Reaksi Klub ISL Usai La Nyalla Jadi Tersangka: Ada Yang Mengarah Ke KLB PSSI

Umuh mengungkapkan, 49 klub sudah menggelar pertemuan di Ciamis, yang arahnya menuju KLB PSSI.

Berbagai macam reaksi bermunculan usai ketua umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim), pada 16 Maret 2016. Tak ayal, hal itu membuat stabilitas organisasi PSSI menjadi goyah.

Terlebih, dalam setahun terakhir konflik antara Kemenpora dan PSSI membuat sepakbola Indonesia semakin terpuruk. Menyusul, Indonesia dengan terpaksa harus menerima sanksi suspensi dari FIFA lantaran perseteruan itu, sehingga terisolasi dari pentas internasional.

Berbagai suara klub pun keluar beragam, mulai dari wacana meminta La Nyalla untuk mundur dari kursi PSSI 1, menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, hingga ada klub yang bermain aman menunggu perkembangan dari kasus tersebut.

Kami mencoba merangkum berbagai reaksi dari beberapa klub Indonesia Super League (ISL), yang bisa dibilang menjadi motor untuk industri sepakbola Indonesia. Selain itu, ada pula klub Divisi Utama, Persepam Madura Utama yang memberikan pendapatnya terkait penetapan La Nyalla sebagai tersangka. La Nyalla sendiri sebelumnya telah menegaskan tak akan mundur dari ketum PSSI. Dia baru akan mundur jika sudah menjadi terpidana.

Berikut pendapat dari klub-klub ISL dan Divisi Utama yang berhasil didapatkan:

AREMA CRONUS

"Statusnya Pak La Nyalla saat ini masih ketua umum PSSI yang menang di pemilihan lalu. Saat ini memang terkena kasus, namun hal itu bukan kasus sepakbola. Arema sendiri masih menunggu berjalannya kasus tersebut. Karena kok ya tidak adil, kasus di Surabaya kemudian dikaitkan dengan PSSI yang notabenenya adalah sepakbola. Arema pun saat ini ingin konsentrasi penuh dulu di Piala Bhayangkara," kata Sudarmaji, media officer Arema Cronus.

PERSIB BANDUNG

"Ini jelas sudah jadi tersangka dari Kejati. Kalau sudah begini, kita jangan tunggu lama. Kemarin sudah ketemu 49 klub di Ciamis, hasilnya sudah 80 persen mengarah ke KLB. Tadinya saya belum mau buka dulu, ini jangan dikait-kaitkan. Hubungan saya dengan La Nyalla tidak ada masalah," ucap Umuh Muchtar, manajer Persib.

"Kita jangan nunggu dibanned FIFA lima tahun, kita harus proaktif. Kalau sudah ingin KLB, tak bisa dipungkiri, klub punya hak suara dan ketua akan diusung oleh anggota. Semua harus siap (untuk KLB), kita tunggu pertemuan klub. Nanti bicara dengan 49 klub dulu, lalu akan memutuskan secara bulat," tambahnya.

PERSELA LAMONGAN

"Soal itu (La Nyalla tersangka) saya no comment, karena saya anggap itu sudah di luar konteks sepakbola. Saya hanya menginginkan kompetisi bisa segera dilaksanakan demi pembinaan, dan agar sepakbola Indonesia tidak semakin tertinggal dengan negara lain," ujar Didik Ludianto, asisten pelatih Persela.

GRESIK UNITED

"Lebih baik kita tunggu saja perkembangannya, jangan ambil kesimpulan dulu. Saya sendiri fokus persiapan pembentukan tim, untuk persiapan menghadapi ISC (Indonesia Soccer Championship)," kata Bagoes Cahyo Yuwono, manajer tim Gresik United.

PERSEPAM MADURA UTAMA

"Saya harap semua pihak menanggapi secara objektif. Secara etis seharusnya mundur, jangan semakin menambah gaduh kalau tetap bersikukuh mempertahankan jabatannya," tutur Nadi Mulyadi, asisten manajer Persepam Madura Utama.