2 Tottenham Hotspur
0-3 Bayern Munich
2-0 Perugia

Hasil yang dicatat, merujuk pada pemandangan di papan skor tak bisa dikatakan membanggakan. Milan hanya bisa meraih kemenangan melawan tim yang di atas kertas memiliki kualitas di bawah mereka.

Laga pramusim dimulai dengan menghadapi tim amatir Alcione dan Legnano pada awal Juli. Hasilnya, Milan membukukan kemenangan dengan skor yang cukup telak, 5-1. Tak bisa dikatakan membanggakan, karena kualitas lawan yang dihadapi.

Setelahnya, Milan menghadapi tim yang secara kualitas memiliki level sepadan dengan mereka. Olympique Lyon dari Prancis menantang Milan dan hasilnya, Il Diavolo Rosso harus tumbang dengan skor 2-1.

Berikutnya adalah rival sekota mereka, FC Internazionale. Milan membuktikan diri masih memiliki performa yang lebih baik dengan membukukan kemenangan 1-0.

Berturut-turut kemudian, Milan menghadapi Real Madrid, Tottenham Hotspur dan Bayern Munich. Rekornya adalah sekali imbang dan dua kali kalah, dengan kemasukan lima dan memasukkan nol.

Milan lalu memenangi turnamen segitiga antara Inter dan Sassuolo, sebelum kemudian menundukkan Perugia kemarin.

Mungkin ini bisa dijadikan gambaran kasar bagaimana Milan mempersiapkan diri menghadapi musim 2015/16. Tapi bila menjadikan semua ini kesimpulan bagaimana Milan mengakhiri musim, mungkin Anda akan mendapatkan hasil yang salah. Mungkin.

Aktivitas Transfer

Melihat siapa yang didatangkan Milan, tak salah bila pendukungnya begitu antusias bisa melihat timnya bertanding di musim depan.

Carlos Bacca misalnya. Musim lalu, mantan pemain Sevilla itu sukses mengantar timnya menjadi yang terbaik di Liga Europa. Sementara Luiz Adriano dari Shakhtar Donetsk, menunjukkan ketajamannya di kompetisi sekelas Liga Champions.

Tak hanya memperbaiki kualitas sektor depan, Mihajlovic juga bergerak aktif untuk meningkatkan level lini pertahanan dengan mendatangkan sejumlah bek muda berkualitas, seperti Alessio Romagnoli dan Andrea Bertolacci. Semua pemain ini didatangkan dengan harga mahal, yang membuktikan bahwa Milan benar-benar serius untuk memperbaiki kualitas tim menghadapi musim depan, dengan berinvestasi pada pemain baru.

Gerak agresif Milan di bursa transfer tak bisa dilepaskan dengan keputusan Mihajlovic melepas sejumlah pemain, seperti Stephan El Shaarawy ke Monaco dan Adil Rami ke Sevilla. Pemain veteran seperti Giampaolo Pazzini, Sulley Muntari dan Michael Essien juga sudah tak lagi berkostum Merah Hitam di musim ini.

Tapi, dari sekian aktivitas transfer yang dilakukan Milan, bergabungnya Mihajlovic menjadi langkah terpenting yang bisa menentukan nasib dan masa depan tim itu sendiri.

Pelatih asal Serbia itu menjalani karirnya sebagai pemain selama 14 tahun di Italia, sebelum kemudian mengambil peran baru dengan menangani Bologna, Catania, Fiorentina dan Sampdoria.

Mihajlovic dikenal sebagai pelatih yang disiplin dan kaya strategi. Dengan Milan yang di musim ini banyak mendapat sokongan dana, patut ditunggu apakah Mihajlovic bisa menjadi rekrutan terbaik Milan di musim ini.

Kualitas Tim


*Statistik Inter di Serie A Italia 2014/15

Harus diakui Milan di musim lalu bukanlah Milan yang diharapkan oleh banyak pihak, bahkan oleh tim lawan sekali pun. Di awal musim, pelatih Juventus Massimiliano Allegri menilai Milan akan menjadi salah satu batu sandungan untuk bisa meraih scudetto di akhir musim.

Melihat tim sekelas Milan, peraih tujuh gelar Liga Champions, bisa mengakhiri musim di peringkat sepuluh, tentunya bukan hal yang sesuai dugaan. Akan tetapi, fakta yang ada menegaskan hal itu. Milan musim lalu memang bukan Milan yang sebenarnya, seperti sudah yang penulis tuangkan di paragraf awal.

Tapi, ini bukan berarti kiamat bagi Milan. Sebaliknya, apa yang sudah terjadi sebelumnya, bisa menjadi langkah baru bagi Milan untuk meraih hasil yang lebih baik.

Dan semua tahap sudah dijalani Milan. Evaluasi besar dilakukan di akhir musim lalu. Renovasi dan upaya peningkatan kualitas tim juga sudah dan masih terus dilakukan sejauh ini, mulai mendatangkan pelatih berpotensi, pemain berkelas hingga mengajak investor lain untuk ikut membangun Milan kembali.

Tapi Milan yang sekarang masih jauh dari Milan yang sempurna. Hasil di pramusim bisa menjadi petunjuk masih ada sejumlah lubang yang harus ditutupi. Di lini depan, ketajaman belum sepenuhnya teruji. Kesolidan lini tengah juga masih angin-anginan. Intinya adalah pada bagaimana menjadikan tim ini bisa beradaptasi dengan baik pada semua hal. Jika semua itu bisa terwujud, bukan tidak mungkin Milan bisa membuat kejutan di musim ini.

Analisis & Prediksi

Milan harus lebih baik. Dua musim terakhir merupakan hasil yang harus segera dilupakan, tidak sepenuhnya, karena bisa menjadi bahan pelajaran yang bagus untuk meraih sukses yang lebih baik.

Juara Serie A 2011 tersebut harus berjalan terpincang di setiap musimnya, tapi selalu ada optimisme di San Siro menyusul bergabungnya pemain berkelas. Dengan pelatih baru yang siap untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaiknya, Milan bisa menjadi salah satu pesaing terbaik bagi Juventus di musim 2015/16.

Secara realistis, menembus Eropa adalah raihan yang mungkin bisa diwujudkan Milan di musim ini, mungkin dari jalur Eropa. Sementara menjadi scudetto, meski memungkinkan, akan sulit untuk bisa memenuhinya, meski konsentrasi Milan hanya akan di kompetisi domestik pada musim ini.

Bagaimana menurut Anda? Sejauh apa langkah Milan di musim 2015/16? Sampaikan komentar para pembaca setia Goal Indonesia melalui kolom komentar yang tersedia di bawah ini...
 

Topics
, Milan,