Raymond Domenech: Pemain Real Madrid Yang Akan Dipecat Lebih Dulu Sebelum Zinedine Zidane

Domenech yakin Zidane akan bertahan lama di Madrid meski belakangan ini mendapat hasil mengecewakan.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter


Mantan pelatih timnas Prancis Raymond Domenech menilai Real Madrid telah memproyeksikan Zinedine Zidane sebagai pelatih jangka panjang. Oleh karena itu, menurut Domenech, Madrid akan rela mendepak pemainnya lebih dulu sebelum mencapai keputusan untuk memecat Zidane.

Sejak bertugas di Santiago Bernabeu pada Januari 2016, Zidane memiliki rekam jejak luar biasa. Dua trofi Liga Champions secara beruntun plus satu titel La Liga Spanyol menjadi bukti yang tidak terbantahkan.

Meski demikian, Zidane di musim ini berada dalam sorotan setelah Madrid menjalani start lambat. Bukan cuma tertinggal sepuluh poin dari Barcelona di La Liga, Los Blancos juga berada di belakang Tottenham Hotspur dalam fase grup Liga Champions.

Namun Domenech tidak percaya jika Madrid akan mempertimbangkan untuk memecat pelatih berkepala plontos itu dalam waktu dekat. Menurutnya, para pemain Madrid-lah yang seharusnya lebih takut dengan masa depan mereka ketimbang Zizou.

“Lihat Sir Alex Ferguson, dia juga pernah memiliki masalah. Dia mungkin hanya berjarak satu-dua partai sebelum dirinya dipecat. Kala itu, dia berada dalam titik nadirnya di Manchester United. Namun lihat apa yang dia lakukan setelahnya,” kata Domenech kepada Goal UK.

Raymond Domenech Zinedine Zidane France 07092015

“Ketimbang pelatih Madrid lain, Zidane memang berbeda. Dia pernah menjalani karier yang hebat sebagai pemain di Madrid. Sulit bagi fans untuk melupakannya. Barangkali, para pemain Madrid yang akan dipecat lebih dulu, baru kemudian Zidane.”

“Manchester United dan Arsenal sudah membuktikan bahwa bersikap sabar kepada pelatih bisa berujung kesuksesan. Media zaman sekarang juga terlalu cepat menyalahkan pelatih. Satu-dua hasil buruk, mereka [media] bilang pelatih adalah penyebabnya. Tiga hasil buruk, mereka menuntut pelatih baru. Ini adalah masalah besar.”