Ricuh Di Kediri & Sumenep, PSBK Blitar Ditahan

Ofisial memprotes keputusan wasit yang dianggap merugikan, sementara wasit ditempeleng di Sumenep.

Pertandingan Liga 2 2017 kembali diwarnai kericuhan, Sabtu (6/5). Kali ini insiden terjadi di dua laga Grup 6. Di Mojokerto, dua kelompok suporter saling lempar, sementara wasit ditempeleng ofisial Persewangi Banyuwangi di Sumenep.

Dalam laga di Mojokerto, suasana panas muncul ketika wasit mengesahkan gol Ongen Fajar pada menit ke-70 yang membuat PSMP Mojokerto unggul 2-0. Ofisial Persik Kediri langsung berhamburan ke lapangan, karena menganggap telah terjadi pelanggaran lebih dulu kepada kiper yang telah menangkap bola.

Pendukung Persik tidak berhenti melempari wasit dengan botol air mineral. Di sisi lain, suporter PSMP merayakan gol dengan meletupkan petasan ke udara. Laga pun terhenti lama, karena juga sempat terjadi saling lempar botol antarsuporter di tribun VIP.

Laga kembali dilanjutkan setelah situasi di lapangan kondusif. Kendati demikian, gol PSMP melalui Ricky Kambuaya dan Ongen tidak bisa dikejar Persik. Sontak pelatih Persik Bejo Sugiantoro yang sudah masygul bertepuk tangan kepada wasit.

“Semua masyarakat Indonesia bisa melihat sendiri bagaimana wasit hari ini. Saya fokus memperbaiki tim atas kekalahan ini. Kami masih akan berkunjung ke Sidoarjo untuk melawan Persida Sidoarjo. Di sana lapangan lebih bagus, sehingga kami yakin bisa bermain lebih baik,” ujar Bejo.

“Saat ini tim masih mempelajari apa yang salah dari keputusan wasit ini. Kami akan lihat videonya. Kalau ada yang salah kami akan melaporkannya,” timpal manajer Persik Anang Kurniawan.

Pada laga di Sumenep antara Perssu dan Persiwangi, kedua tim bermain imbang 4-4. Namun kericuhan terjadi pascalaga. Salah satu ofisial Persiwangi tiba-tiba menempeleng wasit yang memicu amarah fans Perssu.

Dikutip laman Berita Jatim, ofisial itu nyaris menjadi bulan-bulanan penonton tuan rumah yang baru beranjak dari tribun. Suasana kembali memanas ketika salah satu pemain Persiwangi mengucapkan kalimat kasar. Pemain ini pun dilempari botol air mineral, dan nyaris dikeroyok suporter. Beruntung pihak keamanan sigap mengatasi situasi.

Sementara pada pertandingan di Gelora Supriyadi, tuan rumah PSBK Blitar bermain imbang 1-1 melawan Persida Sidoarjo. Bagi PSBK, ini merupakan nilai pertama mereka setelah melalui dua laga.