Ricky Nelson Butuh Obati Mental Pemain Villa 2000

Kekalahan beruntun dan kepemimpinan wasit yang sering keliru membuat mental pemain Villa 2000 cukup jatuh.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter
Villa 2000 terus menuai hasil tidak memuaskan dari empat laga yang telah mereka lalui di kompetisi Divisi Utama 2014. Yang terakhir, The Black Orange harus takluk 2-1 dari Persih Tembilahan di stadion Beringin Indragiri, Rabu (30/4) kemarin. Menengok serangkaian hasil negatif tersebut, pelatih Ricky Nelson pun punya pekerjaan rumah untuk segera dibenahi.

Pria kelahiran Kupang, 25 Juli 1980 tersebut, memaparkan bahwa motivasi serta mental anak asuhnya harus segera ia perbaiki. "Kami harus kembali mengangkat motivasi dan cara berpikir anak-anak karena kekalahan beruntun," ucapnya kepada Goal Indonesia.

Selain membenahi hal tersebut. Ricky juga sedikit menggaris bawahi kinerja wasit yang telah berulang kali membuat Villa 2000 harus terhukum.

"Ya mereka membalas gol di menit ke-46 babak kedua, anak-anak kaget. Ditambah penalti siluman untuk tim tuan rumah di menit 50', itu membuat mental anak-anak semakin jatuh," katanya. "Menurut wasit handsball, padahal saat lihat rekaman pertandingan tidak terjadi handsball," imbuh Ricky.

Pelatih yang selalu nampak rapih dengan jas di pinggir lapangan itu memiliki catatan beberapa keputusan wasit yang merugikan timnya. Ricky menyebutkan antara lain dianulirnya gol saat menjamu Persikabo Bogor (15/4), gol berbau offside dari PS Bangka (25/4), dan terakhir penalti untuk tuan rumah Persih Tembilahan.

Hingga matchday keempat, The Black Orange masih duduk di posisi enam klasemen DU Grup 2, dengan raihan satu poin hasil bermain imbang dengan Persikad Depok. Selanjutnya, klub yang ber-homebase di Pamulang itu akan kembali bermain di kandang mereka, stadion Ciracas, menghadapi Persisko Merangin, 6 Mei 2014.
Informasi lebih lanjut tentang Villa 2000 FC, kunjungi www.villa2000.net di sini!