Reaksi Dunia Yang Memuji Kesuksesan Jerman Di Piala Dunia

Jerman memang dinilai sebagai tim yang paling layak untuk menjuarai Piala Dunia 2014 Brasil.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter

Jerman dipastikan meraih titel dunia keempat mereka saat menekuk Argentina melalui pertambahan waku lewat gol Mari Gotze, Senin (14/7) dini hari WIB, di Estadio Maracana, Rio de Janeiro.

Pencapaian tersebut tentu menjadi catatan tersendiri dalam sejarah sepakbola dunia sebagaimana Der Panzer memecahkan mitos tim Eropa yang menjadi juara di tanah Amerika Latin untuk kali pertama.

Dunia pun bereaksi pada kesuksesan tim asuhan Joachim Low tersebut, seperti Marca yang merupakan media Spanyol menulis: "Jerman, waktunya kembali. Gotze mengambil mantel Iniesta."

Kemudian harian AS yang juga berasal dari Spanyol, "Jerman menaklukkan Amerika. Argentina tidak inferior kepada Jerman dengan memberikan perlawanan yang keras, meski stabil dan mencapai final, dan memiliki peluang namun mereka tidak bisa memberikan Messi pelayanan yang cukup."

Lalu media-media Italia pun mengakui bahwa Jerman memang tim yang paling berhak membungkus trofi dari Brasil karena menjadi tim yang menampilkan sepakbola terbaik di Piala Dunia kali ini.

"Ini Jerman! Bintang keempat diraih dengan kemenangan atas Argentina lewat pertambahan waktu. Titel juara jatuh ke tim yang memainkan sepakbola terbaik di Piala Dunia kali ini," dalam headline Tuttosport.

"Titel keempat Jerman diraih lewat momen ajaib dari pemain Bayern Munich Mario Gotze dan umpan dari Andre Schurrle. Dua pemain muda yang masuk dari bangku cadangan, menampilkan kekuatan kedalaman skuat Jerman dan bagaimana mereka layak menerima kesuksesan sebagai tim yang benar-benar memaknai kata tersebut. Tim yang bermain bersama selama bertahun-tahun dan sekarang memetik buah dari pekerjaan mereka," puji La Gazzetta dello Sport.

Harian Guardian dari Inggris menilai kesuksesan Jerman di tanah Brasil akan dikenang selayaknya gelar-gelar dunia sebelumnya, mereka disebut sangat layak dan patut dijadikan contoh untuk negara lain.

"Jerman akan selalu mengenang Rio de Janeiro dengan kemesraan yang serupa layaknya Bern tahun 1954, Munich di 1974 dan Roma 1990. Mereka juara yang pantas, meski mereka tidak bisa bermain sebegitu mengerikan seperti saat melawan Brasil di semi-final. dan itu adalah gol indah untuk memastikan mereka kepada trofi keempat. Ini merupakan puncak dari sebuah cerita yang seharusnya menginspirasi orang lain, menyatukan pemikiran maju, cerdas dan semua kualitas yang dibangun Jerman. Dan Gotze adalah pemenang pertandingan sebagai salah satu generasi baru yang akan meneruskan sabuk tersebut," papar salah satu harian ternama Inggris itu.

Media Argentina pun tak sungkan untuk mencurahkan kekecewaan atas penampilan anti-klimaks Messi di laga puncak. Sementara ada yang menganggap Argentina layak mendapatkan penalti karena Higuain dilanggar Manuel Neuer.

"Ini merupakan pukulan telak untuk hati. Adalah Messi yang tanpa keraguan memastikan jalan menuju tahap ini untuk tim di Piala Dunia, yang mana menghilangkan keraguan dan menimbulkan kepercayaan diri. Namun melawan Belanda dan Jerman dia gagal untuk menampilkan performa yang dinanti dunia untuk memberikannya mahkota," tulis La Nacion dengan kecewa.

"Harapan kami tercuri, ini adalah pukulan untuk publik. Tim kalah dari Mario Gotze yang luar biasa di perpanjangan waktu, dikalahkan lagi oleh Jerman seperti di tahun 1990. Argentina menampilkan performa membanggakan dan tak mendapatkan penalti yang jelas untuk pelanggaran pada Higuain di babak kedua. Meski terluka, pemain memenangkan penghormatan dari hati kami," tulis Ole memuji perjuangan Tim Tango.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics