Ricardo Carvalho: Jose Mourinho Tak Bisa Terima Kekalahan

Mantan bek Chelsea itu menyebut Mourinho tidak bisa menerima kekalahan, namun ia meyakini tangan dinginnya bisa mengubah peruntungan The Blues.

Ricardo Carvalho yang pernah bermain untuk Chelsea menekankan bahwa manajer Jose Mourinho adalah tipe orang yang tidak bisa menerima kekalahan, namun ia tetap meyakini bahwa mantan bosnya itu mampu mengubah peruntungan The Blues.

Mourinho untuk saat ini menghadapi situasi yang tak menentu sebagaimana Chelsea tertinggal 17 poin di belakang pemuncak klasemen Leicester City menyusul kekalahan 1-0 pada akhir pekan kemarin dari AFC Bournemouth.

Bek veteran Monaco Carvalho, yang pernah menghabiskan enam tahun di Stamford Bridge – tiga tahun di antaranya bersama Mourinho – menyuarakan dukungann pada rekan senegaranya tersebut.

“Mourinho tidak bisa menerima kekalahan, itulah mengapa ia tidak melakukan pekerjaan bagus untuk saat ini,” ujar pria 37 tahun itu kepada Cadena Ser. “Meski demikian, saya pikir dia adalah orang yang tepat untuk mengubah peruntungan Chelsea.”

The Blues akan menghadapi partai penting melawan FC Porto guna mengejar satu tiket kelolosan dalam matchday final babak grup Liga Champions, Kamis (10/12) dinihari WIB, dengan mereka untuk sementara menempati posisi puncak di Grup G.

Juara bertahan Liga Primer itu baru bisa memastikan lolos jika bermain imbang melawan Porto, namun kekalahan bakal membuat mereka tersisih jika di tempat lain Dynamo Kiev sukses membekuk Maccabi Tel Aviv.

“Jika mereka lolos, saya pikir Chelsea akan melaju jauh di Liga Champions. Mereka memang tidak sedang tampil bagus di Liga Primer, namun mereka bisa mengeliminasi siapa pun di Eropa,” lanjut Carvalho.

“Chelsea adalah favorit karena mereka bermain di kandang dan hanya membutuhkan hasil imbang, namun detail-detail terkecil akan menjadi penentu di laga seperti ini dan Porto adalah tim yang luar biasa.

“Saya tidak tahu apakah saya akan mendukung Porto atau Chelsea. Saya tumbuh besar di Porto, namun saya menghabiskan beberapa tahun di Chelsea. Mourinho ada di sana dan saya memiliki banyak teman di klub tersebut.”