Reza Ghoochannejhad, Predator Iran Siap Rajai Eredivisie Belanda

From zero to hero, bintang andalan Iran yang memiliki awal karier tak mentereng kini siap membuktikan kualitasnya sebagai striker yang patut disegani di kompetisi Eropa.

Sensasi tendangan kalajengking menjadi tren tersendiri di dunia persepakbolaan pada awal tahun 2017. Tentu yang paling diingat adalah aksi yang dilakukan oleh bintang Manchester United dan Arsenal, yakni Henrikh Mkhitaryan dan Olivier Giroud.

Namun ada satu pemain lagi yang tak ketinggalan mampu melakukan aksi menawan tersebut pada awal Januari ini, tepatnya di kompetisi kasta tertinggi Belanda atau yang dikenal dengan nama Eredivisie. Sang pemain yang dimaksud ialah Reza Ghoochannejhad.

Mungkin namanya masih terdengar asing di kalangan umum, tapi bagi penyuka sepakbola Asia reputasi Ghoochannejhad sudah cukup mentereng dengan bukti ketajamannya di level klub maupun pentas internasional bersama dengan tim nasional Iran.

Jauh dari aksi tendangan kalajengking, sebenarnya penyerang berusia 29 tahun tersebut sudah mencuri perhatian sejak gelaran Eredivisie musim 2016/17 dimulai dengan sejauh ini berhasil menjadi top skor sementara dengan torehan 12 gol dari total 19 laga. Lantas siapa sebenarnya Ghoochannejhad?

Heerenveen - ADO Den Haag, Reza Ghoochannejhad, 14012017

Lahir di Mashad, kota terpadat kedua yang terletak di sebelah Timur Laut negara Iran, Ghoochannejhad muda tak memiliki kesempatan untuk menimba ilmu sepakbola di tanah kelahirannya lantaran mengikuti keluarga yang beremigrasi ke Belanda.

Di negara barunya, Ghoochannejhad praktis tak begitu mencatatkan perkembangan bagus di awal karienya dan bisa dikatakan jauh dari kata impresif. Setelah mentas dari akademi Heerenveen, petualangannya hanya sebatas di klub-klub kasta kedua Belanda seperti Go Ahead Eagles, Emmen, Cambuur dan Sint-Truden.

Meski begitu, talenta besarnya dibuktikan saat membela Go Ahead pada musim 2009/10 dengan mampu menyamai rekor legenda Johan Cruyff sebagai pencetak gol tercepat dalam sejarah kompetisi profesional Negeri Kincir Angin.

Sinar pemain yang memiliki hobi memainkan Biola tersebut semakin bersinar dua musim berikutnya bersama Sint-Truden, capaian 18 gol dari 31 laga membuat klub raksasa Belgia, Standard Liege kepincut meminangnya sebelum kemudian diboyong klub Inggris, Charlton Athletic pada musim panas 2014.

Perkembangan bagus Ghoochannejhad dalam periode tersebut menarik perhatian Carloz Queiroz selaku pelatih Iran, yang memberinya debut internasional lawan Korea Selatan di laga kualifikasi Piala Dunia 2014. From zero to hero, sejak saat itu ia menjelma sebagai andalan baru lini depan Tim Melli setelah era Hassan Rowshan, Khodadad Azizi dan Vahid Hashemian.

Reza Ghoochannejhad Iran World Cup 2014

Salah satu performa terbaik Ghoochannejhad di level internasional adalah ketika menjadi satu-satinya pencetak gol Iran dalam kampanye Piala Dunia 2014 di Brasil. Selepas itu, ketajamannya berhasil membawa Iran mengukuhkan status sebagai tim nomor satu Asia dengan menduduki peringkat 29 FIFA per Januari ini.

Musim ini, bisa jadi merupakan puncak karier predator kotak penalti yang menghabiskan dua musim terakhir dengan dipinjamkan Charlton ke klub Kuwait dan Qatar, Al Kuwait dan Al Wakrah. Keputusan Heerenveen meminang kembali bekas talenta muda mereka dibayar dengan performa cemerlang sejauh ini.

Keran gol Ghoochannejhad langsung dibuka pada pekan kedua Eredivisie musim ini kala mengamankan poin bagi timnya saat bermain imbang 2-2 dengan Utrecht. Setelah itu, keganasannya kian meningkat dan gawang PSV Eindhoven menjadi korban terkini.

Tak main-main, hat-trick dibukukannya ke gawang sang juara bertahan kompetisi. Dalam laga yang berlangsung di Philips Stadion, Minggu (22/1) kemarin, Ghoochannejhad tiga kali mengoyak jala gawang kiper timnas Belanda, Jeroen Zoet yang membuatnya merajai daftar pencetak gol terbanyak. Sayang, kinerja gemilangnya tak cukup menghindarkan Heerenveen dari kekalahan 4-3.

Kontribusinya mencakup sepertiga dari total 37 gol yang sudah dicapai Heerenven sepanjang musim ini. Dengan kinerja tersebut, Heerenveen yang bertengger di posisi keempat klasemen sementara bisa menjadi pesaing serius tim-tim mapan Belanda lainnya dalam perburuan tiket menuju Liga Champions musim depan.