RECAP Piala Dunia 2014: Inilah Para Juara Di Brasil

Goal Indonesia merangkum para juara di Piala Dunia Brasil tahun ini.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter

Peluit panjang yang ditiup wasit Nicola Rizzoli pada pertandingan antara Argentina dan Jerman menjadi penanda berakhirnya turnamen Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil.

Jerman bersorak setelah keluar sebagai kampiun, sementara di sisi lain Lionel Messi gagal mempersembahkan trofi tertinggi untuk Albiceleste, meski secara individu dia berhasil menyabet titel pemain terbaik.

Messi bukan satu-satunya individu yang mendapat penghargaan di Brasil, masih ada tiga pemain lain yang berhasil menggondol trofi bergengsi serta satu tim yang dianggap paling Fair Play di sepanjang turnamen. Siapa saja mereka? Simak rangkuman para sang juara di Brasil oleh Goal Indonesia berikut ini.

Jerman akhirnya memecahkan tabu dengan menjadi negara Eropa pertama berhasil di tanah Amerika. Gol tunggal Mario Gotze di babak perpanjangan waktu cukup bagi tim Joachim Low mengakhiri penantian panjang, sejak terakhir kali mencium trofi Piala Dunia pada 1990.

Kemenangan Der Panzer di Estadio Maracana, Sao Paulo memang sudah diprediksi menyusul penampilan impresif mereka sepanjang turnamen. Jerman membuka penyisihan grup dengan menghancurkan Portugal empat gol tanpa balas, dan meski ditahan Ghana 2-2 pada matchday kedua mereka memastikan status juara grup lewat poin tiga atas Amerika Serikat.

Di fase gugur, Jerman sempat mendapat kritik lantaran kesulitan menaklukkan Aljazair tapi para peragu dengan sempurna dibungkam lewat kemenangan atas Prancis sebelum melucuti tuan rumah Brasil, 7-1.

Di bawah Jerman ada Argentina yang menyabet medali perak. Harapan publik melihat Lionel Messi menyamai catatan Diego Maradona pupus. Albiceleste keluar dari Grup F di posisi teratas dengan raihan sembilan poin usai menumbangkan Bosnia-Herzegovina, Iran dan Nigeria. Tim Tango dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu saat berhadapan dengan Swiss berkat gol Angel Di Maria di sisa dua menit babak perpanjangan waktu. Skuat Albiceleste lalu menuntaskan perlawanan Belgia dan Belanda melalui babak adu penalti di babak semi-final.

Oranje melengkapi posisi tiga besar usai menaklukkan tuan rumah Brasil 3-0 di babak play-off posisi ketiga, Minggu (13/7) dini hari WIB. Langkah Belanda untuk lepas dari status juara tanpa mahkota dihentikan Messi cs di babak empat besar, padahal mereka memulai kampanye dengan hasil spektakuler, menghajar juara bertahan 5-1 kemudian menang atas Australia dan Cili.

Belanda juga mengakhiri perjalanan Meksiko yang dikawal kiper impresif Guillermo Ochoa, sebelum taktik pergantian pemain krusial dengan memasukkan Tim Krul memenangkan tim Louis van Gaal dalam drama adu penalti kontra Kosta Rika di babak perempat-final.

Lionel messi mendapat pengobat luka setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen dan berhak menggondol Golden Ball. La Pulga mengalahkan dua rekan senegaranya, Javier Mascherano dan Angel Di Maria, kuartet Jerman Mats Hummels, Toni Kroos Thomas Muller dan Philipp Lahm, serta Neymar (Brasil), James Rodriguez (Kolombia) dan Arjen Robben (Belanda).

Kemenangan Messi mengundang kontroversi karena dia dianggap gagal mengeluarkan kemampuan terbaiknya di turnamen, tapi koleksi empat man of the match, terbanyak dibandingkan pemain mana pun di Brasil, tampaknya cukup untuk menjawab peragu. Ditambah, Si Kutu juga menorehkan empat gol yang dicetaknya di tiga laga penyisihan grup.

Pemain papan atas seperti Messi, Neymar dan Thomas Muller masuk kandidat top skor sebelum turnamen digelar. Tapi di luar dugaan, terjadi sebuah kejutan dengan munculnya nama youngster Kolombia James Rodriguez yang mencetak enam gol.

Rodriguez membuka rekening golnya saat menutup pesta Kolombia di laga kontra Yunani pada laga perdana penyisihan Grup C. Pemain AS Monaco kelahiran 22 tahun silam kemudian memecah kebuntuan di menit 63 kala tim Jose Pekerman membekuk Pantai Gading, lalu dia ikut menyumbang gol versus Jepang di laga terakhir fase grup.

Dua gol Rodriguez di babak 16 besar sukses menghentikan langkah Uruguay, bahkan gol pertamanya di menit 28 diklaim sebagai salah satu yang terbaik di turnamen. Mendapat umpan sundulan Abel Aguilar, Rodriguez melakukan kontrol dada lalu sepakannya berhasil menembus gawang Fernando Muslera dari jarak 25 yard.

Sayang, kita tidak dapat menyaksikan aksi Rodriguez lebih jauh karena Kolombia harus angkat koper setelah menyerah 2-1 dari tuan rumah Brasil di babak perempat-final. Ketika itu Rodriguez mencetak gol penalti di sisa sepuluh menit pertandingan sekaligus menggenapkan koleksinya menjadi enam.

Sweeper-keeper! Aksi Manuel Neuer bak seorang libero di laga melawan Aljazair pada babak 16 besar menuai banyak pujian, tapi sekaligus bikin pendukung Der Panzer deg-degan melihatnya.

Menghadapi serangan balik tim Afrika dan minus Mats Hummels yang cedera, Neuer dipaksa beberapa kali keluar dari sarangnya untuk menyelamatkan gawang. Beruntung, Jerman akhirnya mampu menuntaskan perlawanan Aljazair melalui babak perpanjangan waktu berkat gol Andrea Schurrle dan Mesut Ozil. Meski demikian, legenda Jerman Franz Beckenbauer mengingatkan kiper Bayern Munich untuk tidak terlalu sering melakukan aksi libero.

“Saya tak ingin mengatakan bahwa dia adalah libero yang lebih baik ketimbang saya. Ya, Manuel Neuer menyelamatkan kami dari berbagai situasi, tetapi dia harus tetap berhati-hati,” ujar Beckenbauer.

Neuer termasuk satu di antara sekian banyak penjaga gawang yang memukau di Brasil dan konsistensinya menjaga gawang — Jerman cuma empat kali kebobolan — membuahkan gelar individu Golden Glove di akhir turnamen.

Technical Study Group FIFA menunjuk Paul Pogba sebagai pemenang pemain muda terbaik Piala Dunia 2014. Pemain 21 tahun menyabet penghargaan prestisius setelah menunjukkan performa impresif di lini tengah Prancis di lima penampilan sepanjang turnamen.

Selain gol sundulan krusial melawan Nigeria di babak 16 Besar, pria energik ini memiliki peran penting selama perjalanan Les Blues di Brasil. Bersama Yohann Cabaye dan Blaise Matuidi, dia secara konsisten mendemonstrasikan kekuatannya dan skill merebut bola. Tak hanya itu, teknik serta kemampuan dribbling-nya juga di atas rata-rata.

Dengan rasio 80 persen umpan sukses - termasuk assist melawan Swiss - dalam 354 menit pertandingan, Pogba meneruskan penampilan positif saat membela timnas di Piala Dunia U-20 di Turki tahun lalu, di mana dia menyabet penghargaan Golden Ball. Gelandang muda milik Juventus ini mengalahkan pemain muda Belanda Memphis Depay dan kompatriotnya, Raphael Varane.

FIFA Fair Play Award diberikan kepada tim dengan rekor disipliner terbaik sepanjang turnamen. Hanya tim yang lolos ke fase gugur yang berpeluang manyebat pernghargaan ini dan Spanyol sukses mendapatkannya di Afrika Selatan empat tahun silam.

Di edisi kali ini, tim nasional Kolombia berhak menyabet penghargaan tersebut. Kolombia sukses membuat kejutan dengan keluar sebagai juara grup, mengantungi sembilan poin dari tiga laga, lalu menyingkirkan semi-finalis edisi lalu, Uruguay di babak 16 besar. Mimpi rakyat Kolombia untuk melihat James Rodriguez melangkah jauh dihentikan tuan rumah Brasil di perempat-final.

Dari lima laga yang dilakoni sepanjang turnamen, Kolombia hanya mendapat lima kartu kuning dan nihil kartu merah.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics