REVIEW: Performa FC Internazionale Di Musim 2013/14

Performa tidak konsisten FC Internazionale membuat mereka hanya mampu menyegel tiket ke Liga Europa untuk musim depan.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter
FC Internazionale adalah salah satu klub raksasa di Serie A Italia, oleh karena itu ekspektasi tim Biru-Hitam ini selalu tinggi setiap musim. Namun, masalah performa yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir membuat target musim ini juga tidak terlalu muluk-muluk.

Keberhasilan menembus Liga Europa untuk musim depan patut disyukuri, meski kompetisi itu bukan Liga Champions, tetapi setidaknya pencapaian tim lebih baik dari musim lalu, di mana mereka tercecer di posisi ketujuh klasemen akhir musim 2012/13, sehingga tidak terlibat dalam kompetisi Eropa di musim ini.

Secara keseluruhan musim ini adalah langkah yang bagus untuk memulai regenerasi, seperti yang diketahui, ini adalah musim terakhir beberapa pahlawan Inter ketika meraih Treble Winners pada tahun 2010 seperti Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, Walter Samuel dan juga Diego Milito.

Panggung utama sudah mulai diberikan kepada pemain-pemain muda seperti Mateo Kovacic, Mauro Icardi, Juan Jesus atau Saphir Taider.

Meski tidak berhasil meraih trofi, pelatih Walter Mazzarri kini punya persiapan lebih matang dalam meramu strategi, membenahi tim, dan juga rencana dalam bursa transfer, dengan dukungan dari presiden baru Inter, Erick Thohir.

FC Internazionale sebenarnya memiliki modal yang sangat bagus di awal musim 2013/14, mereka melakoni enam pertandingan tanpa tersentuh kekalahan, termasuk menahan imbang juara bertahan Juventus dan melibas Sassuolo dengan skor 7-0.

Setelah sempat tumbang dengan skor 3-0 di pekan ketujuh di tangan AS Roma. Inter kembali memperlihatkan ketangguhan mereka dengan menjalani sembilan laga tanpa kalah sebelum dibekuk Napoli pada pertengahan Desember.

Meski mengakhiri tahun 2013 dengan gemilang ketika menjungkalkan AC Milan di laga derby dan menjadi salah satu kandidat juara, Inter terus terpuruk ketika memasuki tahun 2014. Selama satu bulan penuh, mereka tidak mampu memetik kemenangan. Dalam lima laga, mereka takluk tiga kali dan imbang dua kali, termasuk disingkirkan oleh Udinese dari Coppa Italia.

Beruntung, setelah tumbang di markas Juventus pada awal Februari, Inter kemudian bangkit dengan mengalahkan rival-rival untuk mengejar tiket ke Eropa seperti Fiorentina, Torino dan juga Hellas Verona. Selain itu, La Beneamata juga berhasil mencuri satu angka di Olimpico, ketika dijamu Roma.

Akhirnya, Inter berhasil mengamankan tiket ke Liga Europa di pekan ke-37, ketika skuat asuhan Walter Mazzarri sukses membungkus tiga angka saat menjamu Lazio di Giuseppe Meazza, sementara rival-rival mereka kehilangan poin. Inter kemudian menutup musim 2013/14 dengan hasil negatif setelah mereka menyerah dengan skor 2-1 dari tuan rumah Chievo.

Secara garis besar, Inter sebenarnya memiliki peluang untuk bisa menembus zona Liga Champions, namun inkonsistensi performa membuat mereka terlalu banyak bermain imbang di musim ini.Terlalu banyak dua angka yang terbuang di pertandingan-pertandingan yang seharusnya dimenangkan.

Salah satu pemain kunci yang mengantarkan FC Internazionale meraih hasil yang lebih baik dari musim lalu adalah sang kiper, Samir Handanovic.

Kiper asal Slovenia ini menjadi benteng terakhir pertahanan La Beneamata, terutama ketika timnya mengalami krisis pertahanan ketika Hugo Campagnaro, Walter Samuel harus absen sementara Rolando masih belum tampil impresif di awal musim.

Namun, ia mampu melapisi pertahanan Inter dengan sangat baik hingga ia sangat susah ditembus oleh para penyerang lawan termasuk ketika dihadapkan dengan tendangan penalti sekalipun! Musim ini, Handanovic dihadapkan dengan enam tendangan penalti, dan ia berhasil menggagalkan setengah dari peluang itu.

Selain, sigap dalam menghalau penalti. Handanovic juga sangat fokus sepanjang pertandingan. Total ia berhasil menjaga gawangnya tidak kemasukan dalam 16 pertandingan.

Dalam 36 pertandingan yang ia lakoni, Handanovic melakukan penyelamatan sebanyak 74 kali. Ia juga sangat cemerlang dalam mengantisipasi umpan silang. Sebanyak 85 bola berhasil ia petik di udara, sementara 33 kali ia terpaksa meninjunya.

Penampilan terbaiknya datang saat membawa Inter melibas Lazio dengan skor 4-1 di Giuseppe Meazza. Ia melakukan penyelamatan sebanyak enam kali, catatan terbanyak Handanovic dalam satu pertandingan. Sayang, ia tidak dilibatkan dalam pertandingan terakhir Inter ketika bertandang ke Chievo. Hasilnya, Inter kalah setelah Victor Obinna mencetak dua gol, di mana tampak jelas itu terjadi karena andil Carizzo yang kurang cepat bereaksi dalam mengantisipasi tembakan.

Momen terbaik dalam perjalanan FC Internazionale di musim 2013/14 ini tentu saja perpisahan sang kapten Javier Zanetti di Giuseppe Meazza ketika menjamu Lazio pada 11 Mei kemarin.

La Beneamata sejak awal sudah bertekad untuk memberi perpisahan manis bagi sang kapten di kandang sendiri. Namun, semua itu nyaris rusak ketika Lazio berhasil mencetak gol cepat melalui Giuseppe Biava ketika laga baru berjalan dua menit.

Namun, Rodrigo Palacio sukses membuat seisi stadion kembali bersemangat lima menit kemudian melalui golnya. Sebuah gol yang tentu sangat bermakna bagi sang kapten, terutama itu dicetak oleh rekan senegaranya.

Alhasil, didukung dengan performa gemilang Samir Handanovic di bawah mistar gawang. Inter sukses mencetak tiga gol tambahan melalui Mauro Icardi, Palacio lagi dan ditutup dengan tembakan sensasional dari Hernanes.

Pertandingan kandang terakhir Zanetti, yang musim depan akan menjabat sebagai salah satu direktur klub, ditutup meriah dengan kemenangan telak 4-1 atas Lazio dan sekaligus menyegel tiket ke Liga Europa untuk musim depan.

Meski terlihat peningkatan signifikan terhadap performa musim lalu, banykanya hasil imbang yang diraih dan juga kurangnya percaya diri ketika menghadapi tim rival membuat FC Internazionale kurang maksimal di musim 2013/14 ini.

Seperti yang diketahui, musim ini Inter mendapatkan hasil imbang sebanyak 15 kali. Hasil imbang yang paling banyak diraih oleh satu tim di Serie A dalam dua musim terakhir! Jelas Nerazzurri harus meningkatkan ketajaman di lini depan ataupun ketangguhan di lini belakang agar bisa meraih poin penuh di laga-laga yang krusial.

Selain itu, Inter juga memiliki catatan buruk dalam menghadapi klub tiga besar di musim 2013/14 ini. Skuat asuhan Walter Mazzarri tidak pernah menang atas Juventus, AS Roma dan juga Napoli dalam pertandingan kandang dan tandang.

Mengadapi Juventus, juara musim ini, Inter hanya mampu mencuri satu angka di Giuseppe Meazza kemudian dipukul di kandang lawan. Begitu juga ketika melawan Napoli. Tetapi sedikit berbeda ketika meladeni AS Roma, Inter justru dipermalukan di kandang sendiri sebelum mencuri satu angka di Olimpico.

Musim depan, Inter dipastikan akan ditinggal pemain-pemain veteran mereka seperti Javier Zanetti, Diego Milito, Walter Samuel dan Esteban Cambiasso. Jadi, strategi di bursa transfer akan menentukan perjalanan Inter di musim depan. Oleh karena itu, Inter wajib mencari pengganti sepadan terhadap pemain-pemain yang hengkang tersebut di bursa transfer musim panas ini.

Kepastian berlabuhnya Nemanja Vidic ke Giuseppe Meazza musim depan menjadi salah satu jaminan untuk perbaikan di musim depan. Namun, Mazzarri harus tetap mencari pemain dengan usia yang jauh lebih muda di beberapa posisi untuk memastikan Inter memiliki fondasi untuk jangka panjang.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics