Regulasi Pemain U-23 Ditangguhkan, Pergantian Pemain Kembali Normal

PT Liga Indonesia Baru memberi penjelasan terkait keputusan menghapus regulasi pemain U-23.

Mulai pekan ke-12 Liga 1 2017 nanti, klub tidak lagi wajib memainkan pemain U-23 pada tiap pertandingannya. Hal itu menyusul keputusan dari PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia, kepada operator kompetisi.

Keputusan ini diambil karena adanya agenda untuk timnas Indonesia U-22, mulai 19 Juli nanti. PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang merupakan operator dari Liga 1 pun menjabarkan alasan PSSI dalam suratnya kepada mereka terkait keputusan tersebut.

"Pertama, tidak ada lagi proses seleksi pemain timnas U-22 Indonesia yang disiapkan tampil di SEA Games 2017 dan Pra Piala Asia U-23 2018 karena sudah didaftarkan ke AFC," tulis LIB dalam rilis mereka.

"Kedua, menjunjung aspek fairness mengingat jumlah pemain yang diambil dari tiap klub untuk memperkuat timnas U-22 Indonesia tidak merata."

"Keputusan itu juga untuk menjaga kualitas serta popularitas Liga 1 2017. Pasalnya, tak sebatas klub, Liga 1 sebagai kasta tertinggi kompetisi sepakbola profesional di Tanah Air juga akan kehilangan pemain-pemain muda berusia di bawah 23 terbaik selama timnas U-22 Indonesia tampil di Grup H Pra Piala Asia U-23 dan SEA Games."

Lebih jauh, penghapusan regulasi penggunaan pemain U-23 juga turut membuat sistem pergantian pemain pada pertandingan Liga 1 kembali normal. Awalnya, tiap klub diperbolehkan melakukan lima pergantian pada tiap pertandingan.

"Penangguhan regulasi itu juga diikuti perubahan terkait jumlah maksimal pergantian pemain di tiap laga Liga 1 2017. Dari maksimal ima pergantian pemain (dua pergantian pemain di antaranya adalah pemain berusia di bawah 23) menjadi maksimal tiga pergantian pemain."

"Jumlah pemain cadangan yang duduk di bench pun direduksi dari maksimal sembilan pemain (dua pemain di antaranya berusia di bawah 23) menjadi tujuh pemain."